Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-06-27 09:21:29  •  283 klik

KERAGAAN PERTUMBUHAN TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI DENGAN KEDELAI (Glycine max L.) DI P3GI PASURUAN
disusun oleh SITI ERIKA

Subyek: TEBU
Kata Kunci: TEBU

[ Anotasi Abstrak ]

Tebu merupakan tanaman perkebunan yang digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan gula. Di Indonesia, kebutuhan gula dalam negeri cukup tinggi namun produktivitas gula yang diperoleh masih rendah (Rifai et al., 2014). Perkebunan tebu di Indonesia mencapai luas areal dengan kisaran 478 ribu hektar dan 64,74% diantaranya terdapat dipulau jawa (Ditjenbun, 2015). Permintaan akan kebutuhan kedelai di Indonesia juga meningkat dengan meningkatnya jumlah pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan perkapita. Tahun 2017, panen kedelai di Indonesia luasnya mencapai kisaran 355.799 ha dengan hasil produktivitas kedelai mencapai 1,51 ton/ha dan produksi 538.728 ton (Susanti dan Heni, 2019). Swasembada pangan dapat dicapai dengan meningkatkan luas panen minimal menjadi 1,5 juta ha dengan hasil produktivitas 1,70 ton/ha. Kedelai merupakan salah satu tanaman palawija jenis tanaman kacang-kacangan yang berperan sebagai sumber utama protein dan minyak nabati di dunia. Permasalahan tersebut salah satunya dapat diatasi dengan menerapkan pola tanam tumpangsari yang digunakan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tebu dan kedelai. Nizar dan Waksito (2016), menyatakan bahwa tumpangsari antara tanaman tebu dengan kedelai memiliki potensi yang cukup tinggi produksinya. Pola tanam tumpangsari merupakan pola tanam yang menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu areal tanam yang ditanam secara bersamaan atau pada waktu yang berbeda. Tumpangsari tebu dan kedelai dapat meningkatkan produksi dan dapat mengatasi terbatasnya lahan pertanian untuk komoditas tersebut (Arofik et al., 2014). Peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan melakukan intensifikasi pertanian tanaman kedelai yaitu dengan memasok benih unggul dan penerapan pola tanam intensif.

Kontributor: Ir. Sinar Suryawati, M.Si
Tanggal tercipta: 2023-05-16
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100093
No Koleksi: 200311100093


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27516-200311100093-SITI ERIKA_200311100093_LAPORAN PKL.pdf - 8434 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar