Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-06-25 15:53:22  •  736 klik

TEKNIK PEMELIHARAAN INDUK KERANG ABALON (Haliotis squamata) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT
disusun oleh WELLA MAFAZATUL HURRIYAH

Subyek: KERANG ABALON
Kata Kunci: KERANG ABALON

[ Anotasi Abstrak ]

Perairan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar pada sumber daya lautnya, abalon merupakan salah satu komoditas yang termasuk dalam jenis moluska dengan habitat pantai berkarang. Moluska jenis abalon ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dengan kisaran harga Rp. 300.000 – Rp. 500.000 yang sangat laku dipasaran dan Indonesia menjadi negara penjual kerang abalon yang sering di beli oleh negara jepang. Abalon memiliki tujuh spesies yang tersebar di Indonesia. Abalon tersebar dibeberapa tempat pada Indonesia Timur yaitu Ambon dan Sulawesi, pada Indonesia Tengah yaitu Bali dan Lombok, serta pada pesisir selatan Pulau Jawa (Permana et al., 2017). Abalon diproduksi dengan cara penangkapan langsung dari alam. Kegiatan penangkapan dengan cara yang salah dapat mengancam kelestarian kerang abalon. Akibat kegiatan tersebut perlu dilakukan budidaya secara terkontrol. Budidaya ini dilakukan karena permintaan dan kebutuhan pasar yang setiap tahun meningkat. Abalon memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sebesar 79,99%, kandungan lemak 3,24%, abalon dengan kandungan tersebut diyakini dapat digunakan sebagai obat penyakit ginjal. Selain mengandung gizi yang cukup baik cangkang abalon dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan seperti perhiasan dan hiasan rumah. Banyaknya pemanfaatan dari kerang abalon sehingga sangat memungkinkan untuk dilakukan budidaya guna memenuhi permintaan pasar (Loekman et al., 2018). Budidaya kerang abalon memiliki beberapa kegiatan penting salah satunya adalah pemeliharaan induk kerang abalon. Pemeliharaan induk kerang abalon dilakukan untuk sebuah tahapan yaitu seleksi induk. Seleksi induk bertujuan untuk mematangkan gonad. Induk dipelihara secara terpisah antara jantan dan betina untuk menghindari terjadinya pemijahan masal. Pemeliharaan induk dilakukan hingga gonad matang dan siap untuk dipijahkan. Pemeliharaan larva yang dilakukan di bak beton diberi sirkulasi air yang dapat menjaga kualitas air dan aerasi dengan pengaturan kecil. Larva abalon dilakukan pemeliharaan selama 2 bulan sampai larva berubah menjadi benih dengan ukuran 1 cm (Andriyanto dan Listyanto, 2010). Kerang abalon telah di budidayakan dibeberapa tempat yakni di Balai Budidaya Bali, serta Balai Perikanan dan Budidaya Laut (BPBL) Lombok. Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok Sekotong Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada tahun 2002 memulai pengembangan usaha budidaya kerang abalon yang dilakukan dengan perekayasaan. BPBL Lombok Barat mengharapkan menjadi penyuplai benih dengan teknologi terbaru yang dapat diaplikasikan oleh pembudidaya kerang abalon. BPBL Lombok Barat menjadi lokasi yang tepat untuk dijadikan rujukan melaksanakan praktik kerja lapang PKL karena produksi yang berjalan secara terus menerus, sehingga penulis melaksanakan kegiatan teknik pembesaran induk kerang abalon (Haliotis squamata) sebabagi praktik kerja lapang (PKL) di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Sekotong Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kontributor: Wahyu Andy Nugraha, ST., M.Sc.Ph.D
Tanggal tercipta: 2023-05-31
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100105
No Koleksi: 200341100105


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27475-200341100105-Wella Mafazatul Hurriyah_200341100105_Laporan PKL.pdf - 6300 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar