Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-07-01 04:19:55  •  323 klik

TATA LETAK PRODUKSI KARET JENIS THIN BROWN CREPE (TBC) DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH PAWON KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR
disusun oleh ADI KURNIA

Subyek: KARET
Kata Kunci: KARET

[ Anotasi Abstrak ]

PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didikan dari gabungan keluaran PT. perkebunan XXIII (Persero), PT. perkebunan XXVI (Persero), dan PT. Perkebunan XXIX (Persero). PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon berlokasi di desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Komoditi yang diolah terdapat kopi, kakao, dan karet. Tetapi untuk saat ini berfokus pada komoditi karet. PTPN XII memproduksi dua jenis karet, yaitu Ribbed Smoke Sheet (RSS) dan Thin Brown Crepe (TBC). Lump mangkok, getah tanah, lump pra, skrep, skim dan busa dapat dijadikan sebagai Thin Brown Crepe dan lateks dapat dibuat menjadi Ribbed Smoke Sheet (RSS). Karet yang diambil dari kebun dijadikan lembaran kering yang bernama Thin Brown Crepe (TBC) (Suryaningrat et al., 2020). Tata cara pengaturan dari penempatan fasilitas pabrik dengan memanfaatkan luas lahan dengan cara terbaik untuk memudahkan proses produksi disebut dengan layout pabrik atau tata letak. Perancangan fasilitas terdiri dari alokasi pabrik dengan perancangan gedung yang diketahui adanya kaitan antara tata letak pabrik dengan penanganan material (Anwar et al., 2015). Tujuannya agar tercapai hasil yang optimal dari produktivitas, efisiensi dan efektivitas. Adanya aliran bahan yang efisien, jarak memindah barang yang pendek dan ongkos minimum merupakan tata letak yang baik (Safitri et al., 2017). Lateks merupakan karet yang berasal dari pohon karet setelah dilakukan penyayatan. Lateks kemudian diolah menjadi bahan TBC atau RSS. Bahan tersebut kemudian dikirim ke pabrik pusat dan diolah menjadi industri manufaktur sarung tangan, ban, alas kaki, benang karet, ban vulkanisir, sarung tangan dan lain – lain (Harahap dan Segoro, 2018). Lateks ditaruh di bak penampung yang sudah disaring dan diukur Phnya, setelah itu dilakukan proses koagulasi dengan pencampuran asam kemudian didiamkan selama kurang lebih satu jam. Proses penggumpalan selesai setelah itu dibuat lembaran dengan lebar tertentu (Ali et al., 2010). Pentingnya tata letak pabrik berkaitan dengan proses produksi yaitu pada waktu dan kelelahan pekerja. Hal tersebut dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk produksi dan mengurangi tenaga yang harus dikerjakan oleh tenaga kerja. Oleh sebab itu, Praktik Kerja Lapang ini untuk mengetahui tata letak produksi di PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon.

Kontributor: Dr. Darimiyya Hidayati, S. TP., M.P.
Tanggal tercipta: 2023-06-12
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200331100050
No Koleksi: 200331100050


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27552-200331100050-ADI KURNIA_200331100050_LAPORAN PKL.pdf - 2683 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar