Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-06-05 08:12:40  •  919 klik

RANTAI PENANGANAN IKAN SWANGGI (Priacanthus tayenus) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG
disusun oleh Ria Novitasari

Subyek: IKAN SWANGGI
Kata Kunci: IKAN SWANGGI

[ Anotasi Abstrak ]

Ikan swanggi (Priacanthus tayenus) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang umumnya terdapat di daerah terumbu karang dengan ciri-ciri tubuhnya berwarna merah muda, memiliki mata besar, dan terdapat bintik berwarna kehitaman pada sirip perut. Ikan swanggi pada mulanya bukan termasuk ikan hasil tangkapan utama (hasil tangkapan sampingan) namun seiring berjalannya waktu terutama pada waktu sekarang ini berubah menjadi salah satu hasil tangkapan utama oleh nelayan karena bersifat komersial dan dapat dijadikan sebagai komoditas ekspor. Ikan swanggi memiliki nilai jual yang terjangkau sehingga menjadikan ikan swanggi banyak digemari oleh konsumen. Ikan swanggi selain memiliki nilai ekonomi untuk dijual juga memiliki nilai ekologis karena menjadi salah satu jenis ikan karang yang memiliki peranan dalam struktur trofik perairan (Prihatiningsih et al., 2013). Penangkapan ikan di Brondong menggunakan beberapa jenis alat tangkap seperti rawai, pancing, dan jaring tarik berkantong. Alat tangkap berupa jaring tarik berkantong paling banyak digunakan oleh nelayan yang berada di bagian utara salah satunya yaitu di Brondong, Lamongan sehingga alat tangkap jaring tarik berkantong banyak digunakan oleh nelayan yang mendaratkan kapalnya di dermaga PPN Brondong, Alat tangkap jaring tarik berkantong bentuknya seperti cantrang karena alat tangkap ini hasil modifikasi dari alat tangkap cantrang yang mulanya ukuran mata jaring sebesar 5-9 inchi diganti menjadi 15 inchi sehingga ikan target (ikan demersal) yang berukuran besar mudah masuk perangkap dan ikan yang berukuran kecil mudah keluar dari perangkap dan tidak ikut tertangkap (Wardani Zainuri, 2023) . Jaring tarik bekantong berbentuk kerucut dan pengoperasiannya dibantu oleh mesin gardan untuk menarik tali selambar dengan hasil tangkapan rata-rata sekitar 7.121 kg/trip. Alat tangkap cantrang sebenarnya sudah dilarang karena dianggap tidak ramah lingkungan karena mengganggu atau bahkan merusak ekosistem laut dimana sifat dari alat tangkap cantrang tidak selektif sehingga menangkap semua ukuran biota yang ada di laut, sehingga pada beberapa pelabuhan terutama Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong mulai beralih ke jaring tarik berkantong (Giamurti et al., 2015). Putra et al., 2020 menyatakan bahwa dominasi ikan yang tertangkap oleh alat tangkap jaring tarik berkantong adalah ikan swanggi (Priacanthus tayenus) sebesar 38%, kurisi (Nemipterus japonicus) sebesar 30%, biji nangka (Upeneus moluccensis) sebesar 11%, cumi-cumi (Loligo sp.) sebesar 9%, kuniran (Upeneus moluccensis) 6%, dan kapas-kapas (Geres punctatus) sebesar 6%. Dominasi ikan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong adalah ikan swanggi sebesar 38% sehingga menunjukkan bahwa ikan swanggi menjadi tangkapan utama nelayan di daerah tersebut. Hasil tangkapan yang didapatkan oleh nelayan memiliki kualitas baik dan buruk, ikan yang memiliki kualitas baik yaitu masih dalam kondisi segar, dagingnya kenyal, matanya bagus (cembung), insangnya berwarna kemerahan, dan suhunya pada kondisi normal dengan kisaran dibawah 4°C. Suhu ikan mempengaruhi kesegaran ikan, dimana menjaga suhu yang baik dapat dilihat dari penanganannya dengan membawa perbekalan es dan air yang cukup sehingga nantinya hasil tangkapan yang diperoleh dengan perbekalan es beserta air seimbang dan dapat menjaga suhu ikan agar tetap baik ketika didaratkan di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) (Yunanda et al., 2018). Pelabuhan merupakan daerah perairan yang terlindungi dari ancaman gelombang dan dilengkapi dengan fasilitas terminal laut. Fasilitas yang ada di pelabuhan meliputi dermaga dimana kapal dapat bertambat untuk bongkar muat barang, gudang, dan tempat bersandarnya kapal. Pelabuhan memiliki fungsi sebagai tempat untuk berlabuhnya kapal dan sebagai pusat pengembangan masyarakat nelayan serta pusat kegiatan ekonomi perikanan (produksi, pengolahan, pemasaran hasil perikanan, dan pangkalan armada perikanan). Pelabuhan di Indonesia yang cukup terkenal dan menjadi salah satu pelabuhan terbesar di Jawa Timur yaitu Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong memiliki peranan strategis dalam pengembangan perikanan dan kelautan, yaitu sebagai pusat kegiatan perikanan laut terutama yang berada di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pendataan hasil tangkapan ikan di PPN Berondong belum banyak diketahui terutama pada hasil tangkapan ikan swanggi pada kapal yang berukuran 27-30 GT. Andriyan et al., 2022 telah melakukan pendataan hasil tangkapan ikan (semua jenis ikan) di PPN Brondong pada alat tangkap cantrang yang telah dimodifikasi menjadi jaring tarik berkantong. Putra et al., 2020 melakukan pendataan hasil tangkapan pada beberapa alat tangkap. Pendataan hasil tangkapan yang spesifik pada satu jenis ikan yaitu ikan swanggi belum pernah dilakukan. Pendataan ikan swanggi tersebut dilakukan dengan diiringi dengan mengetahui rantai penanganan ikan di pelabuhan sudah baik atau belum. Rantai penanganan ikan dapat mempengaruhi kesegaran ikan dan kualitas ikan. Rantai penanganan ikan dimulai dari proses bongkar muat ikan diatas kapal sampai dengan proses penimbangan atau sebelum distribusi di pelabuhan. Penanganan ikan setelah penangkapan memegang peranan penting untuk memperoleh nilai jual yang maksimal dan menentukan proses selanjutnya untuk menghasilkan produk olahan ikan yang bermutu baik, sehingga tahapan yang dilakukan untuk penanganan harus benar. Pendataan ikan swanggi pada kapal yang berukuran 27- 30 GT perlu dilakukan untuk mengetahui produksi ikan swanggi dan rantai penanganan ikan yang di didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong untuk mengetahui ratai penanganan ikan di pelabuhan sudah baik atau belum, sehingga perlu dilakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) untuk mengetetahui informasi lebih lanjut di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondrong, Lamongan.

Kontributor: Dr. Hafiludin, S.Pi., M.Si.
Tanggal tercipta: 2023-05-29
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200351100045
No Koleksi: 200351100045


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27322-200351100045-Ria Novitasari_200351100045_MSP.pdf - 3000 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar