Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-06-13 13:59:32  •  201 klik

TEKNIK PERBANYAKAN SECARA VEGETATIF TANAMAN STROBERI (Fragaria Sp.) DI CV. CEMPAKA MULYA
disusun oleh SISKA YULIYANA TOYYIBAH

Subyek: STROBERI
Kata Kunci: STROBERI

[ Anotasi Abstrak ]

CV. Cempaka Mulya merupakan salah satu perusahaan yang digunakan oleh mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Trunojoyo Madura sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan PKL. CV. Cempaka Mulya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penangkaran bibit yang menangani beberapa komoditas seperti buah-buahan dan tanaman hias. Salah satu komoditas yang menjadi unggulan di perusahaan ini adalah tanaman buah jenis tanaman stroberi yang memiliki kegiatan mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan hingga proses pemasaran. Stroberi (Fragaria sp.) merupakan tanaman buah yang menarik secara visual dengan warna merah cerah kontras dengan dedaunan hijau, dan dapat digunakan sebagai kawasan agrowisata alternatif yang menarik banyak wisatawan. Selain warnanya yang menarik, lebih dari 96% buahnya dapat dimakan, dengan energi 37 kalori, 0,8 g protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfat air, dan banyak elemen bergizi lainnya per 100 g buah (Maryani dkk. 2013). Stroberi adalah buah dengan nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, stroberi memiliki potensi agrobisnis yang sangat menjanjikan, berdasarkan daya serap pasar dan permintaan global yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Meski prospek industri stroberi cukup menjanjikan, namun jika produksi buah tidak dapat memenuhi permintaan pasar, maka harga jual stroberi akan sangat tinggi (Siagian dkk. 2016). Menurut Susianti dkk. (2015), konsumsi stroberi per kapita mengalami peningkatan sebesar 1,5% dalam sepuluh tahun terakhir. Namun permintaan stroberi yang meningkat dan tidak diimbangi dengan kualitas produksi stroberi menyebabkan harganya menjadi tidak stabil. Menurut Badan Pusat Statistik (2012), impor stroberi segar Indonesia pada tahun 2011 sebanyak 210 ton. Upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor harus dilakukan dengan strategi perbanyakan untuk memenuhi permintaan pasar. Tanaman stroberi diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Cara perbanyakan generatif yang paling umum adalah dengan biji, namun cara ini jarang digunakan karena membutuhkan waktu yang lama. Tanaman stroberi diperbanyak secara vegetatif dengan memisahkan rumpun tanaman induk (anakan) dan stolon (Ni’matillah dkk. 2014). Tanaman stroberi umumnya diperbanyak secara vegetatif dengan memisahkan stolon dari induknya. Stroberi dapat diperbanyak lebih cepat dengan cara ini (Maryani dkk. 2013). Menurut Zaimah dkk. (2013), tanaman stroberi menghasilkan buah pada umur 8 minggu setelah tanam (MST), dan selama periode ini menghasilkan stolon. Cabang stroberi yang tumbuh mendatar sejajar dengan permukaan tanah menjadi stolon (merayap).

Kontributor: Dr. Ir. H. Ahmad Arsyadmunir, M.Si.
Tanggal tercipta: 2023-05-16
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100035
No Koleksi: 200311100035


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27360-200311100035-SISKA YULIYANA TOYYIBAH_035_LAPORAN PKL.pdf - 6351 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar