Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-26 07:46:44 • 569 klik
TEKNIK PENGUKURAN INDIKATOR PERTUMBUHAN TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) PADA HABITAT SEMI-ALAMI DI PANTAI TAMAN KILI-KILI KABUPATEN TRENGGALEK
disusun oleh MUHAMMAD ADAM JAUHAR AL HASYIM
| Subyek: | PENYU LEKANG |
| Kata Kunci: | PENYU LEKANG |
[ Anotasi Abstrak ]
Penyu merupakan hewan reptil laut prasejarah yang telah hidup sejak jutaan tahun yang lalu, memiliki siklus hidup dari laut hingga ke darat serta mampu bermigrasi dalam jarak jauh disepanjang Kawasan Samudra Hindia, Samudra pasifik dan Asia Tenggara. Penyu melakukan migrasi dengan tujuan perkawinan, mencari makanan, mencari habitat yang sesuai untuk kehidupan penyu serta untuk bertelur (breeding ground) (Turnip et al., 2020). Indonesia memiliki enam spesies penyu dari tujuh spesies penyu di dunia, yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu belimbing (Dermochelys coriaceae), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), penyu pipih (Natator depressa) dan penyu tempayan (Garetta caretta). Keberadaan yang telah lama terancam, baik oleh faktor alam maupun faktor kegiatan manusia yang membahayakan populasi secara langsung maupun tidak langsung(Go’o et al., 2021). Banyaknya ancaman dan gangguan pada kelangsungan hidup penyu terutama dari aktivitas manusia yang berupa perburuan daging penyu, pencurian telur penyu, berubahnya ekosistem pantai yang disebabkan faktor alam merupakan penyebab berkurangnya populasi penyu di alam. Menurut Ario et al, (2016) Penyu merupakan salah satu hewan yang terdaftar dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Spesies Terancam yaitu perjanjian internasional antar negara yang disusun berdasarkan resolusi sidang anggota World Conservation Union tahun 1963. Penyu masuk dalam daftar merah IUCN (2008) dan dilindungi berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 716/Kpts/10/1980 dengan status proteksi dan berdasarkan PP No. 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa serta PP No. 8 tahun 1999 tentang pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar (Turnip et al., 2020). Salah satu cara untuk meminimalisir kepunahan spesies penyu adalah dengan konservasi. Konservasi merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat mencegah punahnya habitat penyu, mencegah adanya pemanfaatan penyu demi kepentingan komersial seperti penjualan telur, daging, dan dapat menjadi sarana edukasi kepada masyarakat secara luas tentang pentingnya konservasi penyu demi menjaga habitat penyu di Indonesia agar tidak punah. Melalui konservasi tersebut dapat dilakukan kegiatan yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan penyu (Ario et al., 2016). Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tukik penyu antara lain faktor keturunan, umur, parasite yang ada, jenis pakan yang diberikan, kualitas perairan habitat penyu, serta ancaman dari hewan lain. Laju pertumbuhan penyu diamati melalui pengukuran parameter Panjang karapas,lebar karapas dan bobot tukik (Ario et al., 2016). Pentingnya monitoring indikator pertumbuhan dari aspek hubungan panjang dan berat dari tukik penyu lekang (Lepidochelys olivaceae) pada habitat semi alami pada pantai taman kili-kili inilah yang melatar belakangi kegiatan PKL ini dilakukan. Informasi kegiatan PKL ini dapat dilakukan sebagai acuan terkait keberhasilan konservasi penyu yang dilakukan di Pantai taman Kili-kili Trenggalek
| Kontributor | : Eka Nurrahema Ning Asih, S.Kel., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-31 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200341100094 |
| No Koleksi | : 200341100094 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27491-200341100094-Muhammad Adam jauhar al hasyim#200341100094#Ilmu Kelautan.pdf - 8223 KB
Dokumen sejenis...- LAJU PERTUMBUHAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea)DI KONSERVASI PENYU TAMAN KILI-KILI TRENGGALEK
- KARAKTERISTIK HABITAT PENELURAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI KAWASAN KONSERVASI PANTAI TAMAN KILIKILI TRENGGALEK JAWA TIMUR
- KONSERVASI PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI PANTAI CEMARA PAKIS BANYUWANGI
- UPAYA EKOWISATA KONSERVASI PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI PANTAI CEMARA PAKIS BANYUWANGI
- SURVIVAL RATE TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys Olicivea) DENGAN TINGKAT PEMBERIAN BOBOTPAKAN IKAN TERI YANG BERBEDA DI KONSERVASI PENYU TAMAN KILI KILI
Dokumen yang bertautan...- LAJU PERTUMBUHAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea)DI KONSERVASI PENYU TAMAN KILI-KILI TRENGGALEK
- KARAKTERISTIK HABITAT PENELURAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI KAWASAN KONSERVASI PANTAI TAMAN KILIKILI TRENGGALEK JAWA TIMUR
- KONSERVASI PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI PANTAI CEMARA PAKIS BANYUWANGI
- UPAYA EKOWISATA KONSERVASI PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI PANTAI CEMARA PAKIS BANYUWANGI
- SURVIVAL RATE TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys Olicivea) DENGAN TINGKAT PEMBERIAN BOBOTPAKAN IKAN TERI YANG BERBEDA DI KONSERVASI PENYU TAMAN KILI KILI
Kembali ke Daftar 