Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-06-16 13:59:37  •  686 klik

TEKNIK KULTUR Chlorella sp. SKALA LABORATORIUM DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU JEPARA JAWA TENGAH
disusun oleh YULIA MAGFIROH

Subyek: AIR PAYAU
Kata Kunci: AIR PAYAU

[ Anotasi Abstrak ]

Perkembangan dan kemajuan budidaya perikanan di Indonesia yang semakin meningkat tidak terlepas dengan ketersediaan pakan. Faktor terpenting dalam budidaya perikanan adalah pakan ikan. Biaya produksi dalam budidaya perikanan dapat ditekan dengan menggunakan pakan alami. Pakan alami memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan pakan buatan, sehingga sangat baik untuk kegiatan budidaya ikan (Mufidah et al., 2017). Pakan alami memiliki sifat daya cerna yang baik, mudah didapatkan dan mudah dibudidayakan. Pakan alami mampu dikembangbiakan dalam waktu yang cepat dan budidayanya membutuhkan biaya yang relatif murah. Pakan alami berfungsi sebagai sumber energi yang dapat meningkatkan pertumbuhan, kelangsungan hidup, ketahanan stres larva ikan dan udang. Kultur fitoplankton menjadi bentuk usaha dalam memperoleh pakan alami yang baik dan untuk mempermudah dalam mencapai target kegiatan budidaya perikanan. Fitoplankton yang sering digunakan dalam produksi budidaya perikanan salah satunya yaitu Chlorella sp. (Swari et al., 2019). Chlorella sp. seringkali dimanfaatkan untuk pembenihan organisme perairan, hampir semua hatchery sebagai pakan langsung maupun tidak langsung yang diberikan pada larva ikan atau udang. Fitoplankton dimakan oleh zooplankton kemudian larva ikan atau udang memakan zooplankton tersebut dan menjadi sebuah rantai makanan. Pakan alami yang berjenis Chlorella sp. ini, menjadi sumber nutrisi penting pada stadium awal pertumbuhan dan perkembangan suatu organisme. Chlorella sp. memiliki kandungan nutrisi protein 51-58%, minyak 28- 32%, lemak 14-22%, asam nukleat 4-5%, dan karbohidrat 12-17% (Rachmaniah et al., 2010). Chlorella sp. merupakan salah satu jenis mikroalga yang bermanfaat untuk berbagai keperluan seperti obat-obatan yang mengandung (antioksidant dan anti- inflamasi), kosmetik, bioakumulator logam berat, dan alternatif biodiesel. Chlorella sp. dapat hidup pada lingkungan yang tercemar dan sebagai agen bioremediasi yang baik dalam memakai logam berat sebagai logam essensial untuk metabolisme (Aprilliyanti et al., 2016). Teknik kultur fitoplankton yang berjenis Chlorella sp. ini dilakukan di Balai Besar Perikanan Air Payau Jepara dengan beberapa metode diantaranya skala laboratorium, skala semi massal, dan skala massal. Analisis kualitas air dalam kultur Chlorella sp. skala laboratorium bertujuan agar lebih terkontrol karena dilakukan di dalam ruangan tertutup, sehingga perubahan lingkungan dapat dikendalikan oleh AC (Air Conditioner). Faktor utama yang menentukan keberhasilan pertumbuhan dalam kultur Chlorella sp. yaitu inokulum atau pemupukan dengan pupuk KW21 dan kualitas air media kultur. Parameter kualitas air yang diukur dalam kultur Chlorella sp. skala laboratorium yaitu pH, salinitas, DO, amonia, nitrit dan nitrat.

Kontributor: Haryo Triajie, S.Pi., M.Si
Tanggal tercipta: 2023-03-29
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200351100041
No Koleksi: 200351100041


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27385-200351100041-Draft.LAPORAN PKL YULIA MAGFIROH.pdf - 1641 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar