Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-06-07 08:36:54  •  224 klik

STUDI KASUS SUNGAI BRANTAS : STRATEGI TEMPAT PENGELOLAAN SAMPAH REDUCE, REUSE & RECYCLE (TPS 3R) WRINGIN ASRI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PROGRAM ZERO WASTE CITIES
disusun oleh DHITO MAULANA ANDRIANSYAH

Subyek: SUNGAI BRANTAS
Kata Kunci: SUNGAI BRANTAS

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan negara yang tingkat pertumbuhan penduduknya dinilai cukup tinggi. Peningkatan populasi manusia dan gaya hidup khususnya di kota-kota besar secara tidak langsung akan berdampak pada timbulnya sampah yang memberikan pengaruh signifikan terhadap lingkungan disebabkan oleh banyaknya aktivitas industri yang tidak ramah lingkungan yang dapat menghasilkan limbah yang berbahaya dan sampah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan berbagai dampak, seperti contoh dampak terhadap lingkungan serta ekosistem (Taufiq & Maulana, 2015). Seiring berjalannya waktu sampah semakin meningkat, sehingga terjadi masalah belum adanya pengelolaan sampah dengan baik. Pembuangan sampah serta bahan pencemar lainnya yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi awal dari pencemaran lingkungan perairan yang berakibat menurunnya kualitas air (Sholikhah Zunariyah, 2020). Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), penduduk Indonesia setiap hari dapat menghasilkan 0,8 kg sampah per orang atau total sebanyak 189.000 ton/hari sampah yang dihasilkan (Purnomo Setiawan, 2019). Sungai Brantas berperan penting sebagai sumber air baku air minum. Namun, air di Sungai Brantas mengalami penurunan kualitas dan sampah yang seharusnya dibuang ke tempat sampah justru terbuang ke sungai. Jenis sampah yang paling sering ditemukan adalah sampah plastik, padahal sampah plastik yang nantinya akan terpecah menjadi mikroplastik ini dapat membahayakan kehidupan makhluk di sekitar sungai. Sungai Brantas terancam terkontaminasi oleh mikroplastik, dikarenakan Sungai Brantas melewati wilayah permukiman penduduk, aktivitas industri dan pertanian (Wijaya Trihadiningrum, 2019). Oleh karena itu, ECOTON (Ecological Obsevasi And Wetlands Conversation) yang merupakan yayasan pemerhati lingkungan khususnya Sungai Brantas yang berdiri sejak tahun 1996 berniat menjalankan program yang bernama Zero Waste Cities. Edukasi yang dapat dilakukan kepada masyarakat meliputi sosialisasi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah. ECOTON merupakan yayasan yang bergerak di bidang lingkungan khususnya lahan basah seperti sungai dan merupakan salah satu pihak yang ikut serta dalam pemulihan Sungai Brantas. Yayasan ini telah banyak melakukan aktivitas- aktivitas yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi Sungai Brantas yang sudah tercemar. ECOTON mendidik masyarakat untuk sadar lingkungan, memberikan teguran terhadap pihak-pihak yang berpengaruh dalam tindak pencemaran dan melakukan program pendampingan masyarakat mengenai lingkungan.

Kontributor: Dr. Firman Farid Muhsoni, S.Pi.,M.Sc.
Tanggal tercipta: 2022-06-27
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190351100057
No Koleksi: 190351100057


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27332-190351100057-Dito PKL.pdf - 2625 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar