Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-06-26 07:57:09  •  272 klik

INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI SERANGGA VEKTOR PENYAKIT MOSAIK PADA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI P3GI PASURUAN
disusun oleh NUR AZIZAH

Subyek: TEBU
Kata Kunci: TEBU

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) merupakan komoditas tanaman sumber bahan utama pembuatan gula, salah satu kebutuhan primer yang permintaannya selalu meningkat setiap tahun. Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis yang dianggap sesuai dengan syarat tumbuh tanaman tebu sehingga cukup strategis untuk pengembangan komoditas perkebunan tebu. Permasalahan tanaman tebu di Indonesia diantaranya ketidakseimbangan antara produksi gula yang rendah dan konsumsi gula yang tinggi, sehingga terjadi kondisi tidak terpenuhinya kebutuhan gula nasional. Produktivitas tanaman tebu nasional diperkiraan 5,4 ton/hektar dengan rendemen 7,5% sampai 8% pada tahun 2017 dan berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu agar dapat memenuhi kebutuhan gula nasional (Adrian et al., 2019). Pembudidayaan tebu tidak lepas dari berbagai permasalahan terutama yang berhubungan dengan hama yang akan menyerang tanaman tebu. Serangan hama pada tanaman tebu berpotensi memudahkan patogen untuk masuk ke dalam tanaman tebu untuk menimbulkan penyakit. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen dan kualitas tebu akan menurun yang kemudian menimbulkan kerugian yang cukup besar dalam sektor pertanian tebu. Tanaman tebu merupakan salah satu tanaman yang tidak dapat terhindar dari serangga hama. Keberadaan serangga yang dominan di lapangan menjadikan serangga dapat ditemukan hampir di semua habitat, termasuk pada kawasan perkebunan tebu. Perkebunan merupakan salah satu bentuk ekosistem buatan yang kondisi lingkunganya sengaja dibentuk oleh manusia untuk keberlangsungan hidup (Fachruddin et al., 2022). Kerugian secara tidak langsung dapat ditimbulkan serangga, karena serangga dapat menjadi hama tanaman dan vektor penyakit tanaman. Serangga yang sering dijumpai pada lahan budidaya mempunyai peranan dari setiap masing-masing jenis serangga. Serangga vektor merupakan serangga yang berperan dalam penyebaran penyakit virus di lapang. Beberapa serangga vektor penyebab penyakit mosaik pada tanaman tebu diantaranya: Melanaphis sacchari, Rhopalosiphum maidis, Aphis gossypii, Myzus persicae Sluz., Toxoptera citricidus Kirkaldy, Ceratovacuna lanigera Zhut, serangga vektor penyakit puru daun Fiji yaitu Perkinsiella saccharicida, serangga vektor penyakit kerdil ramu yaitu Eumetopina flavipes. Pengamatan serangga vektor yang berada di areal pertanaman tebu dengan metode perangkap menjadi salah satu langkah untuk mengidentifikasi serangga. Praktik kerja lapang di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan dilakukan dengan pemantauan secara rutin dan mengidentifikasi serangga vektor penyakit tanaman tebu, untuk menganalisa apa saja serangga yang dapat menyebabkan kerugian bagi pertumbuhan dan perkembangan, serta penyebab timbulnya penyakit pada tanaman tebu.

Kontributor: Ir. Sinar Suryawati, M. Si
Tanggal tercipta: 2023-05-16
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100109
No Koleksi: 200311100109


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27493-200311100109-NUR AZIZAH_200311100109_LAPORAN PKL.pdf - 8498 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar