Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-26 08:02:45 • 368 klik
PENGENDALIAN MUTU KOPI BIJI SALAK (Salacca zalacca) di UD BUDI JAYA BANGKALAN, JAWA TIMUR
disusun oleh AIRIZA SEKARDINA
| Subyek: | KOPI |
| Kata Kunci: | KOPI |
[ Anotasi Abstrak ]
UD Budi Jaya merupakan salah satu kelompok tani yang terletak di Dusun Markolak Timur, Kelurahan Kramat, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan Jawa Timur. UD Budi Jaya berdiri sejak tahun 2007. UD Budi Jaya bergerak dalam bidang produksi pangan dengan berbahan dasar buah salak yang yang memiliki sifat mudah rusak (perishable), dan berumur pendek. Hal ini dikarenakan salak memiliki kandungan kadar air yang tinggi yaitu, 78% yang mengakibatkan salak lebih cepat busuk (Manurung et al., 2013). Selain kadar air yang tinggi, salak juga memiliki kandungan total gula 23,3%, tannin 0,08%, vitamin C 1,54 mg, energi 77,4 kal, air 78 g, karbohidrat 20,9 g, protein 0,4 g, kalsium 28 g, fosfor 18 mg, besi 4,2 mg, thiamin 0,04 mg/100 g (Haryoto dan Edi, 2018). UD Budi Jaya memproduksi berbagai macam olahan berbahan dasar salak, diantaranya dodol salak, sirup salak, manisan salak, kurma salak, coklat salak, dan keripik salak. Selama memproduksi produk berbahan dasar buah salak, UD Budi Jaya menghasilkan limbah, salah satunya limbah biji buah salak. UD Budi Jaya menghasilkan limbah biji buah salak 15 kg/bulan. Biji buah salak memiliki karakteristik fisik keras, kasar, dan tidak mudah hancur. Biji salak memiliki komposisi kimia yang menguntungkan jika dimanfaatkan lebih lanjut. Biji salak mengandung karbohidrat terdiri dari 28,98% selulosa dan 59,37% hemiselulosa berupa glukomanan yang memiliki fungsi untuk mencegah penyakit jantung, menurunkan kolesterol dan mengurangi respon glukemik (Anindita et al., 2016). Ekstrak pada biji salak memiliki aktifitas sitotoksik yang berguna untuk mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Aktivitas sitotoksik pada ekstrak biji salak didapatkan dari senyawa tannin, monoterpene seskuiterpen, polifenolat dan alkaloid (Joshua dan Sinuraya, 2018). Biji salak juga memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Kandungan antibakteri pada biji salak terdapat pada senyawa alkaloid, tannin, polifenol, monoterpen, dan kuinon. Biji salak memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Kandungan antioksidan pada biji salak terdapat pada senyawa fenol, flavonoid, dan tannin. Selain memiliki manfaat untuk kesehatan, biji salak dapat dimanfaatkan sebagai adsorben terhadap kromun dan minyak goreng bekas jelantah (Joshua dan Sinuraya, 2018). Berdasarkan hal tersebut diperlukan pengembangan produk terhadap biji salak. Hal ini dikarenakan banyaknya manfaat yang terdapat pada biji salak dan dapat mengurangi limbah organik pada pengolahan buah salak. Salah satu contoh pengembangan produk terhadap biji salak adalah kopi biji salak. Kopi biji salak merupakan produk kopi memanfaatkan biji buah salak dengan cara melakukan penyangraian biji buah salak ketika proses produksi (Rosida et al., 2018). Produk kopi biji salak tidak hanya memiliki keunggulan dapat mengurangi limbah organik. Kopi biji salak juga memiliki keunggulan rendah kafein. Kopi biji salak memiliki kandungan kafein 10,9 kali lebih rendah dibanding kopi liberika, 7,4 kali lebih rendah dibanding robusta, 5,8 kali lebih rendah dibanding arabika, 23 kali lebih rendah dengan kopi luwak, dan 25 kali lebih rendah dibanding dengan kopi instan (Raharja et al., 2021). Produk kopi biji salak, memerukan pengendalian mutu dengan baik. Sehingga proses produksi menghasilkan produk kopi biji salak yang seragam, tidak mudah mengalami kerusakan dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Pengendalian mutu pada suatu produk merupakan kegiatan yang dilakukan oleh produsen yang mencakup proses produksi, pengolahan, dan pemasaran produk. Pengendalian mutu mencakup pada produk segar seperti sayur dan buah, bahan mentah serta produk olahan. Pengendalian mutu dapat diamati dengan sifat pada komoditas yaitu, sifat fisik, warna, sifat kimia, gizi dan mikrobiologi (Fitriana dan Kurniawan, 2020). Pengendalian mutu pada produk pangan memiliki tujuan untuk mengurangi ketidaksesuain pada produk yang dihasilkan sehingga bisa meminimalisir kerugian dari biaya kualitas dan untuk menghasilkan produk yang seragam serta dapat mengidentifikasi penyebab kecacatan pada produk pangan yang dihasilkan (Idris dan Aditya Sari, 2016). Pengendalian mutu wajib diterapkan pada proses produksi kopi biji salak di UD Budi Jaya. Adanya pengendalian mutu akan menghasilkan kopi biji salak yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan baik dari segi fisik maupun segi komposisi kimia. Hal ini dikarenakan bahan baku yang digunakan dan proses yang dilakukan sesuai dengan standard yang ditetapkan.
| Kontributor | : Dr. Supriyanto, S.TP., M.P |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-24 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200331100005 |
| No Koleksi | : 200331100005 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27495-200331100005-Airiza Sekardina_200331100005_laporan pkl.pdf - 2178 KB
Dokumen sejenis...- FENOMENA WARUNG KOPI PANGKON (Studi Kasus Tentang Prostitusi Ilegal Warung Kopi Pangkon Di Pasar Agrobis Desa Plaosan, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan)
- MAKNA KEBERADAAN WARUNG KOPI (Studi Atas Makna Warung Kopi Giras 26 Bagi Masyarakat Konsumen di Jalan Banyu Urip Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya)
- Potret Warung Kopi Di kawasan Kota Gresik Sebagai Media Ruang Publik ( Studi Deskriptif Kualitatif Warung Kopi Di kawasan Kota Gresik )
- Moshing sebagai Media Koping Stres bagi Remaja
- PENGARUH PRODUK, HARGA, LOKASI DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI BUBUK INSTAN(Studi Kasus di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan)
Dokumen yang bertautan...- FENOMENA WARUNG KOPI PANGKON (Studi Kasus Tentang Prostitusi Ilegal Warung Kopi Pangkon Di Pasar Agrobis Desa Plaosan, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan)
- MAKNA KEBERADAAN WARUNG KOPI (Studi Atas Makna Warung Kopi Giras 26 Bagi Masyarakat Konsumen di Jalan Banyu Urip Kelurahan Putat Jaya Kota Surabaya)
- Potret Warung Kopi Di kawasan Kota Gresik Sebagai Media Ruang Publik ( Studi Deskriptif Kualitatif Warung Kopi Di kawasan Kota Gresik )
- Moshing sebagai Media Koping Stres bagi Remaja
- PENGARUH PRODUK, HARGA, LOKASI DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI BUBUK INSTAN(Studi Kasus di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan)
Kembali ke Daftar 