Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-06-26 08:00:29  •  460 klik

DESAIN KEMASAN COKELAT SALAK DI UD BUDI JAYA BANGKALAN JAWA TIMUR
disusun oleh AILIYA FIRDAUSI

Subyek: COKELAT SALAK
Kata Kunci: COKELAT SALAK

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman salak tumbuh di dataran tinggi yaitu sekitar ± 700 meter di atas permukaan laut. Produksi buah salak pada tahun 2020 mencapai 39,54% (Rosida et al., 2018). Buah salak memiliki kandungan karbohidrat dan antioksidan yang tinggi (Yulistiani et al., 2021). Kandungan gizi buah salak sangat baik bagi tubuh manusia. Salak termasuk buah-buahan yang perisible yaitu mudah rusak. Penanganan pasca panen salak jika tidak dilakukan dengan benar dan baik, maka salak akan cepat mengalami perubahan fisik, kimiawi, fisiologi dan mikrobiologis. Sehingga perlu suatu proses pengolahan supaya mendapatkan nilai tambah dan meningkatkan umur simpan buah salak (Asrina et al., 2021). Buah salak dapat diolah menjadi cokelat, manisan, dodol, sale dan sebagainya, dengan pengolahan tersebut buah salak dapat disimpan lebih lama dan mendapatkan nilai tambah yang tinggi. Cokelat merupakan suatu makanan yang berasal dari biji buah cokelat pohon kakao (Theobroma cacao). Produk cokelat diformasikan dari kakao bubuk atau kakao massa, lemak kakao (cocoa butter), gula dan lesitin sebagai emulsifier (Kasim et al., 2021). Perkembangan zaman yang sudah modern pada saat ini, banyak suatu produsen untuk mengembangkan suatu produknya, seperti pada UD Budi Jaya yaitu mengembangkan suatu cokelat dengan tambahan buah salak. Hal ini terjadi karena produsen lebih memanfaatkan dan memberikan nilai tambah pada suatu komoditas salak. Cokelat salak termasuk salah satu inovasi dari cokelat yang masih baru, namun pada UD Budi Jaya nilai penjulannya masih rendah. Selain itu produk cokelat salak belum banyak diketahui oleh konsumen. Cokelat pada umumnya yaitu memiliki sifat yang sangat sensitive terhadap panas, karena cokelat akan mudah meleleh, begitupun pada cokelat salak. Produk cokelat juga memiliki tekstur yang lengket, sehingga membutuhkan kemasan yang dapat melindungi produknya. Hal yang diperlukan untuk memperluas pemasaran produk cokelat salak dan untuk melindungi produk cokelat yaitu dengan pengemasan yang unik. Pengemasan merupakan salah satu teknik pembungkusan suatu produk untuk melindungi dan mencegah produk dari kerusakan fisik, kimia dan biologi. Pengemasan sangat penting dalam suatu produk karena dengan dikemas dapat menjaga kualitas produk pangan atau non-pangan. Kemasan merupakan suatu desain yang meliputi struktur, warna, jenis bahan, penulisan, bentuk, informasi produk. Menurut UU RI Nomor 7 Tahun 1996, kemasan pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan membungkus pangan, baik yang bersentuhan langsung dengan pangan atau tidak (Widiati, 2020). Kemasan yang unik dapat menarik perhatian konsumen untuk membelinya. Hal yang penting dalam pengemasan adalah desain kemasan. Desain kemasan yang menarik, inovatif dan kreatif dapat memberikan kemudahan dalam bersaing antar subsector makanan lainnya, karena desain kemasan dapat berdampak pada pasar domestic baik jangka panjang maupun jangka pendek (Maflahah, 2012). Desain yang perlu diperhatikan yaitu elemen dan unsur-unsur kemasan seperti warna, bentuk, merek atau logo, ilustrasi, tipografi, dan tata letak (layout) (Alvionita et al., 2021). Desain kemasan yang telah dirancang dengan baik, maka dapat memberikan nilai estetis, melindungi produk dan meningkatkan penjualan produk. Selain itu desain kemasan juga mampu memberikan kesan berbeda dengan kemasan yang sudah beredar saat ini. Desain kemasan pada produk cokelat salak yaitu dengan menggunakan standing pouch dan struktur system kemasannya yaitu terdiri dari tiga jenis kemasan. Jenis kemasan yang digunakan yaitu aluminium foil (kemasan primer), kertas metalik (kemasan sekunder), dan standing pouch aluminium foil (kemasan tersier). Kemasan standing pouch yang sudan tren dan terdapat penambahan label pada bagian depan, serta terdapat bagian kemasan yang transparan sehingga produk dapat dilihat dari depan, sehingga produk cokelat salak dapat sejajar dengan produk lainnya. Pentingnya dilakukan pembelajaran mengenai desain kemasan di UD Budi Jaya supaya desain kemasan pada produk-produk yang dipasarkan dapat menarik perhatian konsumen.

Kontributor: Dr. Supriyanto, S.TP., MP.
Tanggal tercipta: 2023-05-24
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200331100027
No Koleksi: 200331100027


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27494-200331100027-Ailiya Firdausi_200331100027_Laporan PKL.pdf - 1523 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar