Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2023-06-19 08:30:40  •  542 klik

MANAJEMEN AGRIBISNIS SELADA KERITING MENGGUNAKAN SISTEM HIDROPONIK NFT DI EMAK FARM AND HYDROPONIC SIDOARJO
disusun oleh Putri Dwi Utami Nur Hasanah; Nurul Falahah

Subyek: SELADA KERITING
Kata Kunci: SELADA KERITING

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman selada keriting adalah salah satu tanaman hortikultura yang dikenal (Mulatsih et al., 2021). Berbagai sumber mineral, vitamin A, vitamin C, dan serat dapat ditemukan pada tumbuhan jenis ini. Sayuran ini merupakan salah satu sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya yang tinggi (Dirgantara, 2019). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, Indonesia memproduksi 663.832 ton selada pada tahun 2020. Menurut Setiawan (2018), munculnya berbagai penyakit baru dan meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga pola hidup sehat telah mendorong sejumlah produsen bahan makanan untuk kembali menggunakan proses alami. Sayuran organik juga semakin banyak dicari dan diminati. Memproduksi produk makanan pertanian yang aman adalah tujuan utama dari sayuran organik. Permintaan selada semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memenuhi kebutuhan gizinya. Akibatnya, tanaman ini cocok untuk dibudidayakan. Salah satu pendekatan untuk menyediakan sayuran organik yang dibutuhkan masyarakat adalah menanam selada secara hidroponik (Khanifatul et al., 2022). Bisnis selada hidroponik memiliki banyak potensi untuk berkembang. Menurut data BPS (2022) rata-rata pengeluaran per kapita belanja sayur-sayuran sebanyak Rp.53.864/bulan pada Maret 2021 dimana sebesar 8,41% dari total pengeluaran per kapita untuk makanan dalam sebulan. Usaha hidroponik selada memiliki resiko-resiko yang harus dihindari atau ditangani sebab modal awal dalam pembuatan sebuah instalasi hidroponik yang relatif tinggi, input produksi yang masih sulit diperoleh, diperlukannya edukasi yang lebih supaya mampu mengelola usahatani hidroponik agar efisien. Karena sayuran hidroponik tergolong memiliki hasil sedang hingga tinggi, maka bisnis selada hidroponik dipilih karena dianggap memiliki tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan budidaya lainnya. Ini memiliki keunggulan dan kualitas sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan nilainya tiga kali lipat atau lebih. Sehingga diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah. Selain itu, sistem hidroponik dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam kapan saja sepanjang tahun (Shodik, 2018). Emak Farm and Hydroponic merupakan salah satu usaha yang telah mengembangkan budidaya hidroponik selada keriting dengan menggunakan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Metode penanaman yang dikenal dengan NFT melibatkan penempatan akar tanaman pada lapisan tipis air yang bersirkulasi dan mengandung nutrisi. Selama Praktik Kerja Lapang (PKL) di Emak Farm and Hydroponic yang berada di Wadungasri, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, penulis telah mengikuti alur produksi mulai dari budidaya, pasca panen, serta pemasaran. Sehingga, penulis menulis laporan dengan judul “Manajemen Agribisnis Selada Keriting Menggunakan Sistem Hidroponik NFT Di Emak Farm and Hydroponic Sidoarjo”.

Kontributor: Dr. Fuad Hasan, SP., MP
Tanggal tercipta: 2023-05-30
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200321100031
No Koleksi: 200321100031


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27389-200321100031-Nurul Falahah_200321100031_PKL.pdf - 4311 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar