Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-06-23 14:22:04  •  469 klik

INVENTARISASI HAMA PADA TANAMAN TEH (Camellia sinensis L.) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII WONOSARI MALANG
disusun oleh RATEH FEBIANI

Subyek: TEH
Kata Kunci: TEH

[ Anotasi Abstrak ]

PT. Perkebunan Nusantara XII melakukan usaha dibidang agribisnis dan industri dengan pemanfaatan sumberdaya perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang bermutu tinggi serta berdaya saing untuk mendapatkan keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Coporate Governance. Prinsip tersebut diantaranya adalah transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian dan kewajaran. PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Wonosari Malang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengelolahan teh di Jawa Timur. Jenis teh yang di produksi di PT. Perkebunan Nusantara XII Wonosari adalah teh hitam CTC yaitu diolah dengan teknik CTC (Crushing, Tearing, Curling) melalui proses penerimaan pucuk, analisis potes, pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis dan sortasi (Nur, 2021). Tanaman teh (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan dari genus Camellia dan famili Theaceae. Tanaman teh memiliki peranan penting di Indonesia sebagai salah satu penghasil devisa negara. Hal tersebut didukung oleh perkebunan teh yang luas dengan hasil produksi yang besar di Indonesia. Tanaman teh dalam pertumbuhannya membutuhkan kelembaban yang cukup tinggi dan temperatur antara 13°C-29,3°C. Berdasarkan pengolahannya, teh dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu teh hijau, teh oolong dan teh hitam. Namun demikian, di Indonesia teh hitam menjadi jenis teh yang paling banyak di produksi, dimana Indonesia merupakan pengekspor teh hitam ke-5 terbesar di dunia (Budi, 2019). Tanaman teh memiliki potensi yang cukup besar. Namun demikian, penurunan produktivitas terjadi akibat teknik budidaya yang tidak tepat, iklim yang kurang sesuai, dan serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Faktor-faktor penurunan produktivitas tersebut akan mempengaruhi kualitas, kuantitas serta rendah nya harga teh jika penanganannya tidak tepat. Salah satu faktor penyebab rendahnya produksi teh di Indonesia adalah serangan OPT yang diantaranya yaitu hama. Hama yang menyerang pertanaman teh dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu kelompok hama yang menyerang daun seperti ulat jengkal, ulat penggulung daun, ulat penggulung pucuk, ulat api, tungau jingga, dan kepik penghisap daun. Kelompok hama yang menyerang batang dan ranting teh yaitu kumbang bubuk dan penggerek batang. Kemudian kelompok hama yang menyerang biji teh yaitu kepik biji (Deni, 2021). Mengingat kebutuhan pasar yang semakin meningkat namun jumlah produksi tanaman teh belum terpenuhi akibat beberapa faktor penurunan produksi tersebut yang mana salah satu faktor terbesar penurunannya diakibatkan oleh adanya OPT. Maka perlu upaya untuk mengendalikan keberadaan OPT dengan penggunaan bahan aktif pada insektisida yang mengandung racun kontak dan racun perut yang ditujukan untuk mengendalikan hama utama pada tanaman teh.

Kontributor: Ir. Achmad Djunaedy, M.P.
Tanggal tercipta: 2023-05-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100043
No Koleksi: 200311100043


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27467-200311100043-Rateh Febiani_200311100043_Laporan PKL.pdf - 5442 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar