Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-06-26 08:05:13  •  334 klik

INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI PARASITOID HAMA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA GULMA DAUN LEBAR DI P3GI PASURUAN
disusun oleh ADINDA ROHMAH JULIVIA

Subyek: TEBU
Kata Kunci: TEBU

[ Anotasi Abstrak ]

Pertanian merupakan sektor utama untuk meningkatkan nilai ekonomi di Indonesia, lahan pertanian yang luas dan subur membuat berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik, misalnya tanaman tebu yang merupakan salah satu jenis tanaman industri dan perkebunan. Luas areal tanaman tebu di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 443.501 ribu hektar, dengan kontribusi utama adalah daerah Jawa Timur seluas 191 hektar, Lampung seluas 135 hektar, Jawa Tengah seluas 44 hektar (Anonim, 2021). Luas areal perkebunan tebu didominasi oleh Perkebunan Rakyat (PR) mencapai 57,70%, Perkebunan Besar Swasta (PBS) sekitar 25,44%, dan Perkebunan Besar Negara (PBN) sebesar 16,97% (Muliasari dan Ranu, 2020). Tebu merupakan bahan baku utama dalam pembuatan gula pasir di Indonesia. Gula adalah salah satu dari sembilan bahan pokok yang diperlukan oleh masyarakat dan industri saat ini, Produksi gula kian menurun, hal ini diakibatkan luas tanam tebu turun setiap tahun. Hanya dalam waktu 3 tahun, terjadi penurunan luas areal tebu Indonesia hingga mencapai 10 persen (Soraya et al., 2022). Rendahnya produktivitas tebu diikuti dengan tingginya tingkat konsumsi gula per kapita mengharuskan Indonesia mengimpor gula dari luar negeri. Indonesia merupakan negara importir gula terbesar di dunia dengan jumlah import gula mencapai 4,48 juta ton dengan nilai import mencapai US$ 2 milyar (Anonim, 2018). Mayoritas gula import yang masuk ke Indonesia berasal dari Negara Thailand, Brazil dan Australia (Muliasari dan Ranu, 2020). Salah satu penyebab penurunan produksi gula karena adanya serangan hama dan penyakit tebu. Tanaman tebu mudah terserang berbagai jenis hama dimana lebih dari 100 jenis hama menyerang tanaman tebu, mayoritas berasal dari jenis serangga (Subiyakto, 2016). Ekosistem tebu mempunyai faktor keseimbangan ekosistem serangga, serta memiliki populasi spesies serangga parasitoid dan predator alami lebih tinggi pada lahan budidaya. Upaya pencegahan yng dilakukan melalui serangga parasitoid dan predator dapat mengatur populasi hama selalu berada di bawah batas ekonomi (Fatchruddin et al., 2022). Parasitoid menjadi salah satu bentuk musuh alami yang hidup pada gulma di sekitar area pertanaman tebu. Jenis gulma yang seringkali menjadi tempat berkembangnya parasitoid adalah gulma daun lebar, hal itu karena gulma daun lebar mempunyai banyak nektar untuk memenuhi kebutuhan pakan serangga. Jenis- jenis parasitoid hama yang hidup pada gulma daun lebar disekitar pertanaman tebu perlu diinventarisasi dan identifikasi dengan beberapa metode (Nurazizah et al., 2022). Inventarisasi dan identifikasi dilakukan agar parasitoid dapat dikembangkan sebagai upaya pencegahan alami ledakan hama.

Kontributor: Ir. Sinar Suryawati M.Si.
Tanggal tercipta: 2023-05-16
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100118
No Koleksi: 200311100118


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27496-200311100118-Adinda Rohmah Julivia_200311100118_Laporan PKL.pdf - 10343 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar