Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-07-01 04:05:01  •  1400 klik

ANALISA KADAR HISTAMIN PADA IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA
disusun oleh Desi Syaufira Blessanti

Subyek: IKAN TONGKOL
Kata Kunci: IKAN TONGKOL

[ Anotasi Abstrak ]

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan ikan dengan memiliki potensi sangat tinggi yang kandungan gizinya lengkap dimana nilai protein ikan tongkol sendiri mencapai 26%, kadar lemak rendah 2%, asam lemak omega-3 dan kandungan garam mineral yang sangat tinggi. Masyarakat banyak yang menyukai dan mengonsumsi ikan tongkol karena ikan tersebut memiliki nilai ekonomis. Kandungan gizi yang tinggi pada ikan adalah sumber pangan yang cocok dalam membantu pertumbuhan anak maupun remaja, tetapi juga akan mudah rusak karena digunakan untuk pertumbuhan mikroba dari pathogen mauoun non- pathogen jika tidak diolah dengan baik (Sitompul et al., 2020). Ikan tongkol tergolong pada famili scombroidae yang jika dibiarkan pada suhu kamar dapat memicu proses pembusukan dan bertumbuhnya bakteri pembusuk yang menyebabkan berkembang secara cepat. Jika ikan tongkol yang telah mengalami proses pembusukan tersebut masih tetap dikonsumsi, maka akan menyebabkan keracunan (Kurniawan, 2012). Ikan tongkol tergolong ikan perenang cepat yang dapat mengandung histamin yang tinggi dan pengolahan yang tidak tepat juga dapat menjadi salah satu penyebabnya. Histamin adalah senyawa amina biogenik yang terbentuk dari asam amino histidin akibat reaksi enzim dekarboksilase dengan suhu optimum pertumbuhan 25°C. Keracunan pada manusia saat memakan ikan scombroid dapat diakibatkan efek dari Kadar histamin yang tinggi. Kadar toleran menurut The food and Drug Administration menetapkan batas standar keamanan kadar histamin yaitu 50 mg/ 100 g (50 ppm), sedangkan pada Uni Eropa menetapkan bahwa batas standar keamanan kandungannya rata-rata kadar histamin yang terkandung dalam ikan tidak boleh lebih dari 10 mg/100 g (100 ppm). Tingkat parahnya gejala sangat bervariasi dengan jumlah kadar histamin yang tertelan dan sensitivitas individu terhadap histamin (Suryanto dan Sipahutar, 2021). Ikan tongkol dapat disebut ikan pelagis atau ikan perenang cepat yang dapat mengandung asam amino histidin dan mudah terkontaminasi oleh bakteri dengan mengeluarkan enzim histidin dekarboksilase sehingga dapat menghasilkan kadar histamin yang tinggi. Kadar histamin harus dilakukan pengujian pada ikan tongkol sebelum dipasarkan. Pengujian kadar histamin pada ikan tongkol merupakan salah satu upaya awal yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa ikan pelagis yang dipasarkan tidak memiliki kadar histamin yang tinggi atau sesuai dengan SNI. Berdasarkan uraian diatas yang melatarbelakangi dilakukannya kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) dengan pengujian di Laboratorium Kimia Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (PMP2KP) Surabaya mengenai analisis kadar histamin pada Ikan tongkol (Euthynnus affinis) segar tersebut.

Kontributor: Eka Nurrahema Ning Asih, S.Kel., M.Si
Tanggal tercipta: 2023-05-13
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100035
No Koleksi: 200341100035


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27548-200341100035-Desi Syaufira Blessanti#200341100035#Ilmu Kelautan.pdf - 8199 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar