Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-05-24 08:55:07  •  463 klik

UPAYA EKOWISATA KONSERVASI PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI PANTAI CEMARA PAKIS BANYUWANGI
disusun oleh VITA NISA ARIANTI

Subyek: PENYU LEKANG
Kata Kunci: PENYU LEKANG

[ Anotasi Abstrak ]

Penyu merupakan salah satu hewan yang terancam punah dan salah satu hewan yang dilindungi keberadaanya. Secara internasional, penyu masuk ke dalam daftar merah di International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dan Appendix 1 di Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) yang berarti bahwa keberadaannya terancam punah dan keberadaan penyu dan keturunannya harus diperhatikan dengan serius. Penyu yang terdapat di indonesia telah dilindungi oleh Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Peraturan tersebut mengarahkan bahwa penyu danketurunannya termasuk telur tidak boleh diperjual belikan penyu telah mengalami penurunan jumlah populasi dalam jangka waktu terakhir ini bahkan beberapa spesies terancam kepunahan, penyu yang terdapat dialam atau baru menetas menghadapi ancaman kematian dari hewan-hewan seperti kepiting, burung, dan reptilia lainnya seperti biawak, ancaman yang paling besar bagi penyu di Indonesia, seperti juga halnya di seluruh dunia, sumber utama merupakan manusia. Pembangunan daerah pesisir yang berlebihan telah mengurangi habitat penyu untuk bersarang, penangkapan penyu untuk diambil telur, daging, kulit dan cangkangnya yang membuat populasi penyu terancam punah (Alfinda, 2017). Penyu lekang (Lepidochelys olivacea) merupakan hewan dalam kelas reptilia yang masa hidupnya hampir seluruhnya berada di lautan dan termasuk hewan ovipar dan pembuahan telur berlangsung didalam tubuh induk, penyu merupakan reptil yang hidup di laut serta mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan AsiaTenggara, pantai sebagai tempat penyu bertelur memiliki persyaratan umum antara lain mudah dijangkau dari laut, posisinya harus cukup tinggi untuk mencegah telur terendam oleh air pasang dan pasirnya relatif lembut (loose) dan berukuran sedang untuk mencegah runtuhnya lubang sarangpada saat pembentukannya. pemilihan lokasi ini dimaksudkan agar telur berada dalam lingkungan bersalinitas rendah, lembab dan substrat memiliki ventilasi yang baik sehingga telur-telur tidak tergenangair selama masa inkubasi, lingkungan yang heterogen dan relatif luas untuk membuat sarangtelurnya merupakan karakteristik yang disukai penyu untuk bertelur (Nampipulu Hadjon, 2019). Konservasi merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat mencegah punahnya habitat penyu, mencegah adanya pemanfaatan penyu demi kepentingan komersial seperti penjualan telur, daging, maupun cangkang dan dapat menjadi sarana berbagi ilmu atau edukasi kepada masyarakat secara luas tentang pentingnya konservasi penyu demi menjaga habitat penyu di Indonesia agar tidak punah. Penunjang sarana dan prasarana ekowisata konservasi penyu merupakan ruangan tambahan dan tambahan alat-alat tertentu yang digunakan untuk penunjang segala kegiatan yang berada di ekowisata konservasi penyu. Kegiatan konservasi sangat perlu dilakukan karena untuk mengetahui perlindungan dan pelestarian penyu secara merata dan meluas untuk mencegah populasi penyu yang terancam punah (Nampipulu Hadjon, 2019).

Kontributor: Dr. Akhmad Farid,S.Pi,MT
Tanggal tercipta: 2022-05-15
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200351100012
No Koleksi: 200351100012


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27276-200351100012-VITA NISA ARIANTI_200351100012_LAPORAN PKL.pdf - 6537 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar