Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-06-22 14:06:07  •  226 klik

TEKNIK PEMBESARAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI INSTALASI BUDIDAYA AIR PAYAU PROBOLINGGO
disusun oleh Shinta Bella Berlina

Subyek: UDANG VANNAMEI
Kata Kunci: UDANG VANNAMEI

[ Anotasi Abstrak ]

Udang vanname (Litopenaeus vannamei) termasuk komoditas perikanan yang bernilai ekonomis cukup tinggi. Udang vanname awal mula ditemukan di pantai bagian Barat Pasifik Amerika Latin yaitu di wilayah Peru bagian selatan sampai utara Meksiko (Purnamasari et al., 2017). Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) memiliki permintaan yang cukup tinggi baik diluar maupun didalam negeri (Ghufron et al., 2017). Udang jenis vanname banyak dibudidayakan karena memiliki profit dan prospek yang menjanjikan (Arsad et al., 2017). Hal ini yang dapat menjadi pemicu semakin meningkat kegiatan budidaya udang di Indonesia. Keunggulan dari udang vanname (Litopenaeus vannamei) diantaranya adalah memiliki kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit, waktu pemeliharaan yang lebih cepat, tingkat keberlangsungan hidup yang tinggi, dapat dibudidayakan dengan jumlah padat tebar mencapai 150 ekor m2 , dan memiliki kandungan protein yang tinggi (Iskandar et al., 2022). Udang vanname termasuk bahan pangan dengan kandungan protein yang tinggi dan harga yang murah, sehingga mampu mendorong masyarakat mengkonsumsi udang vanname untuk pemenuhan gizi (Sa’adah dan Khiqotul, 2019). Kulit udang sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kitin dan kitosan, salah satu contoh pemanfaatan kitosan dari kulit udang yaitu pembuatan edible coating (Wulandari et al., 2015). Udang vannamei selain memiliki keunggulan namun juga memiliki potensi kegagalan dalam melakukan kegiatan budidaya. Permasalahan yang sering ditemukan saat kegiatan budidaya udang salah satunya adalah buruknya kualitas perairan tambak. Penurunan kualitas air tambak dapat menyebabkan stress dan mudah terjangkit penyakit terhadap udang sehingga mengalami kegagalan dalam kegiatan budidaya (Supono, 2017). Resiko yang menjadi ancaman bagi pembudidaya udang vannamei yaitu cuaca, iklim, hama dan penyakit yang terdapat di lokasi tambak sehingga dapat berpotensi kegagalan pada kegiatan budidaya udang. Penyakit yang sering ditemukan pada budidaya udang yaitu WFD (White feces disease) merupakan penyakit yang menyerang sistem pencernaan udang, penyakit WFD tersebut dapat menyebabkan resiko kegagalan panen (Putri et al., 2020). Pencegahan penyakit dan hama dapat dilakukan dengan menggunakan biosecurity yang berupa peralatan maupun perlengkapan yang mampu untuk mencegah masuknya hama maupun penyakit di sekitar tambak (Muzahar, 2020). Salah satu kegiatan produksi udang di Indonesia dilakukan dengan menggunakan metode intensif. Kegiatan budidaya udang vanname terdapat dua metode yaitu intensif dan semi intensif. Budidaya udang vanname di IBAP Probolinggo menggunakan sistem intensif. Sistem budidaya intensif termasuk salah satu sistem budidaya udang dengan penebaran benih yang tinggi, dan memanfaatkan pakan alami serta pakan tambahan (Yunarty et al., 2022). Tambak intensif merupakan tambak yang dilengkapi dengan plastik mulsa untuk menutupi pompa air, kincir air, aerator serta memiliki tingkat penebaran benur antara 100-300 ekor/m2 (Purnamasari et al., 2017). Hal ini yang melatarbelakangi kegiatan praktik kerja lapang dengan judul teknik pembesaran udang vanname (Litopenaeus vannamei).

Kontributor: Ibu Eka Nurrahema Ning Asih, S.Kel, M.Si
Tanggal tercipta: 2023-05-24
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100065
No Koleksi: 200341100065


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27437-200341100065-200341100065_SHINTA BELLA BERLINA_LAPORAN PKL.pdf - 6459 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar