Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-26 07:44:21 • 296 klik
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) PADA PRODUK KOPI BIJI SALAK DI UD. BUDI JAYA KABUPATEN BANGKALAN
disusun oleh FARIKHA INTAN KISWONO
| Subyek: | KOPI |
| Kata Kunci: | KOPI |
[ Anotasi Abstrak ]
Salak merupakan salah satu komoditas Kabupaten Bangkalan yang terkenal. Terdapat 4 jenis varietas salak yang ada di Bangkalan, yakni salak sensae, salak penjalin, salak manis, dan salak kerbau. Salak di Bangkalan merupakan varietas senase yang memiliki rasa buah yang manis namun masir, kulitnya berwarna colat, umumnya pada 1 kg berisi 7-12 buah dengan warna daging buah yang berwarna kekuningan, salak penjalin memiliki ciri rasa yang manis, warna buah kekuningan dan ukuran buah yang kecil (15-20 buah/kg), salak manis memiliki ciri rasa yang manis tapi sedikit pahit, dan salak kerbau memiliki ciri rasa yang manis namun sepet (Gardjito dan Handayani, 2015). Salak khas Bangkalan ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan perekonomian suatu daerah khususnya pada desa-desa penghasil salak Bangkalan seperti desa Kramat. Salak Bangkalan tidak hanya dikonsumsi langsung, namun juga dapat diolah menjadi berbagai aneka produk konsumsi. Sebuah organisasi kelompok tani di desa Kramat yang bernama Ambudi Jaya membuat sebuah badan usaha desa (UD) Budi Jaya yang mengolah hasil salak menjadi berbagai jenis produk konsumsi seperti sirup, kopi, manisan, dan sebagainya. UD Budi Jaya merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di desa Kramat, Kabupaten Bangkalan. UMKM seperti UD Budi Jaya ini sangat penting bagi perekonomian di desa Kramat. Hal ini dikarenakan UMKM dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar sehingga dapat memberikan peluang untuk bersaing dengan perusahaan besar. Pada saat krisis ekonomi, UMKM berperan sebagai roda penggerak ekonomi pasca krisis ekonomi (Sedyastuti, 2018). Jumlah UMKM Kabupaten Bangkalan pada tahun 2016-2018 mencapai total 248.664 UMKM dengan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan sektor yang memiliki jumlah yang besar yakni 142.402 UMKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, 2023). UMKM merupakan roda penggerak perekonomian Indonesia, namun UMKM memiliki banyak hambatan dalam menjalankannya. Hambatan dalam kegiatan UMKM antara lain adalah, Sulitnya mencari modal, pemasaran yang tidak mudah, persaingan ketat antar usaha, minimnya bahan baku, teknis produksi dan keahlian yang kurang memadai, kurangnya keterampilan dalam manajerial, minim pengetahuan akan manajemen keuangan, serta iklim usaha yang kondusif (Yuwono Ardianti, 2013). Oleh karena itu diperlukan suatu model bisnis untuk membantu berjalannya kegiatan dalam UMKM Model bisnis memiliki beberapa manfaat bagi perusahaan antara lain: model bisnis digunakan sebagai alat untuk memantau seberapa ekstrem suatu perubahan pada perusahaan beserta dengan akibatnya, memudahkan pemilik usaha untuk mengambil keputusan dengan melihat hubungan yang logis antara elemen-elemen dalam bisnis, membantu untuk menguji konsistensi hubungan antar elemen, dan membantu untuk menguji pasar dan asumsi yang akan digunakan (Ali, 2020). Salah satu model bisnis yang umum digunakan adalah Model Bisnis Kanvas atau Business Model Canvas (BMC). BMC digunakan untuk menggambarkan basic thinking suatu perusahaan untuk menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai (Rukka et al., 2018). Oleh karena itu perlu untuk mempelajari konsep Business Model Canvas (BMC) terutama untuk UMKM.
| Kontributor | : Dr. Supriyanto, S.TP., MP. |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-24 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200331100020 |
| No Koleksi | : 200331100020 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27490-200331100020-Farikha Intan Kiswono_200331100020_Laporan PKL.pdf - 913 KB
Dokumen sejenis...- FENOMENA WARUNG KOPI PANGKON (Studi Kasus Tentang Prostitusi Ilegal Warung Kopi Pangkon Di Pasar Agrobis Desa Plaosan, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan)
- MAKNA KEBERADAAN WARUNG KOPI (Studi Atas Makna Warung Kopi Giras 26 Bagi Masyarakat Konsumen di Jalan Banyu Urip Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya)
- Potret Warung Kopi Di kawasan Kota Gresik Sebagai Media Ruang Publik ( Studi Deskriptif Kualitatif Warung Kopi Di kawasan Kota Gresik )
- Moshing sebagai Media Koping Stres bagi Remaja
- PENGARUH PRODUK, HARGA, LOKASI DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI BUBUK INSTAN(Studi Kasus di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan)
Dokumen yang bertautan...- FENOMENA WARUNG KOPI PANGKON (Studi Kasus Tentang Prostitusi Ilegal Warung Kopi Pangkon Di Pasar Agrobis Desa Plaosan, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan)
- MAKNA KEBERADAAN WARUNG KOPI (Studi Atas Makna Warung Kopi Giras 26 Bagi Masyarakat Konsumen di Jalan Banyu Urip Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya)
- Potret Warung Kopi Di kawasan Kota Gresik Sebagai Media Ruang Publik ( Studi Deskriptif Kualitatif Warung Kopi Di kawasan Kota Gresik )
- Moshing sebagai Media Koping Stres bagi Remaja
- PENGARUH PRODUK, HARGA, LOKASI DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI BUBUK INSTAN(Studi Kasus di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan)
Kembali ke Daftar 