Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-06-23 10:10:04  •  133 klik

PENGENDALIAN BERCAK DAUN CERCOSPORA PADA TANAMAN OKRA (Abelmoschus Esculentus L.) DI PT. MITRATANI DUA TUJUH JEMBER
disusun oleh NADIYA MUFIDA

Subyek: OKRA
Kata Kunci: OKRA

[ Anotasi Abstrak ]

Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM). Untuk memasuki dunia kerja, seorang harus memiliki kemampuan dasar seperti pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa lulus berbekal kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Oleh karena itu, sebuah program Praktik Kerja Lapangan menjadi sangat penting sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh ketiga kemampuan dasar tersebut dalam dunia kerja (Ari dan Bambang, 2021). PT. Mitratani Dua Tujuh Jember merupakan perusahaan agroindustri yang mengembangkan budidaya kedelai edamame dan okra dengan skala besar dan hasil komoditinya diekspor ke berbagai negara terutama jepang. Standar kualitas produk yang di ekspor ke Jepang adalah okra yang sudah disepakati oleh Jepang dengan perusahaan yaitu okra Standart Quality (SQ) yang mempunyai beberapa ketentuan. Okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan tanaman sayuran fungsional yang tumbuh banyak di daerah beriklim tropis dan subtropis. Tanaman okra memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi yang tinggi karena digunakan dalam berbagai keperluan sebagai serat makanan, pembuatan kertas, dan pakan ternak. Tanaman okra banyak mengandung lemak jenuh, karbohidrat, protein, vitamin A, B6, B12, folat, ribofalvin, niasin, asam pentotenat, Vitamin C, dan E, juga mengandung magnesium, fosfor, kalium, seng, natrium, tembaga, mangan, dan selenium (Hasan et al., 2018). Okra telah dibudidayakan di Indonesia sejak tahun 1877. Produksi okra Indonesia lebih banyak diekspor daripada dijual di dalam negeri. Okra yang diproduksi pada tahun 2017 dijual secara lokal dalam bentuk okra beku siap saji 30 persen, dan 70 persen dari total produksi sekitar 1.500 ton diekspor ke Jepang, Taiwan, Australia, dan negara lainnya. Okra memiliki prospek pengembangan yang baik di Indonesia, dan sesuai dengan kebutuhan pasar, pengembangan okra harus fokus pada produksi kualitas yang tinggi. Kualitas dapat dinilai dari penampilan (ukuran, warna, bentuk), nilai gizi dan kandungan bioaktif yang terkandung (Millah et al., 2022). Budidaya okra di Indonesia sering mengalami serangan penyakit yang dapat mengurangi hasil panen dan kualitas buahnya. Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman okra adalah penyakit bercak daun. Penyakit Bercak daun pada okra dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kerugian yang signifikan pada petani. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Bercak daun pada okra agar dapat meningkatkan produksi dan kualitas buah okra (Hasan et al., 2018).

Kontributor: Dr. Ir. Gita Pawana, M.Si.
Tanggal tercipta: 2023-05-30
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100024
No Koleksi: 200311100024


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27453-200311100024-Nadiya Mufida_20031110024_Laporan PKL.pdf - 11919 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar