Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-01 06:20:53 • 869 klik
PENERAPAN IRIGASI TETES BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) PADA BUDIDAYA MELON (Cucumis melo L.) HIDROPONIK DI P4S BUMIAJI SEJAHTERA, BATU
disusun oleh SYUKUR TOHA PRASETYO
| Subyek: | IRIGASI TETES |
| Kata Kunci: | IRIGASI TETES |
[ Anotasi Abstrak ]
Melon (Cucumis melo L) merupakan buah yang disukai masyarakat karena rasanya yang manis dan menyegarkan. Tanaman melon memiliki buah berbentuk bulat dengan daging buah berwarna hijau muda ataupun keorenan. Buah yang dihasilkan dari tanaman ini memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Selain itu, buah melon memiliki berbagai kandungan seperti air, protein, lemak, karbohidrat, serat, abu, dan vitamin. Pada 100 g buah melon terdapat 21 kalori, karbohidrat 5,1 g, protein 0,6 g, lemak 0,1 g, beberapa vitamin serta mineral. Kandungan tersebut menjadikan buah melon sebagai sumber energi dan diperlukan untuk tumbuh (Carsidi et al., 2021). Berdasarkan data BPS Jawa Timur (2021), pada tahun 2020 terjadi penurunan luas lahan tanaman melon. Tahun 2019 luas lahan tanaman melon sebesar 3.781 ha dan mengalami penurunan pada tahun 2020 dengan sisa lahan 3.154 ha. Penurunan luas lahan tanaman melon tentunya menyebabkan penurunan produktivitas dan hasil panen. Nora et al. (2020) menyatakan bahwa konsumsi melon di Indonesia pada 5 tahun terakhir ± 332.370.792 ton/tahun. Sedangkan produksi melon pada 2017, 2018, dan 2019 hanya sebesar 92.434 ton, 118.708 ton, dan 122.105 ton. Besarnya produksi melon pada tahun tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan penduduk Indonesia. Sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi, salah satunya yaitu dengan memperhatikan kebutuhan air pada tanaman melon (Harti et al., 2021). Kebutuhan dan ketersediaan air merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman. Faktor ini termasuk dalam faktor produksi yang juga dapat beralih sebagai faktor pembatas jika tidak terpenuhi dengan baik. Selain itu pengaturan volume irigasi juga berdampak pada pertumbuhan tanaman melon yang meliputi tinggi tanaman, luas daun, dan bobot biomasa (Carsidi et al., 2021). Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberian air secara efektif dan efisien dengan disesuaikan kebutuhan tanaman melon. Sistem yang cocok diaplikasikan pada permasalahan ini yaitu irigasi tetes atau drip irrigation. Irigasi tetes merupakan sistem irigasi yang memngalirkan air pada tanaman dalam bentuk tetesan. Metode pemberian air disesuaikan denagn penggunaan air tanaman dicocokkan dengan penggunaan air tanaman melon. Sehingga proses kehilangan air akibat perkolasi, aliran permukaan, dan evaporasi dapat diminimalisir. Irigasi tetes bekerja dengan mengalirkan air secara lambat melalui selang atau pipa guna memenuhi kebutuhan air pada tanaman (Carsidi et al., 2021). Pada sistem tersebut juga dapat dicampur dengan penambahan nutrisi atau pupuk pada tanaman melon. Sehingga diperoleh pemakaian air yang efektif dan efisien pada proses budidaya (Nora et al., 2020). Budidaya tanaman melon dengan sistem irigasi tetes dapat dimaksimalkan dengan menerapkan sistem hidroponik. Menurut Nora et al. (2020), sistem budidaya hidroponik mampu meningkatkan hasil tanaman persatuan luas hingga sepuluh kali daripada hasil dari budidaya konvensional. Selain itu, media tumbuh juga berpengaruh terhadap produktivitas tanaman melon. Media tumbuh yang baik ialah media dengan bahan organik yang memiliki karakteristik remah. Hal ini menyebabkan udara, air, dan akar dapat masuk serta dapat mengikat air. Contoh media hidroponik yanga dapat digunakan ialah arang sekam dan cocopeat. Sebuah penelitian menyebutkan, penggunaan media tersebut menghasilkan kandungan gula total yang tinggi pada buah melon (Carsidi et al., 2021). Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik mengkaji tentang teknik budidaya melon hidroponik yang menerapkan drip irrigation berbasis IoT (Internet of Things). Sebagai upaya merealisasikan hal tersebut, penulis melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) di P4S Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan tersebut diyakini dapat bermanfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dan pihak P4S Bumiaji.
| Kontributor | : Syaiful Khoiri, S.P., M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-23 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200311100124 |
| No Koleksi | : 200311100124 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27571-200311100124-Syukur Toha Prasetyo_200311100124_Laporan PKL.pdf - 10489 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...
Kembali ke Daftar 