Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-01 06:18:15 • 1309 klik
STUDI ALAT TANGKAP JARING TARIK BERKANTONG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG, JAWA TIMUR
disusun oleh Cici Ferin Sinthia
| Subyek: | JARING TARIK BERKANTONG |
| Kata Kunci: | JARING TARIK BERKANTONG |
[ Anotasi Abstrak ]
Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong merupakan salah satu adanya pelabuhan yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena pelabuhan perikanan ini memiliki sumberdaya perikanan yang melimpah. Pelabuhan perikanan saat ini dikembangkan kembali terkait potensi masyarakat untuk mencari dan pedagang ikan. Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong didominasi oleh nelayan dengan alat tangkap jaring tarik berkantong, rawai dan pancing. Jaring tarik berkantong di daerah Brondong pada umumnya disebut jaring atau payang, oleh karena itu, jaring tarik berkantong dimasukkan ke dalam kelompok jaring. Jaring tarik berkantong ini digunakan oleh nelayan karena tidak merusak ekosistem laut dan menggunakan alat tangap jaring tersebu bisa mendapatkann ikan banyak (Pratama et al., 2019). Penangkapan ikan di Indonesia telah mendekati kondisi yang mulai rawan, akibat maraknya penangkapan yang berlebih dan tingginya daya saing antar alat tangkap menyebabkan berkurangnya populasi sumberdaya biota yang ada. Penangkapan ikan juga mengakibatkan nelayan mulai melakukan modifikasi alat tangkap untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal termasuk menggunakan teknologi penangkapan yang saat ini telah diganti dengan alat tangkap jaring tarik berkantong. Alat tangkap jaring tarik berkantng berbeda dengan cantrang karena alat tersebut tidak parah merusak ekosistem (Latuconsina, 2010). Tingkat hasil tangkapan ikan yang tinggi di daerah Brondong menjadi alasan terhadap dilakukannya kegiatan Praktik Kerja Lapang. Informasi yang didapatkan dari beberapa nelayan menyebutkan bahwa tingkat penangkapan ikan pada tahun 2022 bulan Desember hingga tahun 2023 bulan Januari cukup tinggi. Jumlah hasil tangkapan tersebut menurun drastis pada beberapa bulan terakhir yang dikarenakan oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi. Usaha peningkatan efisiensi dihubungkan dengan biaya yang lebih kecil, hal ini berarti perlunya dilakukan penekanan biaya untuk mengurangi pemborosan. Perhitungan efisiensi alat tangkap jaring tarik berkantong yang dapat memperoleh hasil tangkap besar namun tetap efektif menjaga kelestarian laut. Cara penangkapan yang efisien dan efektif ini diharapkan dapat menangani terjadinya over fishing saat ini (Handayani et al., 2023).
| Kontributor | : Dr. Firman Farid Muhsoni, S. Pi., M. Sc |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-22 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200351100046 |
| No Koleksi | : 200351100046 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27570-200351100046-CICI FERIN SINTHIA_200351100046_MSP_LAPORAN PKL.pdf - 884 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...
Kembali ke Daftar 