Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-23 10:39:41 • 573 klik
TEKNIK AKLIMATISASI PADA TANAMAN ANGGREK Dendrobium sp. DI DD ORCHID NURSERY KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU
disusun oleh TASYA INDRIYANI ROMADHONA
| Subyek: | ANGGREK |
| Kata Kunci: | ANGGREK |
[ Anotasi Abstrak ]
Tanaman anggrek merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang tergolong sebagai tanaman hias, tanaman ini sudah dikenal oleh berbagai negara karena keindahan warna dan bentuk bunganya. Bunga dari tanaman anggrek bukan hanya dijadikan sebagai dekorasi ruangan, tetapi dapat dimanfaatkan dalam kegiatan upacara keagamaan. Nilai ekonomi dari bunga anggrek cukup tinggi, permintaan pasar juga terus mengalami kenaikan baik dari dalam maupun luar negeri. Tanaman anggrek tergolong tanaman hias yang pertumbuhannya relatif lambat jika dibandingkan dengan tanaman hias lainnya, dalam kegiatan budidaya tanaman anggrek memerlukan perawatan yang intensif karena kondisi lingkungan harus benar-benar diperhatikan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek (Apriliyania Baiq, 2021). Permintaan pasar tanaman hias, berkaitan erat dengan kesejahteraan hidup masyarakat yang beriringan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya kenyamanan lingkungan hidup. Hal tersebut berpengaruh terhadap permintaan bibit tanaman dengan varietas unggul, untuk mendapatkan varietas unggul tersebut perbanyakan tanaman anggrek dapat dilakukan dengan teknik kultur jaringan. Kultur jaringan merupakan teknik yang efektif untuk perbanyakan tanaman secara vegetatif, meskipun bunga tanaman anggrek menghasilkan polong akan tetapi hampir semua jenis tanaman anggrek tidak dapat dilakukan perbanyakan secara generatif. Metode kultur jaringan ini akan membantu tanaman anggrek melakukan perbanyakan secara cepat, teknik ini akan berhasil apabila prosedur dilakukan secara tepat (Sumarta et al., 2021). Kultur jaringan merupakan perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan memisahkan jaringan vegetatif tanaman seperti daun, mata tunas, batang, maupun akar. Jaringan-jaringan tersebut kemudian dikembangkan pada media buatan dalam kondisi aseptik yang diberi nutrisi dan zat pengatur tumbuh tanaman pada wadah yang tertutup dan tembus cahaya. Bagian-bagian tanaman tersebut akan memperbanyak diri hingga tumbuh menjadi tanaman baru yang lengkap dan memiliki sifat yang identik dengan induknya (Utami et al., 2022). Pemilihan media tanam menjadi salah satu syarat penting yang harus diperhatikan dalam kultur jaringan, selain itu pemilihan bahan tanam, pemberian udara, dan keadaan aseptik juga menunjang keberhasilan dari teknik kultur jaringan. Salah satu tahapan penting dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan yaitu aklimatisasi. Aklimatisasi merupakan sebuah tahapan dimana planlet akan melakukan penyesuaian atau adaptasi terhadap perubahan lingkungan tumbuhnya yang pada awalnya heterotrof menjadi lingkungan autotrof. Tahapan aklimatisasi dilakukan dengan tujuan agar tanaman yang sebelumnya hidup di dalam botol kultur yang mana kebutuhan tanaman disuplai secara lengkap akan tetap mampu bertahan hidup dengan sendirinya dan dapat melakukan proses fotosintesis pada lingkungan eksternal (Yosepa et al., 2012). Menurut Wulandari Dwi (2014) salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan tahapan aklimatisasi yaitu media tanam yang digunakan, dan pupuk yang diberikan. Unsur utama yang harus dipenuhi pada tanaman anggrek yaitu unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Unsur N berperan dalam laju pertumbuhan vegetatif tanaman, unsur P merangsang perkembangan generatif dan inisiasi akar, sedangkan unsur K berperan sebagai katalisator. Keberhasilan dari teknik aklimatisasi bergantung dengan kontrol kondisi lingkungan yang diberikan dan penanganan mengeluarkan planlet tanaman anggrek dari botol kultur.
| Kontributor | : Dr. Catur Wasonowati, S.P., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-02 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200311100089 |
| No Koleksi | : 200311100089 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27461-200311100089-Tasya Indriyani R_200311100089_laporan pkl.pdf - 1435 KB
Dokumen sejenis...- Permasalahn anggrek dan solusinya
- ANALISIS SEGMENTING TARGETING POSITIONING DAN MARKETING MIX ZEAMIE PADA KELOMPOK WANITA TANI BUNGA ANGGREK DI KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
- TEKNIK PERBANYAKAN SECARA VEGETATIF TANAMAN ANGGREK TANAH (Cymbidium golden) DI CV. CEMPAKA MULYA
- TEKNIK REPOTTING TANAMAN ANGGREK CATTLEYA (Cattleya SP.) DI DD ORCHID NURSERY KOTA BATU
- TEKNIK PERAWATAN PADA TANAMAN ANGGREK CATTLEYA (Cattleya sp.) DI DD ORCHID NURSERY DESA DADAREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU
Dokumen yang bertautan...- Permasalahn anggrek dan solusinya
- ANALISIS SEGMENTING TARGETING POSITIONING DAN MARKETING MIX ZEAMIE PADA KELOMPOK WANITA TANI BUNGA ANGGREK DI KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
- TEKNIK PERBANYAKAN SECARA VEGETATIF TANAMAN ANGGREK TANAH (Cymbidium golden) DI CV. CEMPAKA MULYA
- TEKNIK REPOTTING TANAMAN ANGGREK CATTLEYA (Cattleya SP.) DI DD ORCHID NURSERY KOTA BATU
- TEKNIK AKLIMATISASI PADA TANAMAN ANGGREK Dendrobium sp. DI DD ORCHID NURSERY KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU
Kembali ke Daftar 