Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-26 07:28:02 • 502 klik
ANALISIS PENGUPAHAN TENAGA KERJA PRODUKSI DI KOPERASI KARYAWAN REDRYING BOJONEGORO (KAREB)
disusun oleh IRA CHOIRUL SUTIKA
| Subyek: | KOPERASI |
| Kata Kunci: | KOPERASI |
[ Anotasi Abstrak ]
Tembakau (Nicotiana tabacum) merupakan tanaman perkebunan yang digunakan sebagai bahan baku industri yang salah satunya untuk pembuatan produk rokok yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Sebelum tembakau diolah menjadi bahan baku pembuatan rokok tembakau tersebut harus diolah terlebih dahulu menjadi tembakau kering. Pengolahan tembakau merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan agar menghasilkan tembakau kering berkualitas tinggi yang memenuhi persyaratan (Prasetiyo et al, 2016). Komoditi tembakau memiliki arti penting, tidak hanya sebagai sumber pendapatan bagi para petani, tetapi juga bagi Negara. Tanaman tembakau merupakan tanaman musiman, tetapi di dunia pertanian tembakau ini termasuk dalam golongan tanaman perkebunan. Biasanya, daun tembakau merupakan bahan pembuatan rokok. (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2014). Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (KAREB) merupakan jasa pengeringan tembakau krosok dan rajangan yang dimana banyak perusahaan yang sudah mempercayainya dalam pengeringan tembakau. Banyak perusahaan yang telah menggunakan jasa koperasi KAREB mulai dari lokal bojonegoro sendiri maupun dari luar kota atau luar jawa. Koperasi ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian petani tembakau. Dengan adanya koperasi karyawan Redrying ini sangat membantu para petani tembakau seperti, petani bisa mengeringkan tembakau di koperasi karyawan Redrying dan setelah semua proses pengeringan selesai petani juga bisa menitipkan tembakau tersebut untuk dijual pada pabrik rokok, eksportir dan para pedagang tembakau. Hal ini membuat Koperasi Karyawan Redrying sangat bermanfaat bagi petani tembakau. Dibandingkan petani yang menjual tembakau ke tengkulak, dengan cara ini jauh lebih efektif. Selain itu Koperasi karyawan Redrying menyediakan simpan pinjam bagi para petani Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (KAREB) sering memproduksi jenis tembakau virginia, tembakau kasturi, tembakau Madura, dan tembakau Lombok dengan bentuk tembakau krosok dan rajangan. Tembakau kering yang dihasilkan atau tembakau yang diproses setiap harinya adalah sekitar paling kecil 12kg hingga 60kg perhari, untuk hasil produksinya setiap bulannya sekitar 800- 1.000kg bahkan bisa lebih, dapat dikatakan naik turun atau kurang stabil tergantung permintaan pengeringan tembakau sedang melonjak atau saat sedang musim tembakau, sehingga perlu mengkaji analisis pengupahan tenaga kerja. Karyawan merupakan asset utama suatu perusahaan yang menjadi perencana dan pelaku aktif dalam setiap aktivitas organisasi. Karyawan mempunyai pemikiran, perasaan, keinginan, status, latar belakang pendidikan, usia dan jenis kelamin yang dibawa ke dalam suatu organisasi. Kualitas dan kuantitas dari sumber daya manusia tersebut harus sesuai dengan kebutuhan organisasi, sehingga tujuan organisasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Karyawan perlu didukung oleh sistem pembayaran yang baik, sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 88 Ayat (1) UU Ketenagakerjaan, sistem pengupahan merupakan salah satu komponen penting dari perlindungan pekerja. Sebagai upah atas jernih payahnya, karyawan juga berhak atas upah minimum yang memungkinkan mereka untuk memenuhi kehidupan yang layak sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilakukan (Hasibuan, 2017). Bekerja merupakan faktor utama bagi seorang pekerja karena dengan bekerja seseorang akan mendapatkan imblan berupa upah. Sebagai karyawan upah merupakan tujuan utama untuk bekerja, tujuannya untuk membiayai kehidupan beserta keluarganya, karena upah inilah yang akan digunakan untuk mencukupi keperluannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Imam Soepomo (2001): salah satu tujuan karyawan bekerja adalah untuk menghasilkan penghasilan yang cukup agar dapat memenuhi kebutuhannya beserta keluargannya, sehingga didapatkan kehidupan yang layak juga sejahtera. Upah sendiri sampai saat ini masih banyak diperbincangkan belum ada definisi yang khusus terkait upah. Banyak orang mendefinisakan upah dengan berbeda-beda, hal tersebut dikarenakan setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda satu orang dengan orang yang lain baik itu pekerja, pemberi kerja maupun pemerintah. Menurut pemberi kerja upah adalah imbalan yang diberikan kepada tenaga kerja atas pekerjaan yang dilakukannya dimana tenaga kerja tersebut menghasil barang, jasa, maupun sesuatu yang menguntungkan baginya. Menurut tenaga kerja upah merupakan sebagian imbalan yang diterima, dimana upah tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara itu, pemerintah menegaskan bahwa upah adalah sejenis uang yang diperoleh dengan bekerja, merupakan unsur penting dalam kegiatan perekonomian (Rachman dan Utomo, 2014). Seorang pemberi kerja harus membayar pekerjanya sesuai dengan yang dihasilkan dan sesuai dengan masa kerja yang berlangsung, oleh karena itu analisis pengupahan dalam Praktik Kerja Lapang ini ditentukan untuk mempelajari bagaimana sistem pengupahan yang ada di Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (KAREB) (Rachman dan Utomo, 2014).
| Kontributor | : Dr. Ir. Raden Faridz, M.P |
| Tanggal tercipta | : 2023-06-16 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200331100040 |
| No Koleksi | : 200331100040 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27485-200331100040-IRA CHOIRUL SUTIKA_200331100040_Laporan PKL.pdf - 797 KB
Dokumen sejenis...- Organisasi koperasi : pokok-pokok pikiran mengenai organisasi koperasi dan kebijakan pengembangannya di negara-negara berkembang
- Model Prediksi Status Kredit Nasabah Koperasi Simpan Pinjam “Mitra Usaha” Syariah
- PERUMUSAN STRATEGI BISNIS DI KOPERASI BMT MANDIRI SEJAHTERA JAWA TIMUR
- Strategi Pengembangan Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT-UGT Sidogiri Cabang Sidodadi Surabaya
- SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KOPERASI SIMPAN PINJAM (Studi Kasus KUD-SUKA Kalianget Timur)
Dokumen yang bertautan...- Organisasi koperasi : pokok-pokok pikiran mengenai organisasi koperasi dan kebijakan pengembangannya di negara-negara berkembang
- Model Prediksi Status Kredit Nasabah Koperasi Simpan Pinjam “Mitra Usaha” Syariah
- PERUMUSAN STRATEGI BISNIS DI KOPERASI BMT MANDIRI SEJAHTERA JAWA TIMUR
- Strategi Pengembangan Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT-UGT Sidogiri Cabang Sidodadi Surabaya
- SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KOPERASI SIMPAN PINJAM (Studi Kasus KUD-SUKA Kalianget Timur)
Kembali ke Daftar 