Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-20 09:36:13 • 190 klik
TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM BUMIAJI BATU
disusun oleh MUKHTAFATUL HADISAH
| Subyek: | KENTANG |
| Kata Kunci: | KENTANG |
[ Anotasi Abstrak ]
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu umbi-umbian yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Tanaman ini adalah tanaman sayuran dari family Solanacea yang banyak digunakan sebagai bahan makanan dengan kandungan nutrisi yang cukup baik, yaitu mengandung protein berkualitas tinggi, asam amino esensial, mineral, dan elemen-elemen mikro lainnya. Disamping itu juga, umbi kentang mengandung sedikit lemak dan kolesterol, serat, vitamin C, kalsium, zat besi, vitamin B6 yang cukup tinggi (Saputro et al., 2019). Tanaman kentang merupakan komoditas hortikultura yang cukup strategis dalam penyediaan bahan pangan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat. Pengembangan agribisnis kentang yang sangat strategis tersebut, dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani serta menunjang program diversifikasi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat (Yusdian et al., 2018). Dalam kegiatan budidaya kentang, perbanyakan dilakukan dengan model vegetatif dan sesuai dengan GAP (Good Agricultural Practice). Budidaya dimulai dengan pembibitan menggunakan benih berkualitas dan bersertifikat. Daerah yang sangat cocok dijadikan lokasi budidaya kentang adalah di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 1.000-1.300 meter di atas permukaan laut dan memiliki curah hujan 1.500 mm per tahun dengan suhu rata-rata harian 18-21°C serta kelembaban udara di angka 80-90% (Alhasany dan Sri, 2022). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2021 produksi tanaman kentang nasional mengalami peningkatan pada sebesar 1,36 juta ton. Jumlah itu naik 6,10% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 1,28 juta ton/ha. Melihat hal tersebut, produksi tanaman kentang mengalami fluktuasi dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2011, produksi kentang tercatat sebanyak 955.488 ton. Jumlahnya mengalami kenaikan mencapai 1,35 juta ton pada tahun 2014. Namun, produksi kentang di dalam negeri kembali turun 9,54% menjadi 1,22 juta ton pada tahun 2015. Pada tahun 2019 produksi kentang kembali mengalami kenaikan hingga mencapai 1,31 juta ton pada tahun 2019. Sedangkan di Jawa Timur produksi kentang mencapai 324.338,00 ton karena menjadi produsen terbesar di Indonesia (Badan Pusat Statistik, 2021). Mengingat semakin meningkatnya produksi kentang tersebut, maka perlu upaya untuk meningkatkan kualitas hasil dan produktivitas dari tanaman kentang dengan menyediakan hasil panen yang unggul dan bersertifikat untuk menunjang kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memperbaiki sistem pemeliharaan dalam budidaya tanaman kentang. Tanaman kentang di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan (P4S) Arboretum Farm Bumiaji Batu dibudidayakan pada lahan yang cukup luas untuk menghasilkan hasil produksi kentang yang cukup banyak dalam memenuhi kebutuhan ekspor, dengan varietas yang dibudidayakan yaitu varietas Granola L. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan hasil produksi kentang yang dapat memenuhi kebutuhan pasar terutama kebutuhan ekspor pada tingkat Asia maupun di dunia dengan adanya jenis varietas yang digunakan saat budidaya.
| Kontributor | : Dr. Agr. Eko Setiawan, S.P., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-02 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200311100022 |
| No Koleksi | : 200311100022 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27411-200311100022-Mukhtafatul Hadisah_200311100022_Laporan PKL.pdf - 9977 KB
Dokumen sejenis...- PENGARUH PERENDAMAN STEK BERBAGAI KONSENTRASI GA3 TERHADAP PRODUKSI UMBI KENTANG HITAM (Coleus tuberosus)
- KETERKAITAN EFISIENSI TEKNIS DAN BEHAVIOUR RISK PADA PETANI KENTANG DI DESA LEDOKOMBO KECAMATAN SUMBER PROBOLINGGO
- PENGARUH BOBOT UMBI DAN PEMBERIAN PUPUK KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KENTANG HITAM (Coleus tuberosus Benth)
- TEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN (P4S) BUMIAJI, BATU
- PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM BUMIAJI BATU
Dokumen yang bertautan...- PENGARUH PERENDAMAN STEK BERBAGAI KONSENTRASI GA3 TERHADAP PRODUKSI UMBI KENTANG HITAM (Coleus tuberosus)
- KETERKAITAN EFISIENSI TEKNIS DAN BEHAVIOUR RISK PADA PETANI KENTANG DI DESA LEDOKOMBO KECAMATAN SUMBER PROBOLINGGO
- PENGARUH BOBOT UMBI DAN PEMBERIAN PUPUK KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KENTANG HITAM (Coleus tuberosus Benth)
- TEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN (P4S) BUMIAJI, BATU
- PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA PUSAT PELATIHAN PERTANIAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM BUMIAJI BATU
Kembali ke Daftar 