Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-07-01 05:40:15  •  949 klik

PROSES PENGGUMPALAN DAN PENGERINGAN KARET THIN BROWN CREPE (TBC) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH SEPAWON KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR
disusun oleh WIDIYAH WATI

Subyek: KARET
Kata Kunci: KARET

[ Anotasi Abstrak ]

PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero) Jawa Timur berada di Kebun Ngrangkah Pawon, Kabupaten Kediri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang hasil perkebunan. Perusahaan ini didirikan oleh perusahaan belanda pada tahun 1889. Kebun ini sebelumnya milik NV. Cultuur Matschappy TVK (Tiederman Van Kerchen). Perkebunan yang saat ini dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah Pawon adalah perkebunan karet. Kebun Ngrangkah Pawon terletak di Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri yang berada di lereng Gunung Kelud. Kebun tersebut dibagi menjadi dua yakni Kebun Ngrangkah dan Kebun Satak. Terdapat beberapa komoditi yang ada di kebun Ngrangkah dan Kebun Satak yakni kopi robusta, karet dan coklat, namun sekarang di PT. Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah fokus pada pengolahan karet. Karet yang digunakan merupakan hasil penyadapan tanaman karet yang berupa cairan seperti susu yang mengandung protein. Pengolahan karet berada di Pabrik Sepawon dengan produk yang dihasilkan adalah karet jenis Thin Brown Crepe (TBC) dan Ribbed Smoked Sheet (RSS) namun untuk sekarang pabrik pengolahan karet hanya memproduksi jenis TBC dengan mutu yang dihasilkan adalah 1x, 2x, 3x dan 3x hitam. Proses produksi karet di PT. Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah Pawon merupakan produk semi jadi sehingga harus diolah lagi untuk bisa digunakan konsumen. Produk utama yang dihasilkan oleh pabrik pengolahan karet adalah karet jenis Thin Brown Crepe (TBC). Thin Brown Crepe (TBC) merupakan jenis crepe coklat yang tipis karena merupakan jenis karet yang dalam pengolahanya digiling ulang. Bahan yang digunakan dalam pengolahan karet jenis TBC sama dengan karet jenis karet Brown Crepe lainya, namun yang berbeda hanya dalam prosesnya pada karet jenis Thin Brown Crepe mengalami proses penggilingan ulang untuk mendapatkan ketebalan yang sesuai (Sofiani et al., 2018). Pada proses pengolahan karet TBC ini memanfaatkan udara panas dalam proses pengeringannya. Pengolahan Thin Brown Crepe (TBC) dimulai dari proses penerimaan lateks, pengenceran lateks, pembekuan lateks, penggilingan, pengeringan, sortasi dan labelling, dan pengemasan. Proses penting pada pengolahan Thin Brown Crepe adalah pada tahap penggumpalan atau koagulasi lateks dan pengeringan karet karena pada masing-masing proses produksi karet mempunyai perbedaan dalam pengolahannya. Pada karet jenis RSS yang membedakan adalah pada proses pengasapan namun pada karet jenis TBC yang membedakan adalah proses penggumpalan dan pengeringan yang mana proses penggumpalan ini dilakukan dengan menggunakan asam semut dan proses pengeringan dilakukan dengan penjemuran di ruang terbuka namun tidak menggunakan sinar matahari melainkan udara. Tahap penggumpalan (koagulasi) merupakan suatu terjadinya perubahan dari fase sol yang berubah menjadi fase gel dimana pada pengolahannya menggunakan tambahan bahan penggumpal yang disebut koagulan. Terjadinya pembekuan lateks disebabkan oleh muatan listrik yang menurun atau dehidratasi yang disebabkan oleh penurunan pH lateks (penambahan asam H+ ). Terjadinya penurunan pH lateks dapat disebabkan karena penambahan koagulan maupun secara alami (Vachlepi dan Purbaya, 2018). Tujuan penggumpalan lateks adalah untuk menyatukan butiran karet yang terdapat pada cairan lateks, supaya menjadi satu gumpalan. Pada tahap pembekuan lateks perlu bahan penggumpal lateks yakni asam semut atau asam formiat. Penambahan asam semut dapat mengakibatkan penurunan pH dan dapat mempercepat penggumpalan (Suwardin dan Purbaya, 2015). Tahap pengeringan merupakan salah satu proses yang penting dalam mengurangi kandungan air pada bahan dan dapat mengetahui yang dihasilkan mutu produk konsisten. Proses pengeringan yang cepat dapat menekan biaya produksi. Tahap pengeringan merupakan suatu tahapan yang memerlukan energi besar dalam industri karet alam. Jika kadar air pada karet semakin rendah maka waktu yang diperlukan dalam pengeringan akan semakin cepat sehingga energi yang diperlukan akan menjadi lebih efisien (Vachlepi, 2017). Oleh karena itu, penting untuk mengkaji proses penggumpalan dan pengeringan karet jenis Thin Brown Crepe (TBC) di PT. Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah Pawon yang telah dilakukan. Pelaksanaan praktik kerja lapang ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran secara langsung dan dapat sebagai pembanding teori yang telah didapatkan dengan kegiatan yang ada di lapangan.

Kontributor: Dr. Darimiyya Hidayati, S.TP., M.P.
Tanggal tercipta: 2023-06-14
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200331100080
No Koleksi: 200331100080


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27559-200331100080-Widiyah Wati_200331100080_Laporan PKL.pdf - 2043 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar