Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2023-06-26 07:39:57  •  679 klik

HASIL TANGKAPAN IKAN PADA KAPAL YANG MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DENGAN ALAT BANTU RUMPON DAN LAMPU DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) PASONGSONGAN
disusun oleh INDI AUNIKA ALHAMMAMI AKMALUDIN

Subyek: ALAT TANGKAP PURSE SEINE
Kata Kunci: ALAT TANGKAP PURSE SEINE

[ Anotasi Abstrak ]

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pasongsongan merupakan pelabuhan yang menjadi tempat penjualan ikan bagi masyarakat sekitar Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. PPP Pasongsongan merupakan salah satu pelabuhan yang termasuk pelabuhan perikanan pantai. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) ini terletak di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di sekitar Pasongsongan pada umumnya adalah pukat cincin (purse seine). Pukat cincin merupakan salah satu alat tangkap yang berupa jaring lingkar (surrounding net) dengan pemberat berupa timah yang berbentuk cincin. Pukat cincin digunakan untuk menangkap ikan-ikan pelagis kecil. Penangkapan menggunakan alat tangkap ini dilakukan dengan menangkap ikan-ikan pelagis yang bergerombol (Picaulima, 2012). Penangkapan dengan menggunakan pukat cincin dilakukan dengan alat bantu penangkapan yaitu rumpon. Hasil tangkapan yang diperoleh oleh nelayan di Pasongsongan menggunakan alat tangkap pukat cincin ini tidak hanya ikan-ikan tertentu. Ikan- ikan dengan berbagai jenis ukuran juga ikut tertangkap oleh nelayan. Jenis-jenis ikan yang ditangkap oleh nelayan di Pasongsongan diantaranya seperti ikan layang, ikan tongkol, ikan kembung, dan lain-lain (Aisyaroh Zainuri, 2021). Penangkapan ikan yang dilakukan nelayan Pasongsongan menggunakan alat bantu rumpon sebagai daerah penangkapan. Rumpon yang digunakan oleh nelayan Pasongsongan berupa rumpon laut dangkal yang masih terbuat dari bambu. Rumpon yang ditetapkan setiap nelayan berbeda-beda dan bersifat rahasia. Rumpon berfungsi sebagai tanda bahwa area tersebut sudah dimiliki oleh nelayan. Hasil tangkapan yang diperoleh dengan menggunakan alat bantu rumpon diantaranya seperti ikan layang, ikan tembang, ikan kembung, ikan selar, ikan tongkol, ikan tenggiri, dan lain-lain. Penggunaan rumpon yang terbuat dari bambu menghasilkan jumlah ikan yang lebih banyak. Penggunaan rumpon bambu juga berdampak pada hasil tangkapan ikan. Jumlah dan keanekaragaman jenis ikan lebih banyak yang tertangkap dengan menggunakan rumpon bambu (Simbolon et al., 2011). Penggunaan alat bantu lampu dengan area penangkapan diluar rumpon juga dilakukan oleh nelayan di Pasongsongan. Penangkapan ikan dengan metode tersebut disebut “oncoran” oleh masyarakat sekitar. Jenis-jenis ikan yang ditangkap lebih beragam dibandingkan dengan jenis ikan yang ditangkap di dalam rumpon. Penangkapan ikan dengan metode Oncoran pada umumnya dilakukan pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni. Alat tangkap yang digunakan sama dengan penangkapan yang dilakukan di dalam rumpon yaitu pukat cincin (purse seine). Kegiatan melaut yang dilakukan oleh nelayan di Pasongsongan dengan alat tangkap pukat cincin pada umumnya dilakukan pada malam hari. Target penangkapan ikan oleh masyarakat Pasongsongan adalah ikan-ikan pelagis. Penangkapan ikan yang dilakukan pada malam hari dilakukan karena pada malam hari angin berhembus dari arah daratan menuju laut. Faktor lainnya adalah ikan- ikan pelagis pada umumnya bergerombol pada malam hari. Ikan pelagis merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki sifat fototaksis positif. Penangkapan ikan yang dilakukan pada malam hari disebabkan karena cahaya buatan yang berasal dari lampu nelayan lebih menarik perhatian ikan. Ikan-ikan pelagis akan naik ke permukaan air ketika matahari terbenam dan setelah matahari terbenam. Ikan pelagis akan masuk ke dalam lapisan air yang lebih dalam ketika matahari terbit (Sartimbul et al., 2017).

Kontributor: Dr. Akhmad Farid, S.Pi. MT.
Tanggal tercipta: 2023-05-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200351100064
No Koleksi: 200351100064


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27489-200351100064-LAPORAN PKL_INDI AUNIKA ALHAMMAMI AKMALUDIN_200351100064_MSP.pdf - 5705 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar