Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-05-19 08:14:21 • 645 klik
PENGELOLAAN PANTAI KELAPA SEBAGAI OBJEK WISATA DI KABUPATEN TUBAN
disusun oleh Rahma Dina Nunggal Ubaya
| Subyek: | PANTAI KELAPA |
| Kata Kunci: | PANTAI KELAPA |
[ Anotasi Abstrak ]
Indonesia di juluki sebagai negara maritim dimana wilayah perairan yang cukup besar dibandingkan dengan daratan (Paskarina, 2016). Wilayah idnonesia adalah 70% lautan dan 30% daratan, memiliki lebih dari 17.000 pulau yang terdiri dari pulau kecil sampai besar, serta garis pantai lebih dari 99.000 km. Indonesia juga dikenal dengan sebutan Nusantara yang berasal dari bahasa jawa kuno yakni nusa berarti pulau dan antara berarti rangkaian pulau-pulau (Soemarmi Diamantina, 2019). Garis pantai ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada lingkungan pesisir, potensi yang dimiliki pada wilayah pesisir ini yang akan menjadi permasalahan besar jika tidak dikelola secara baik oleh masyarakat ataupun pemerintah, sehingga dapat menjadi ancaman bagi bagi kelestarian kawasan pesisir ketika tidak dikelola dengan baik dan benar. Kawasan pesisir mempunyai potensi yang sangat besar di bidang kelautan dan perikanan, salah satu penghasilan masyarakat pesisir yakni nelayan dan ekowisata ((Mufriadi et al., 2019). Pantai merupakan perbatasan daratan dengan laut atau bagian yang terpengaruh atau terkena air laut, dengan daerah pasang tertinggi dan surut terendah. Pantai salah satu tempat dimana berbagai biota maupun aktivitas manusia dapat ditemukan dan pantai juga dijadikan suatu primadona obyek rekreasi dengan potensi pemanfaatan dari kegiatan pasif dan aktif (Sugandi, 2016). Pembanggunan pantai sebagai tempat wisata bagi masyarakat mengharuskan pengelolaan lingkungan secara baik, pengunjung tempat wisata akan menuntut dan menginginkan lingkungan yang memiliki tingkat kebersihan yang sangat tinggi. Kebersihan lokasi wisata tidak dapat dipasrahkan kepada pemerintah atau kedinasan yang ada serta lembaga pengelola pariwisata, hal ini harus melibatkan semua aspek atau pihak yang terkait yakni masyarakat yang bertempat tinggal di area tersebut. Partisipasi pengelola kawasan pariwisata sangat diperlukan dalam tercipta lingkungan wisata pantai yang baik sekaligus kelestariannya tetap terjaga (Aswita et al., 2017). Pemanfaatan pantai sebagai tempat wisata dapat memberi dampak baik salah satunya kegiatan pembelajaran outdoor study. Pembelajaran outdoor study merupakan salah satu alternatif yang dilakukan dalam memanfaatakan lingkungan pantai sebagai sesuatu yang dapat memberikan kemudahan, memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang diperlukan serta kawasan pantai juga bisa digunakan sebagai tempat pariwisata (Anggini, 2016). Pariwisata sangat membantu dalam menunjang sektor perekonomian masyarakat sekitar, dimana dengan adanya pengelolaan wisata pantai dapat menjadikan ladang masyarakat untuk berjualan di area pantai dan juga lowongan kerja bagi masyarakat wilayah pesisir. Pemanfaatakan pantai sebagai tempat wisata juga perlu diperhatikan agar tidak membawa dampak negatif yakni lingkungan yang terdegradasi akibat eksploitasi sumberdaya untuk aktivitas, sehigga perlu dilakukan pengelolaan pariwisata secara berkelanjutan (Asmin, 2018). Pemanfaatan wisata secara berkelanjutan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang dan juga bisa implikasi positif terhadap kelestarian lingkungan. Pemanfaat tersebut sesuai dengan pemanfaatan pantai kelapa, dimana dengan adanya pengelolaan wisata pantai kelapa dapat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadapat perekonomian masyarakat sekitar (Nugroho, 2018). Pantai kelapa termasuk salah satu ikon wisata terbaik di kabupaten tuban yang di juluki bumi wali, jenis pasir pantai kelapa yakni pasir putih yang memberikan nilai tersendiri bagi estetika pantai sebagai objek ekowisata. Pantai kelapa memiliki ciri khas dengan dikelilingi deretan pohon kelapa yang menutupi tepian pantai dan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung, karena pengunjung dapat menikmati keindahan degan suasana yang nyaman dan asri. Lokasi destinasi wisata pantai kelapa ini menyuguhkan pemandangan yang sangat menarik dan cocok digunakan untuk bersantai bersama keluarga, rekan kerja dan pembelajaran outdoor study (Nugroho, 2018). Acara atau event besar juga sering dilaksanakan di pantai kelapa dengan menyewa tempat untuk melangsungkan acaranya seperti pernikahan, ulang tahun, senam, event seponsor produk, outbond dan perkemahan. Hari ibu pada tanggal 22 Desember 2022 juga terdapat banyak wisatawan yang berkegiatan di pantai kelapa salah satunya MI Muhammadiyah Banteng Putih Karanggeneng dan Paud Aisyiyah Bustanul Atheal Banteng Putih Karanggeneng.
| Kontributor | : Dr. Akhmad Farid, S.Pi., MP. |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-14 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200351100026 |
| No Koleksi | : 200351100026 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27265-200351100026-Laporan PKL_Rahma Dina Nunggal Ubaya_200351100026.pdf - 10491 KB
Dokumen sejenis...
Dokumen yang bertautan...- PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI POKDARWIS PANTAI KELAPA PANYURAN DI KABUPATEN TUBAN
- PENGELOLAAN PANTAI KELAPA SEBAGAI OBJEK WISATA DI KABUPATEN TUBAN
Kembali ke Daftar 