Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-06-27 11:06:38 • 269 klik
AKTIVITAS PANEN DAN PASCAPANEN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) UNTUK PRODUKSI BENIH DI PT BISI FARM KENCONG, KEDIRI, JAWA TIMUR
disusun oleh SAFIRNA SITI SOLIKHA
| Subyek: | MENTIMUN |
| Kata Kunci: | MENTIMUN |
[ Anotasi Abstrak ]
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman merambat jenis sayuran yang berasal dari family labu – labuan (Cucurbitaceae). Tanaman mentimun banyak dibudidayakan di dataran rendah. Mentimun umumnya digemari masyarakat Indonesia. Mentimun dapat dikonsumsi secara langsung maupun dalam bentuk olahan. Menurut Sumpena (2001) dalam Dewi (2016) gizi mentimun cukup baik karena sayuran buah ini merupakan sumber vitamin dan mineral. Kandungan gizi per 100 g mentimun adalah 15 kalori, protein 0,8 g, pati 0,1 g, karbohidrat 3 g, fosfor 30 mg, besi 0,5 mg, theanin 0,02 mg, riboflavin 0,01 mg, natrium 5 mg, niacin 0,10 mg, abu 0,40 g, asam 14 mg, vitamin A 0,045 IU, vitamin B1 0,3 IU dan vitamin B2 0,2 IU. Konsumsi mentimun yang terus meningkat menjadikan permintaan pasar akan mentimun juga terus meningkat. Namun, produksi mentimun di Indonesia setiap tahunnya berada pada kondisi yang tidak stabil. Produksi mentimun di Indonesia pada tahun 2017 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Produksi mentimun pada tahun 2016 mencapai 430.218 ton. Namun, pada tahun 2017 mengalami penurunan drastis yakni dari 430.218 ton menjadi 424.917 ton (Badan Pusat Statistik, 2021). Produktivitas tanaman mentimun yang rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain genetik, faktor lingkungan atau iklim, teknik budidaya seperti pengolahan tanah, dan perawatan tanaman seperti pemupukan, pengairan, penyiangan, dan pengendalian hama penyakit serta penggunaan benih yang rendah (Khairunnisa et al., 2019). Menurut Khamid et al., (2019) keberhasilan produksi mentimun dapat ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu pengelolaan optimal terhadap tanah dan tanaman serta penggunaan benih unggul bermutu. Mutu fisik dan fisiologis yang tinggi dapat diperoleh dengan penanganan pra dan pascapanen yang baik meliputi: teknik bercocok tanam, pengendalian hama dan penyakit, pengendalian gulma, waktu panen, cara panen, processing dan penyimpanan benih. Mutu fisiologis benih merupakan interaksi antara faktor genetik dengan lingkungan tumbuh dimana benih dihasilkan (Umar, 2012). Panen adalah pemetikan hasil budidaya dan merupakan kegiatan akhir dari siklus budidaya, sedangkan pascapanen adalah pengolahan hasil panen segera setelah panen. Kegiatan panen dan pascapanen ini keduanya saling berhubungan erat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kriteria panen dapat dilihat dengan berbagai cara, antara lain secara visual, fisik, komputasional (menghitung umur tanaman), bahkan kimiawi. Tahapan pasca panen melalui beberapa tahap yaitu ekstraksi biji, fermentasi, pencucian, pengeringan dan sortasi. Berdasarkan uraian diatas, maka perlu diketahui tentang aktivitas panen dan pascapanen pada tanaman mentimun untuk memperoleh produksi benih yang berkualitas dan memiliki mutu tinggi serta menekan kemunduran mutu benih selama pengolahan benih berlangsung. Oleh karena itu, dalam rangka memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai produksi benih mentimun khususnya panen dan pengelolaan pascapanen, maka dilakukan Praktik Kerja Lapang di PT BISI Farm Kencong Kediri, Jawa Timur, badan usaha yang beraktivitas pada produksi benih.
| Kontributor | : Dr. Ahmad Amzeri S.P., M.P. |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-16 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200311100106 |
| No Koleksi | : 200311100106 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27525-200311100106-SAFIRNA SITI SOLIKHA_200311100106_LAPORAN PKL.pdf - 12507 KB
Dokumen sejenis...- peharuh pemberian konsentrat EM-4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Curcumis Sativus L) pada berbagai komposisi media tanam
- PENGARUH PEMBERIAN MACAM MULSA DAN DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) LOKAL MADURA
- PENGARUH PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativa. L)
- PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)
- PENGARUH JENIS MULSA DAN WAKTU PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VARIETAS LOKAL SUMENEP
Dokumen yang bertautan...- peharuh pemberian konsentrat EM-4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Curcumis Sativus L) pada berbagai komposisi media tanam
- PENGARUH PEMBERIAN MACAM MULSA DAN DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) LOKAL MADURA
- PENGARUH PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativa. L)
- PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)
- PENGARUH JENIS MULSA DAN WAKTU PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VARIETAS LOKAL SUMENEP
Kembali ke Daftar 