Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-06-30 04:55:41  •  292 klik

EFEKTIVITAS KOMBINASI PESTISIDA NABATI EKSTRAK CABAI JAMU (Piper retrofractum) DAN LADA (Piper ningrum L.) PADA ULAT HONGKONG SECARA IN VITRO DI BBPPTP SURABAYA
disusun oleh MUHAMAD RONI EFENDI

Subyek: CABAI JAMU
LADA
Kata Kunci: CABAI JAMU
LADA

[ Anotasi Abstrak ]

Sebagian besar masyarakat Indonesia telah mengenal tanaman cabai, namun tak banyak yang mengenal jenis cabai jawa. Bentuknya yang sedikit berbeda dengan cabai pada umumnya membuat jenis cabai ini terkadang tidak dikenal sebagai tanaman cabai. Secara turun tremurun khasiat cabai jamu sudah diakui manfaatnya. Tidak salah jika cabai jamu disebut dengan sebagai harta karun obat tradisional Indonesia. Disebut cabai jamu karena rasanya yang pedas seperti cabai dan dipercaya berfungsi sebagai jamu untuk kesehatan dan kebugaran bagi yang mengkonsumsinya serta bisa digunakan untuk pembuatan pestisida nabati. Buah lada putih mengandung alkaloid seperti piperin, kavisin, dan metilpirolin, serta minyak atsiri, lemak dan pati. Kandungan utama dalam lada adalah alkaloid piperin. Piperin memiliki rumus molekul C17H19NO3 atau (E,E)- 1-[5-(1,3-benzodioksol-5-il)-1-okso-2,4-pentadienil] piperidin, diperoleh dalam bentuk prisma monosiklik dari alkohol dengan titik lebur 130°C, 1 g piperin larut dalam 15 mL etanol, 36 mL eter dan hampir tidak larut dalam air. Piperin memiliki khasiat sebagai antiinflamasi, antimalaria, menurunkan berat badan, menurunkan demam, menetralkan racun bisa ular, antiepilepsi, membantu meningkatkan penyerapan vitamin tertentu (Kolhe et al., 2011) Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Penggunaan pestisida sintesis yang dinilai praktis untuk mengendalikan serangan hama, ternyata dapat membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Penggunaan pestisida kimia yang tidak rasional dapat menimbulkan dampak buruk dari segi lingkungan maupun dari segi kesehatan manusia. Dari segi lingkungan pestisida kimia dapat menyebabkan pencermaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau. Penggunaan pestisida nabati salah satunya yang dapat menjadi alternatif dalam mengurangi penggunaan pestisida kimia. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan baku dasarnya berasal dari tumbuhan yang relatif sangat mudah ditemui serta mudah dibuat. Pestisida nabati tersebut sangatlah mudah terurai sehingga aman bagi manusia dan hewan. Pestisida nabati ini berperan sebagai racun kontak dan racun perut. Penggunaan pestisida berbahan kimia memiliki dampak negatif untuk lingkungan maupun makhluk hidup disekitarnya. Residu yang ditimbulkan dari pestisida kimia juga akan sulit terurai dialam. Salah satu alternatif pengendalian hama adalah dengan penggunaan pestisida nabati yang bersifat ramah lingkungan. Oleh karena itu, pelaksanaan PKL ini menjadi penilitian awal tentang potensi pestisida nabati berbahan dasar cabai jamu, lada, dan kombinasi keduannya yang dilaksanakan di BBPPTP Surabaya.

Kontributor: Ir. Achmad Djunaedy, M.P.
Tanggal tercipta: 2023-05-30
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100113
No Koleksi: 200311100113


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27545-200311100113-Muhamad Roni Efendi_200311100113_Laporan PKL.pdf - 5591 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar