Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-26 14:29:36 • 617 klik
PENGUJIAN BAKTERI Aeromonas salmonicida PADA IKAN CHUM SALMON (Oncohynchus keta) MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DI BALAI KIPM SURABAYA II
disusun oleh MUHAMMAD ILYAS
| Subyek: | SALMON |
| Kata Kunci: | SALMON |
[ Anotasi Abstrak ]
Ikan salmon merupakan salah satu komoditas impor negara Indonesia terhadap pasar global. Hal tersebut dikarenakan ikan salmon ialah ikan yang tidak ada secara alamiah di perairan Indonesia sehingga harus didatangkan langsung dari negara penghasil ikan salmon untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Ekspor-Impor Produk Perikanan (2019), Jumlah ikan salmon yang diimpor Indonesia pada tahun 2018 mencapai 6.190.692 kg atau rata-rata pertumbuhan sebesar 7,2% selama periode 2016-2018. Produk perikanan termasuk ikan salmon yang masuk ke wilayah Indonesia harus dalam keadaan baik dan aman. Kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan merupakan beberapa persyaratan yang harus terpenuhi pada produk perikanan yang masuk ke wilayah Indonesia (PERMEN-KP RI No. 74 Tahun 2016). Kesehatan ikan merupakan salah satu persyaratan yang harus terpenuhi pada produk perikanan impor Indonesia. Kesehatan ikan dapat dipantau dari penyakit pada ikan. Infeksi bakteri menjadi salah satu penyebab penyakit yang komoditas perikanan (Jasmanindar, 2011). Bakteri yang biasa meyerang ikan salmon yaitu Aeromonas salmonicida. Bakteri yang berasal dari genus Aeromonas ini bersifat patogen dan berbahaya. Bakteri Aeromonas salmonicida dapat menyebabkan penyakit furunculosis pada ikan yang mengakibatkan pembengkakan dan haemoragik pada jaringan diantara epidermis dan dermis (Priyatna et.al., 2011). Bakteri ini juga dapat menyebabkan gangguan pada manusia apabila dikonsumsi dengan pengolahan yang tidak benar dan tidak tepat (Arwin et.al., 2016). Gangguan yang dapat dirasakan apabila mengonsumsi ikan salmon terinfeksi Aeromonas salmonicida seperti diare, typus, kolera, dan disentri. Produk perikanan yang terbebas dari infeksi bakteri telah ditentukan dalam standar kriteria kualitas dan keamanan produk perikanan oleh Food and Agriculture Organization (FAO). Lembaga tersebut berfungsi untuk mengawasi dan memantau kualitas dan keamanan produk perikanan (Waluyo et.al., 2018). Bakteri Aeromonas salmonicida dapat menulari biota yang ada di perairan Indonesia apabila tidak terkendali dengan aman. Oleh karena itu pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menetapkan pemantauan bakteri Aeromonas salmonicida pada produk perikanan salah satunya ikan salmon. Pemantauan ini dilakukan oleh Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan(KEPMEN KKP No.17 Tahun 2021). Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya II ialah tempat instalasi karantina yang berfungsi untuk melakukan pencegahan masuk dan tersebarnya hama penyakit agar tidak mengganggu organisme lainnya. Upaya perlindungan produksi ikan chum salmon dari masuk dan terkontaminasi hama dan penyakit ikan karantina yang belum ada di Indonesia dilakukan dengan tindakan karantina ikan untuk mengantisipasi ancaman timbulnya bahaya dan wabah penyakit ikan terutama ikan chum salmon. BKIPM bertujuan untuk membebaskan komoditas perikanan perikanan dari Hama Dan Penyakit Ikan (HPIK) yang mungkin terbawa saat kegiatan lalu lintas import ataupun ekspor baik antar negara maupun antar wilayah domestik dalam negeri (BKIPM, 2011). Berdasarkan uraian tersebut, maka diperlukan kegiatan Praktik Kerja Lapang PKL di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya II untuk mengetahui metode pengujian Bakteri Aeromonas salmonicida pada ikan chum salmon. Sampel yang digunakanan yaitu ikan chum salmon dari customer Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya II. Hal ini dilakukan guna mengetahui ikan chum salmon tersebut layak atau tidak untuk dikonsumsi.
| Kontributor | : Insafitri, S.T., M.Sc., Ph.D |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-24 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200341100004 |
| No Koleksi | : 200341100004 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27509-200341100004-Muhammad Ilyas 200341100004 Laporan PKL.pdf - 1916 KB
Dokumen sejenis...- PENGUJIAN BAKTERI Aeromonas salmonicida PADA IKAN SALMON (Salmonidae) DENGAN MENGGUNAKAN METODE PCR KONVENSIONAL DI LABORATORIUM PENGUJI BALAI KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN JAKARTA II
- IDENTIFIKASI Salmonella sp. PADA MAKAREL (Scomber scombrus) MENGGUNAKAN METODE SNI ISO 6579:2015 DI LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II
- IDENTIFIKASI Aeromonas salmonicida PADA SALMON ATLANTIK (Salmo salar) MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DI BALAI KIPM SURABAYA II
- KAJIAN MUTU IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN DAN PASAR TRADISIONAL KECAMATAN LEKOK, PASURUAN
- KARAKTERISTIK MIKROBA PADA IKAN MANYUNG ASAP DALAM PROSES PENGASAPAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BONGGOL JAGUNG DAN TEMPURUNG KELAPA
Dokumen yang bertautan...- PENGUJIAN BAKTERI Aeromonas salmonicida PADA IKAN SALMON (Salmonidae) DENGAN MENGGUNAKAN METODE PCR KONVENSIONAL DI LABORATORIUM PENGUJI BALAI KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN JAKARTA II
- IDENTIFIKASI Salmonella sp. PADA MAKAREL (Scomber scombrus) MENGGUNAKAN METODE SNI ISO 6579:2015 DI LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II
- IDENTIFIKASI Aeromonas salmonicida PADA SALMON ATLANTIK (Salmo salar) MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DI BALAI KIPM SURABAYA II
- KAJIAN MUTU IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN DAN PASAR TRADISIONAL KECAMATAN LEKOK, PASURUAN
- PENGUJIAN BAKTERI Aeromonas salmonicida PADA IKAN CHUM SALMON (Oncohynchus keta) MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DI BALAI KIPM SURABAYA II
Kembali ke Daftar 