Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-12 08:25:40 • 235 klik
PENGOLAHAN LAHAN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) DI PT. MORINGA ORGANIK INDONESIA
disusun oleh WARDAH MASITA
| Subyek: | KELOR |
| Kata Kunci: | KELOR |
[ Anotasi Abstrak ]
Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lamk) merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor merupakan tanaman perdu dengan tinggi 7-11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Kelor dapat tumbuh pada daerah tropis dan subtropis pada semua jenis tanah dan tahan terhadap musim kering dengan toleransi terhadap kekeringan sampai 6 bulan. Tanaman kelor disebut dengan naman “The Miracle Tree” karena memiliki potensi untuk menyelesaikan permasalahan kekurangan gizi, serta mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Tanaman kelor Kelor memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia antara lain dapat menyembuhkan penyakit seperti jantung, kanker, diabetes, rematik, alergi, dan obesitas. Daun kelor merupakan sumber nutrisi dan energi alami yang baik dengan nilai gizi yang tinggi seperti phytochemical, vitamin, mineral, protein dan asam amino. Tanah merupakan media pertumbuhan tanaman, keadaan suatu tanah dapat mempengaruhi mutu dari tanaman yang tumbuh diatasnya. Tanaman dapat tumbuh serta mampu memberikan hasil yang baik jika kondisi tanah cukup kuat dalam menunjang tegaknya tanaman, tidak mempunyai lapisan penghambat perkembangan akar, aerasi baik, kemasaman disekitar netral, tidak mempunyai kelarutan garam yang tinggi dan cukup tersedia unsur hara dan air dalam kondisi yang seimbang. Penyiapan lahan pada prinsipnya bertujuan untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Secara umum penyiapan lahan terdiri dari dua kegiatan yaitu: (1) pembersihan areal dari sisa hasil tebangan (batang maupun tunggul) dan (2) pengolahan tanah. Untuk mendapatkan keadaan tanah yang baik, salah satu caranya adalah dengan pengolahan tanah. Pengolahan tanah merupakan kegiatan mekanisme terhadap tanah untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Berdasarkan caranya pengolahan tanah ada 3 yaitu : tanpa olah tanah (zero tillage), pengolahan tanah minimum (minimum tillage), dan pengolahan tanah maksimum (Wawointana et al., 2017). dengan adanya pengolahan tanah yang tepat dan sempurna maka sifat fisik, kimia dan biologi tanah berubah bisa beurbah menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan terpecahnya agregat tanah menjadi lebih halus serta dapat menjadikan udara dan air lebih leluasa masuk ke dalam tanah, yang menyebabkan terjadi perubahan struktur dan komposisi kimia tanah. Kelor memerlukan tanah yang baik, kering liat atau berpasir untuk pertumbuhan yang optimal. Artinya, media tanam untuk kelor haruslah yang mudah ditembus oleh perakaran dan dapat meneruskan air atau tidak membuat air tergenang. Kemudahan dalam penyebaran akar merupakan kondisi yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelor serta dapat menjaga kualitas dari nilai gizi pada tanaman kelor itu sendiri.
| Kontributor | : Dr. Catur Wasonowati, SP., M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-02 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200311100006 |
| No Koleksi | : 200311100006 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27352-200311100006-WARDAH MASITA 200311100006 LAPORAN PKL.pdf - 8788 KB
Dokumen sejenis...- Efektifitas Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera)Sebagai Sifat Antimikrobia
- UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBIA EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli, Salmonella sp. dan Staphylococcus aureus
- KARAKTERISTIK MUTU MINYAK GORENG KELAPA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera)
- PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl.) DENGAN TIANG PANJAT TANAMAN KELOR
- VARIASI EKSTRAKSI BIJI KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP AKTIFITAS ANTIOKSIDAN
Dokumen yang bertautan...- Efektifitas Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera)Sebagai Sifat Antimikrobia
- UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBIA EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli, Salmonella sp. dan Staphylococcus aureus
- KARAKTERISTIK MUTU MINYAK GORENG KELAPA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera)
- PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl.) DENGAN TIANG PANJAT TANAMAN KELOR
- VARIASI EKSTRAKSI BIJI KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP AKTIFITAS ANTIOKSIDAN
Kembali ke Daftar 