Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-07-01 03:59:12  •  274 klik

TEKNIK PENGAMATAN KERAPATAN LAMUN DI KAWASAN PESISIR UNIT PELAKSANA TEKNIS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (UPT PPP) PONDOKDADAP MALANG
disusun oleh Tsalitsa Addibah

Subyek: LAMUN
Kata Kunci: LAMUN

[ Anotasi Abstrak ]

Ekosistem laut dangkal yang memilliki peranan cukup penting bagi kehidupan biota laut disebut dengan ekosistem lamun. Lamun mempunyai fungsi ekologis sebagai penghasil makanan, penghasil unsur hara, stabilisator substrat, penangkapan endapan air, tempat tinggal, dan tempat organisme laut untuk berlindung dari hal-hal yang berbahaya. Ekosistem ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan ekosistem terumbu karang dan mangrove dalam hal keseimbangan lingkungan perairan. Ekosistem lamun memiliki produktifitas yang tinggi jika dibandingkan dengan ekosistem perairan yang lain. Nilai produktifitas tersebut berkisar antara 5 hingga 30% yang dinilai dari tingkat penggunaan ekosistem lamun oleh biota yang selanjutnya digunakan dalam rantai makanan deitrus. Deritrus merupakan hancuran dari organisme mati dan dapat dihasilkan dari sisa organisme sperti kotoran hewan yang diuraikan dekomposer (Hartati et al., 2012). Kepadatan padang lamun di perairan dapat menggambarkan kondisi perairan. Tinnginya angka kepadatan lamun pada suatu perairan akan menunjukkan tingginya organisme di dalamnya (Pateceh et al.,2020). Berdasarkan data dari KKP (2016), Indonesia memiliki 13 spesies lamun. Spesies tersebut terbagi menjadi 12 jenis lamun yang tergolong pada 2 family dan 7 genus. Ketujuh genus tersebut terbagi lagi menjadi 3 genus dari family Hydrocharitaceae yaitu Enhalus, Thallasia dan Halophilia, dan 4 genus dari family Potamogetonaceae yitu Syringodium, Cymodocea, Halodulu dan Thalassodendron. Spesies jenis Cymodocea rotundata, Cymodocea serullata, Enhalus acorides, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophilade cipines, Halophilia minor, Halophilia ovalis, Halophilia spinulosa, Halophilia sulawessi, Syringidium isoetifolium,Thallasia hemprichi,Thalasiodendrom cilatum. Keberdaan padang lamun salah satu ditemukan di Pelabuhan Pondokdadap. Pelabuhan ini terletak di bagian selatan Kabupaten Malang. Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap mengimplementasikan semboyan pelabuhan yang berwawasan Ecofishing-port supaya dapat mencegah, mengelola, serta memulihkan pencemaran yang disebabkan oleh kegiatan pelabuhan maupun nelayan. Kegiatan Pelabuhan semakin meningkat seiring berjalannya waktu,jumlah kapal juga semakin meningkat disetiap tahunnya. Banyak aktivitas nelayan yang langsung berhubungan dengan perairan salah satunya adalah aktifitas bongkar muat kapal atau docking kapal juga sering dilakukan langsung pada daerah Pelabuhan (Rahmawati et al., 2018). Daerah Pelabuhan pondokdadap sudah sering melakukan monitoring atau penelitian untuk mengetahui jenis lamun yang terdapat pada daerah pelabuhan pondokdadap, akan tetapi belum ada observasi lanjutan untuk menentukan komunitas lamun pada daerah pelabuhan. Berangkat dari hal tersebut Praktik Kerja Lapang ini dilakukan untuk melakukan observasi ekosistem pada daerah Pelabuhan pondokdadap.

Kontributor: Maulinna Kusumo Wardhani, S.Kel., M. Si
Tanggal tercipta: 2023-05-24
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100058
No Koleksi: 200341100058


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27546-200341100058-TSALITSA ADDIBAH_200341100058_ILMU KELAUTAN.pdf - 8171 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar