Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-06-23 15:46:53  •  599 klik

PENANGANAN PANEN DAN PASCAPANEN SAYUR KALE (Brassica oleracea var. acephala) DI P4S BUMIAJI SEJAHTERA, BATU, JAWA TIMUR
disusun oleh ANIK LISTIANA

Subyek: SAYUR KALE
Kata Kunci: SAYUR KALE

[ Anotasi Abstrak ]

Komoditas pertanian seperti tanaman pangan dan hortikultura merupakan komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangan dengan melihat potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, ketersediaan teknologi dan potensi pasar yang meningkat. Sayuran merupakan bahan pangan, tetapi bukan merupakan makanan pokok melainkan hanya sebagai pelengkap atau penyeimbang. Meskipun demikian sayuran tidak dapat diabaikan begitu saja karena adanya berbagai kandungan gizi seperti vitamin, karbohidrat, dan mineral. Kale (Brassica oleracea var. acephala) merupakan tanaman hortikultura kelas dunia dengan nilai ekonomis tinggi yang memiliki bentuk seperti kubis atau brokoli, bentuk daunnya sejati dan tidak memiliki kepala. Tingkat konsumsi sayuran masyarakat Indonesia rata-rata 41,9 kg per kapita per tahun. Tingkat konsumsi ini masih dibawah standar konsumsi yang diterapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) yairu sebesar 73 kg per kapita per tahun. Diperkirakan tingkat konsumsi sayuran masyarakat Indonesia akan terus meningkat seiring dengan adanya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan (Widyaputri et al., 2021). Kale memiliki berbagai kandungan seperti vitamin E, vitamin C, karetenoid dan kaya akan antioksidan. Seiring dengan peningkatan akan kebutuhan gizi permintaan sayur-sayuran khususnya kale juga meningkat. Kale termasuk sayur musiman yang berumur pendek sekitar 40-50 hari setelah biji ditanam sehingga memiliki potensi yang cukup besar untuk dibudidayakan (Utama et al., 2022). Namun ada beberapa hal yang dapat menghambat produksi sayur kale salah satunya yaitu penanganan panen dan pasca panen, karena pada umumnya daun kale dikonsumsi segar. Oleh karena itu diperlukan penanganan daun kale yang dapat mempertahankan kesegarannyam maka untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penanganan yang cermat. P4S Bumiaji Sejahtera merupakan startup di bidang pertanian yang mengusahakan berbagai tanaman hortkultura. Namun salah satu komoditas unggulannya yaitu sayur kale (Brassica oleracea var. acephala) dengan kemampuan memproduksi hingga memasarkan secara kontinyu. Dengan demikian memiliki konsep pengelolaan pertanian terpadu dengan membudidayakan berbagai komoditas dalam satu lahan sehingga dapat menjaga ketahanan pangan nasional. Selanjutnya dalam rangka untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman kontekstual lapangan yang akan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh khususnya metode panen dan pascapanen sayur kale, pada aktivitas magang ini mengambil komoditi tanaman kale dan dilakukan di P4S Bumiaji Sejahtera.

Kontributor: Syaiful Khoiri, S.P., M.Si
Tanggal tercipta: 2023-05-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100103
No Koleksi: 200311100103


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27472-200311100103-ANIK LISTIANA_200311100103_LAPORAN PKL.pdf - 5804 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar