Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-13 14:01:59 • 998 klik
TEKNIK PERBANYAKAN SECARA VEGETATIF TANAMAN SIRIH GADING (Epipremnum aureum) DI CV. CEMPAKA MULYA
disusun oleh QODRIYAH UMAYYI
| Subyek: | SIRIH GADING |
| Kata Kunci: | SIRIH GADING |
[ Anotasi Abstrak ]
Hortikultura adalah ilmu, seni, dan teknologi mengelola tanaman sayuran, buah, hias, dan obat obatan. Hortikutura bersal dari bahasa latin “hortus” dan “colere” yang berartikan kebun dan berkembang. Secara harfiah istilah Hortikultura diartikan sebagai usaha membudidayakan tanaman buah-buahan, sayuran dan tanaman hias. Selain buah-buahan, sayuran dan tanaman hias, tanaman obat-obatan juga termasuk dalam kelompok hortikultura. Jika dilihat dari fungsinya tanaman hortikultura dapat memenuhi kebutuhan jasmani sebagai sumber vitamin, mineral dan protein (dari buah dan sayur), serta memenuhi kebutuhan rohani karena dapat memberikan rasa tenteram, ketenangan hidup dan estetika (tanaman hias/bunga) (Pitaloka, 2017). Tanaman hias (Ornamental plant) merupakan suatu tanaman bunga atau dedaunan yang memiliki bentuk serta warna yang indah. Seiring dengan perkembangan zaman, tanaman hias biasanya sering diidentikkan dengan tanaman yang memiliki bunga, cabang, tangkai, daun, aroma serta akar yang dapat menarik serta memiliki suatu nilai estetika seni yang tinggi (Evinola, 2019). Menurut Iriani (2020), berdasarkan struktur fisik estetika yang dimiliki oleh tanaman hias, maka dapat dibedakan atas beberapa macam kelompok, yaitu tanaman hias bunga, tanaman hias daun, tanaman hias buah dan tanaman hias batang. Tanaman hias daun adalah tanaman yang organ daun dari tanaman itu merupakan bagian yang dapat menarik untuk dinikmati secara visual. Keindahan dari organ daun tersebut dapat dilihat dari bentuk, susunan tulang daun, warna daun, struktur daun tunggal atau majemuk, lebar atau sempitnya luas permukaan daun, serta aroma yang dapat dikeluarkan oleh daun tersebut. Salah satu contoh tanaman hias daun, yaitu tanaman sirih gading. Sirih gading (Epipremnum aureum) merupakan tanaman hias yang termasuk dalam famili Araceae. Sirih gading (E. aureum) merupakan salah satu tanaman hias indoor maupun outdoor yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Hal ini sebabkan karena tanaman ini mampu hidup dengan subur diiklim tropis dan juga memiliki daun yang unik, yaitu berbentuk hati (Situmorang, 2017). Pemilihan tanaman hias sirih gading (Epipremnum aureum). Sebagai objek Praktik Kerja Lapang karena tanaman ini dapat tumbuh pada kondisi iklim Indonesia, mudah perawatannya, mudah diamati dan diukur pertumbuhannya, seperti jumlah daun, lebar daun, panjang daun, tinggi batang, dan panjang akar. selain itu tanaman hias ini juga memiliki nilai jual tinggi yang menjanjikan keuntungan yang baik dan hasil secara ekonomi tinggi. Tumbuhan ini termasuk salah satu jenis tanaman hias yang biasa ditanam sebagai penghias pekarangan atau juga sering diletakkan di dalam ruangan sehingga tanaman ini cocok ditanam dalampot. Sirih gading ini mudah dikenali karena daunnya yang memiliki bentuk seperti hati dan berukuran cukup besar, warnanya memiliki corak berwarna kuning cerah hingga kuning pucat. Jika tanaman ini ditanam dalam pot, maka daunnya akan ikut mengecil (Putriningsih, 2019). Tanaman sirih gading ini merupakan tanaman tahunan yang mudah diperbanyak. Agar tanaman hias sirih gading tersebut dapat tumbuh dengan baik, maka perlu diperhatikan faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Tanaman hias sirih gading dapat dibiakkan melalui pembiakan secara vegetatif dengan cara stek. Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan bagian batang, akar atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru. Tanaman yang diperbanyak secara vegetatif akan dijamin memiliki sifat yang identik sama dengan induknya. Selain itu, dapat diperoleh calon sirih gading baru dalam jumlah yang banyak serta dengan waktu yang singkat.
| Kontributor | : Dr. Ir. H. Ahmad Arsyadmunir, M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-16 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200311100017 |
| No Koleksi | : 200311100017 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27361-200311100017-LAPORAN PKL_200311100017_QODRIYAH UMAYYI.pdf - 4945 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...
Kembali ke Daftar 