Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-07-01 04:17:18  •  315 klik

IMPLEMENTASI PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAMAN TEH (Camellia sinensis L.) MELALUI APLIKASI DAUN DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN TEH WONOSARI, MALANG
disusun oleh NOVA AULIA RAHMADINA

Subyek: TEH
Kata Kunci: TEH

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan negara agraris yang besar dengan lahan yang luas, keanekaragaman hayati yang kaya dan kondisi iklim alam yang unggul. Kondisi iklim Indonesia yang tropis angat mendukung bagi petani untuk bercocok tanam karena adanya sinar matahari sepanjang tahun. Ditambah dengan struktur tanah yang ada, memungkinkan bagi petani untuk menanam berbagai jenis tanaman. Teh (Camellia sinensis) merupakan salah satu hasil pertanian yang tersebar luas dan berkembang pesat di Indonesia. Luas areal perkebunan teh di Indonesia pada tahun 2008 adalah 127.712 ha dengan produksi 153.971 ton dan total volume ekspor teh Indonesia mencapai 96.209 ton dengan nilai ekspor US$ 158.958 juta (Ditjenbun 2012). Teh (Camellia sinensis L.) merupakan tanaman perkebunan yang dimanfaatkan daunnya. Tanaman teh memiliki nilai ekonomi tinggi dimasyarakat sehingga membantu pembangunan pertanian di Indonesia. Olahan produk teh banyak dimanfaatkan masyarakat tidak hanya dinikmati dalam bentuk minuman melainkan saat ini digunakan untuk pengobatan maupun kosmetika karena mengandung antioksidan yang tinggi. Indonesia tidak hanya menjadi produsen teh melainkan menjadi Negara lima pengekspor teh setelah Sri Lanka, Kenya, Cina dan India (Anjarsari 2016). Tanaman teh memenuhi kebutuhan anorganiknya dari asupan nutrisi berupa pupuk. Nutrisi dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan. Nutrisi dibagi menjadi unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut makronutrien, yang meliputi unsur C, H, O, N, S, P, K, Ca dan Mg, sedangkan unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut mikronutrien, yang meliputi unsur Fe, B, Mn, Mo, Zn, Cu dan Cl. Jika kebutuhan salah satu unsur tersebut tidak terpenuhi, maka proses metabolisme tumbuhan akan terhambat sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan (Salisbury dan Ross 1992).

Kontributor: Dr. Achmad Djunaedy SP., MP.
Tanggal tercipta: 2023-05-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100082
No Koleksi: 200311100082


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27551-200311100082-Nova Aulia Rahmadina_200311100082_Laporan Pkl.pdf - 8286 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar