Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-06-23 15:44:35  •  422 klik

BUDIDAYA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DI UD. SABILA FARM YOGYAKARTA
disusun oleh RATNA NURSHAKTI PUTRI

Subyek: BUAH NAGA
Kata Kunci: BUAH NAGA

[ Anotasi Abstrak ]

Buah naga merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki daya tarik tersendiri dan bernilai ekonomis tinggi. Tanaman buah naga (Hylocereus costaricensis) tergolong dalam famili Cactaceae atau kaktus. Dari sejumlah spesies kaktus, buahnya yang paling banyak dibudidayakan secara komersial adalah kelompok dari subfamili Hylocereanea, terutama dari genus Hylocereus, salah satunya adalah Hylocereus polyrhizus yang berdaging merah berkulit merah (Samadi, 2013). Tanaman ini memiliki tulang daun yang banyak mengandung air sehingga tahan panas. Tanaman buah naga membutuhkan cahaya penuh atau tanpa naungan karena naungan akan menghambat pertumbuhan tanaman dan produksi buahnya. Di sisi lain, Indonesia memiliki permintaan buah naga yang semakin bertambah (Shofiana et al., 2013). Indonesia membutuhkan 200–400 ton buah naga setiap tahunnya. Namun, kebutuhan buah naga yang dapat dipenuhi masih kurang dari 50%. Oleh karena itu, diperlukan penyediaan bibit yang cukup dan berkualitas serta tepat guna produksinya, sehingga kebutuhan permintaan buah naga dapat terpenuhi dengan baik. Agar bibit tetap tersedia, maka perlu dilakukan tindakan perbanyakan atau pembudidayaan tanaman (Shofiana et al., 2013). Namun, penyediaan bibit bermutu masih belum optimal. Padahal, bibit merupakan komponen penting dalam proses budidaya. Terdapat dua cara untuk memperbanyak tanaman buah naga, yaitu secara vegetatif dan generatif. Perbanyakan secara generatif dengan menggunakan biji tidak banyak dilakukan karena membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah, yaitu sekitar 1-2 tahun. Sabila Farm adalah perusahaan holtikultura dan agrowisata, khususnya buah buahan yang terletak di di Jalan Kaliurang KM 18,5, Dusun Kertodadi Pakem, Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasi kebun yang berada di lereng Gunung Merapi mengakibatkan tanah di lahan kebun Sabila Farm menjadi subur akibat pengaruh letusan gunung berapi yang menyalurkan bahan organik sebagai penyubur tanah. Desa Pakembinangun terletak di ketinggian antara 398-976 mdpl dengan suhu rata-rata 23-30oC. UD. Sabila Farm membudidayakan beberapa komoditas buah-buahan, antara lain alpukat, srikaya jumbo, lemon tanpa biji, pepaya, sirsak, dan buah naga. Buah yang paling terkenal di Sabila Farm yakni buah naga. Beberapa varietas buah naga, antara lain buah naga merah, putih, kuning, dan super merah. Lokasi kebun terbagi menjadi dua, yaitu di Dusun Pakembinangun dan di Dusun Cilikan.

Kontributor: Dr. Catur Wasonowati, SP., Msi.
Tanggal tercipta: 2023-05-30
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100064
No Koleksi: 200311100064


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27471-200311100064-Ratna Nurshakti Putri_200311100064_Laporan PKL.pdf - 7021 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar