Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-12 14:08:47 • 915 klik
TEKNIK PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) MENGHASILKAN DI PTPN XII KEBUN KENDENGLEMBU, BANYUWANGI
disusun oleh AJI SUTOPO
| Subyek: | GULMA KAKAO |
| Kata Kunci: | GULMA KAKAO |
[ Anotasi Abstrak ]
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan sangat potensial untuk dikembangkan. Indonesia merupakan negara produsen kakao terbesar ke 3 di dunia. Luas areal produksi kakao pada tahun 2021 seluas 1.497.467 ha dengan produksi 728.048 ton dengan produktivitas sebanyak 486,2 kg/ha. Luasan areal perkebunan kakao di Indonesia 98% merupakan perkebunan kakao rakyat (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2021). Pada proses pengembangan produksi tanaman kakao terdapat tantangan antara lain penurunan areal 0,39% per tahun, penurunan produksi 0,41% per tahun dalam 10 tahun terakhir, dan rendahnya produktivitas yaitu hanya 0,42 ton/ha (Direktorat Jenderal Perkebunan 2019). Menurut Kristanto (2011) menurunnya tingkat produksi dipengaruhi oleh faktor lahan, modal, tenaga kerja, pupuk, bibit, dan pestisida. Demikian juga teknik budidaya tanaman yang masih rendah seperti pemupukan, pemangkasan, sanitasi dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Pertumbuhan gulma pada perkebunan kakao merupakan masalah yang perlu diperhatikan. Hal tersebut karena jumlah gulma yang tumbuh pada perkebunan kakao menyebabkan gangguan pada hasil produktivitas. Gulma yang tumbuh pada areal perkebunan kakao bisa menyebabkan terjadinya persaingan dalam penyerapan unsur hara, nutrisi, air dan sinar matahari. sehingga menghambat pertumbuhan tanaman dan tempat untuk sumber hama atau penyakit. Keberadaan gulma juga bisa menghasilkan senyawa alellopati yang bersifat toksik terhadap tanaman kakao. Keberadaan gulma yang biasanya terdiri dari rumput (Graminae), teki (Cyperaceae) atau herba lunak (Asteraceae) dan paku – pakuan (Pteridophyta) mempunyai sebaran akar sama seperti kakao, sehingga keberadaan gulma merepresentasikan ancaman berkurangnya ketersediaan sumberdaya alam untuk kehidupan kakao. Kerugian yang ditimbulkan gulma terlihat pada penurunan hasil tanaman budidaya (Istikana, 2019) Luasnya pertumbuhan gulma menyebabkan kesulitan dalam kegiatan kultur teknis seperti pemupukan, wiwil kasar (WK), dan menunas. Oleh karena itu perlu adanya pengendalian gulma untuk menekan kerugian yang disebabkan oleh gulma untuk meningkatkan hasil produktivitas tanaman kakao dan lingkungan perkebunan. Pengendalian tersebut bisa dilakukan secara manual menggunakan peralatan seperti sabit dan cangkul, sedangkan pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan menyemprotkan herbisida.
| Kontributor | : Dr. Agr. Eko Setiawan, SP. M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-09 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200311100112 |
| No Koleksi | : 200311100112 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27355-200311100112-AJI SUTOPO_200311100112_LAPORAN PKL.pdf - 5593 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- STUDI PANEN DAN PASCAPANEN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI PTP NUSANTARA XII KALITELEPAK, BANYUWANGI
- PENGARUH WAKTU PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.)
- PENGARUH PENYIANGAN TERHADAP INDEKS NILAI PENTING SPESIES GULMA YANG TUMBUH PADA AREAL KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.)
- DAYA SAING DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BIJI KAKAO (Cocoa beans) INDONESIA KE MALAYSIA DALAM SKEMA CEPT-AFTA
- PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN FREKUENSI PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS LOKAL MADURA
Kembali ke Daftar 