Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2023-06-20 08:47:45  •  194 klik

MANAJEMEN AGRIBISNIS KOMODITAS SELADA DAN PAKCOY DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) HIKMAH FARM KEDIRI
disusun oleh TRI WULANDARI; ANGGI DWI WULANDARI; LAILY YUSNITA NOVIANDIKA

Subyek: SELADA
PAKCOY
Kata Kunci: SELADA
PAKCOY

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman hortikultura menjadi salah satu komoditas yang diproduksi pada sektor pertanian di Indonesia. Hortikultura adalah jenis tanaman potensial yang mempunyai permintaan pasar dan nilai ekonomi yang tinggi. Maka dari itu, tanaman hortikultura Indonesia menjadi salah satu komoditas yang memiliki prospektif yang sangat baik untuk dikembangkan. Pembudidayaan dan pengembangan tanaman hortikultura dapat dilakukan dengan penerapan teknologi, memberdayakan kelembagaan untuk petani, penguatan modal untuk usaha pertanian, fasilitas untuk promosi investasi dan produk, serta pengadaan kerja sama (kemitraan) usaha antara produsen dengan pelaku usaha baik di sentra produksi maupun pemasaran. Menurut BPS (2020) subsektor hortikultura mempunyai kontribusi terhadap PDB pertanian dan mengalami peningkatan sebesar 0,64 persen, pada tahun 2015 subsektor holtikutura memiliki kontribusi sebesar 11,22 persen dan meningkat sebesar 11,86 persen di tahun 2019. Rata-rata subsektor hortikultura memiliki kontribusi terhadap PDB pertanian sebesar 11,37 persen. Di dalam pertanian, baik hortikultura maupun sub sektor lain, lahan menjadi salah satu sumber daya utama untuk melakukan usaha di bidang pertanian. Petani biasanya menggunakan tanah sebagai media utama dalam membudidayakan serta mengembangkan hasil pertanian. Saat ini menanam dengan sistem hidroponik menjadi alternatif yang muncul sebagai solusi bagi pertanian pada lahan yang terbatas, terutama bagi daerah perkotaan (Endang Sri Wahyuningsih, 2022). Bercocok tanam secara hidroponik memungkinkan sayuran dapat dikembangkan di lahan yang kurang subur atau daerah sempit dengan penduduk padat. Selain itu, hidroponik juga dapat diusahakan sepanjang tahun tanpa bergantung pada keadaan musim sehingga harga jual hasil panen hidroponik relatif stabil. Pemeliharaan tanaman hidroponik tergolong mudah karena tempat budidaya yang lebih bersih dan media tanam steril (Herwibowo Budiana, 2014). Salah satu motor penggerak usaha budidaya sayuran hidroponik adalah Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Hikmah Farm yang berlokasi di Jalan Kelapa Nomor 10, Desa Tretek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. P4S Hikmah Farm sendiri merupakan lembaga yang memiliki usaha di bidang penjualan sayur hidroponik, penjualan sarana dan prasarana hidroponik seperti nutrisi AB Mix, media tanam hidroponik, instalasi bahkan greenhouse. Alasan penulis melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) di P4S Hikmah Farm Pare adalah karena lembaga masyarakat tersebut relevan untuk menambah ilmu dan pengetahuan di bidang agribisnis di mana hal tersebut merupakan bidang yang penulis pelajari. Selain itu, penulis ingin mengetahui apakah ilmu yang didapat saat perkuliahan sesuai serta bagaimana penerapan ilmu tersebut di lapang. Dengan mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL), diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, potensi, wawasan dan keterampilan penulis besok dalam dunia kerja.

Kontributor: Mokh Rum, SP. MP.
Tanggal tercipta: 2023-05-25
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200321100060
No Koleksi: 200321100060


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27410-200321100060-LAPORAN PROPOSAL PKL P4S HIKMAH FARM.pdf - 2252 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar