Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-05-16 14:05:28 • 708 klik
ISOLASI DAN HIDROLISIS PROTEIN TERIPANG (Holothuria sp.) DARI PERAIRAN MADURA DENGAN ENZIM PROTEASE DARI Lactococcus lactis
disusun oleh ITA AINUR ROHMAH
| Subyek: | PROTEIN TERIPANG |
| Kata Kunci: | PROTEIN TERIPANG |
[ Anotasi Abstrak ]
Teripang merupakan salah satu hewan yang memiliki keanekaragam spesies yang tinggi, dengan kekayaan kurang lebih 1.200 spesies yang tersebar diberbagai perairan dangkal tropika (Abu dan Rusliadi, 2020). Holothuria sp dibedakan menjadi enam ordo yaitu Dendrochirotida, Aspidochirotida, Dactylochirotida, Apodida, Molpadida dan Elasipoda (Nurwidodo et al., 2018). Teripang jenis Holothuria sp. menjadi salah satu jenis teripang yang banyak tersebar diperairan Indonesia. Teripang mengandung zat-zat senyawa aktif yang bermanfaat dalam bidang farmasi. Kajian penelitian mengenai manfaat dari bahan alami teripang telah banyak dilaporkan. Siringo (2017) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa bahan akitif yang dihasilakan oleh Holothuria sp. dapat bermanfaat sebagai antibakteri. Ekstrak teripang pasir Holothuria scabra dalam penelitian Putram et al., (2017) menunjukkan aktivitas antikanker. Potensi ekstrak dari Holothuria telah terbukti sebagai agen antibakteri karena adanya kandungan senyawa steroid, saponin, dan triterpenoid (Nimah et al., 2012). Kadar kimia teripang (Holothuria sp.) berdasakan penelitian Karmila et al. (2011) mengandung 87,03% air, protein 9,94%, lemak sebesar 0,54%, kadar abu 1,86% dan karbohidrat sebesar 0,64%. Kadar protein yang tinggi dari teripang berpotensi dijadikan sebagai produk hidrolisat protein. Hidrolisat protein merupakan produk hasil dari pengurain protein menjadi asam amino dan peptida yang lebih sederhana melalui proses hidrolisis asam, basa atau secara enzimatis (Nasution, 2019). Enzim protease merupakan salah satu jenis enzim yang biasa digunakan pada metode hidrolisis secara enzimatis. Enzim protease memiliki rentang pH dan suhu yang optimal dan luas serta tingkat reaksi yang cepat (Susanti dan Fibriana, 2017). Lactococcus lactis merupakan salah satu bakteri asam laktat (BAL) dari kelompok bakteri gram positif. Enzim protease yang bersumber dari Lact ococcus lactis mampu menghasilkan senyawa aktif turunan protein yang disebut dengan bakteriosin. Penggunaan enzim protease dari Lactococcus lactis dapat menkan kerusakan pada hidrolisat karena bakteriosin yang terkandung didalamnya tidak bersifat toksis dan mudah mengalami biodegradasi karena merupakan senyawa protein (Sunaryanto dan Tarwandi, 2015). Hidrolisat protein teripang adalah suatu produk hasil hidrolisis protein secara enzimatis dengan memanfaatkan enzim protease. Hidrolisis protein secara enzimatis dianggap paling menguntungkan dan aman karena kemampuan enzim dalam proses hidrolisis protein dapat menghasilkan hidrolsat yang terhindar dari kerusakan dan perubahan produk (Haslaniza et al., 2010). Hidrolisis enzimatis akan menghasilkan suatu peptida bioaktif, karena saat berikat dengan molekul protein peptida bersifat inaktif dan ketika proses hidrolisis peptida akan dilepaskan menjadi senyawa aktif (Padaga, 2017). Madura merupakan pulau yang terletak di timur laut Pulau Jawa yang dipisahkan dari Jawa oleh selat Madura, yang menghubungkan laut Jawa dan laut Bali. Keberadaan teripang spesies Holothuria sp. di Madura sangat banyak, dilaporkan dalam penelitian Wildati (2019), terdapat 14 spesies Holothuria sp. yang tersebar di perairan Madura. Pemanfaatan teripang oleh masyarakat madura masih terbatas untuk dijadikan makanan saja. Masyarakat nelayan di Kecamatan Socah Madura menjadikan teripang sebagai olahan kerupuk khas daerah yang biasa disebut dengan kerupuk blonyo dengan bentuknya lonjong serta terung berbentuk bulat (Haryanto, 2020). Pemanfaatan teripang indigenous Madura sebagai agen hidrolisat protein memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sumber peptida bioaktif yang memiliki sifat fungsional. Pemanfaatan teripang Madura sebagai agen hidrolisat protein secara enzimatis belum banyak diteliti. penelitian menggenai hidrolisat dan karakterisasi teripang indigenous Madura secara enzimatis merupakan penelitian yang penting untuk dilakukan sehingga luaran kedepannya diharapkan mampu menghasilkan peptida dari sumberdaya alam lokal Madura.
| Kontributor | : Dr. Firman Farid Muhsoni, S.Pi., M.Sc. |
| Tanggal tercipta | : 2022-07-13 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-1903351100003 |
| No Koleksi | : 1903351100003 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27257-1903351100003-LAPORAN AKHIR MAGANG RISET BRIN_ITA AINUR ROHMAH.pdf - 1591 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...
Kembali ke Daftar 