Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-02-14 11:17:54  •  2235 klik

PEMBIBITAN TANAMAN TEH (Camellia sinensis L.) DI KEBUN TEH PTPN XII WONOSARI MALANG
disusun oleh DESY MEILINDA PUTRI FIRDAUZI

Subyek: TEH
Kata Kunci: TEH
PTPN XII WONOSARI MALANG

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman teh (Camellia sinensisL.) merupakan tanaman tahunan, berasal dari daerah subtropic yang berasal dari Pengunungan Assam, China, Burna, Thailand dan Vietnam. Teh merupakan salah satu komoditas ekspor nonmigas yang telah dikenal sejak lama dan menjadi penghasil devisa bagi Indonesia. Indonesia menjadi salah satu dari lima Negara penghasil dan pengekspor teh utama di dunia, yang pemasaran hasilnya tersebar ke Negara-negara konsumen yang berada di lima benua (Hindersah, et al., 2016). Penghasil teh terbesar di Indonesia adalah daerah Jawa Barat yang menghasilkan 70% dari total produksi teh nasional. Industri teh nasional saat ini mengalami banyak kendala diantaranya seperti produktivitas kebun teh yang relative rendah, penurunan luas areal perkebunan teh, serta mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (Ayu, Indradewa, et al., 2010). Pembibitan tanaman teh merupakan tahap yang perlu dilakukan sebelum melakukan peremajaan dan penanaman. Pembibitan teh dapat dilakukan dengan perbanyakan baik melalui cara vegetative maupun generative. Cara vegetative dilakukan dengan stek, sedangkan cara generative dilakukan menggunakan biji. (Hindersah, et al., 2016). Secara umum produksi teh nasional terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.Volume ekspor teh juga terus mengalami penurunan. Pada tahun 2014 produksi teh di Indonesia sebesar 154,369 ton menurun menjadi 132,616 ton di tahun 2015 dan meningkat pada tahun 2016 dan 2017 menjadi 138,771 dan 140,423 ton (Badan Pusat Statistika, 2017). Saat ini pertanaman teh diarahkan pada cara memperoleh produksi yang tinggi, hal tersebut sulit dicapai apabila digunakan perbanyakan tanaman asal biji, karena biji merupakan hasil persilangan yang dapat menimbulkan perubahan sifat pada keturunannya, dan juga membutuhkan waktu yang sangat lama. Sedangkan memperbanyak tanaman secara vegetative dengan stek merupakan salah satu cara untuk mempertahankan sifat-sifat baik tanaman induk (klon), karena dengan perbanyakan vegetative tidak terjadi perubahan sifat genotip pada tanaman. Pembibitan teh dengan stek merupakan cara yang paling untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah yang banyak, jenis klon yang ditentukan dapat dipastikan sifat keunggulannya sama dengan pohon induknya (Setyamidjaja, 2000). Pembibitan merupakan salah satu dari kegiatan budidaya tanaman teh yang penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan pada tahap pembibitan merupakan persiapan bahan tanam yang akan digunakan selama masa ekonomis tanaman teh baru dalam rangka mempertahankan produktivitas. Tujuan dilakukan pembibitan tanaman teh di kebun teh wonosari yaitu untuk memenuhi kebutuhan bibit kebun sendiri maupun kebun lain dalam lingkup kebun seinduk dalam hal penanaman ulang dan penanaman baru.

Kontributor: Dr. Ir.Hj. Siti Fatimah, M.Si.
Tanggal tercipta: 2021-04-27
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180311100049
No Koleksi: 180311100049


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-26808-180311100049-LAPORAN PKL_DESY MEILINDA PUTRI FIRDAUZI_180311100049.pdf - 926 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar