Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-01 05:59:24 • 1459 klik
ANALISIS POLA PERGERAKAN ARUS TERHADAP SEBARAN KLOROFIL-a DI PERAIRAN SELAT KARIMATA PADA TAHUN 2019
disusun oleh RANIA AMANDA FAUZI
| Subyek: | SELAT KARIMATA |
| Kata Kunci: | SELAT KARIMATA |
[ Anotasi Abstrak ]
Disetiap perairan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda setiap daerah, karena disebabkan oleh beberapa hal seperti disebabkan oleh letak lintang geografisnya maupun pengaruh skala regional dalam perairan baik secara fisika, kimia, maupun biologi (Heriati et al., 2015). Pada daerah perairan yang sempit seperti selat memiliki distribusi massa air yang dipengaruhi oleh faktor fisika dan faktor kimia yang saling berhubungan. Faktor fisika pada persebaran massa air yaitu gelombang, arus, pasang surut, angin, suhu, dan salinitas. Sebaran massa air di perairan akan mempengaruhi faktor kimia seperti pH dan oksigen terlarut (DO). Sebaran massa air akan berdampak pada tinggi rendahnya senyawa yang terkandung didalamnya yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas perairan dan membahayakan biota laut salah satunya ortofosfat. Kegiatan penduduk yang ada di pulau Bangka Belitung dan Kalimantan ini dapat berdampak pada parameter klorofil-a dan nutrien yang masuk ke perairan, selain aktivitas manusia sungai-sungai yang mengandung sedimen pada pulau Bangka Belitung dan Kalimantan juga dapat menyumbang zat hara yang masuk ke perairan selat Karimata sehingga membawa nutrien yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. (Putri., 2016). Faktor hidro-oseanografi yang meliputi arus, gelombang dan pasang surut sangat mempengaruhi kondisi perairan, parameter hidro-oseanografi seperti arus laut berperan penting dalam distribusi klorofil-a. Arus merupakan perpindahan air yang mengalir dari daerah tinggi ke daerah yang rendah. Arus memiliki karakteristik dan pola yang terdiri dari jenis arus dominan, kecepatan arus, dan pola arah pergerakan arus yang dapat menyebabkan kondisi perairan menjadi dinamis (Tarhadi et al., 2014). Faktor yang mempengaruhi arus laut yaitu pasang surut, densitas, gaya coriolis, dan angin (Garcia et al., 2022). Faktor yang mempengaruhi arus laut dapat dibedakan sesuai dengan kedalamannya. Gelombang laut, pasang surut, dan angin yang memiliki kecepatan tertentu menjadi faktor bangkitnya arus diperairan dangkal sekitar kawasan pantai. Arus yang dibangkitkan oleh pasang surut sebagai faktor gaya penggerak utama sirkulasi massa air terjadi di daerah perairan semi tertutup yaitu selat dan teluk. Arus yang dibangkitkan oleh angin pada umunya bersifat musiman pada bulan- bulan tertentu seperti angin muson barat, angin muson timur, dan angin musin tenggara. Arus yang disebabkan oleh angin memiliki sifat musiman dimana pada saat satu musim arus akan bergerak satu arah dengan tetap sedangkan pada musim berikutnya akan mengalami perubahan arah sesai dengan arah angin yang sedang terjadi (Tanto et al., 2017). Selat Karimata terletak dibagian Barat Indonesia yang memisahkan antara pulau Kalimantan dan Pulau Belitung (Harianto et al., 2018). Selat Karimata apabila diukur dari Borneo hingga pulau Bangka Belitung memiliki panjang 150 km. Selat Karimata memiliki kedalaman berkisar 10 sampai 40 meter. Selat ini menghubungkan Laut Natuna dan Laut Jawa sehingga memiliki peran penting dalam jalur pelayaran (Masturah et al., 2014). Perairan selat Karimata merupakan salah satu selat terbesar di indonesia. Perairan laut Cina Selatan dengan Laut Jawa ini dihubungkan oleh selat Karimata dan diapit oleh dua pulau yaitu pulau Kalimantan dan pulau Jawa (Mulyadi et al., 2015). Selat Karimata memiliki potensi perikanan yang sangat melimpah sehingga menjadikan selat Karimata merupakan daerah fishing ground yang berbatasan langsung dengan perairan Malaysia (Harahap dan Yanuarsyah, 2012). Sebaran klorofil-a di laut lebih tinggi konsentrasinya di perairan pantai dan pesisir dan memiliki konsentrasi rendah di lepas pantai. Wilayah selat karimata merupakan perairan yang menghubungkan beberapa perairan Indonesia antara lain Laut Jawa, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan sehingga saat pergantian musim konsentrasi klorofil-a tinggi terjadi diwilayah perairan Selatan Jawa hingga perairan Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba dan Timor dan selmat karima. Oleh karena itu, perlu diketahui pola pergerakan arus yang mempengaruhi konsentrasi klorofil-a di wilayah Perairan Selat Karimata. Mengingat adanya pergerakan arus yang terjadi di Selat Karimata yang dipengaruhi dari pergerakan arus yang terjadi di Laut Jawa, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan (Pugeseh dan J. Donny., 2011).
| Kontributor | : Zainul Hidayah, S.Pi, M.App.Sc |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-19 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200341100056 |
| No Koleksi | : 200341100056 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27564-200341100056-Rania Amanda Fauzi_Laporan PKL.pdf - 7379 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- ANALISIS POLA PERGERAKAN ARUS TERHADAP SEBARAN KLOROFIL-a DI PERAIRAN SELAT KARIMATA PADA TAHUN 2019
Kembali ke Daftar 