Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-07-02 03:40:26  •  373 klik

TEKNIK PEMIJAHAN DAN PEMELIHARAAN LARVA BENIH IKAN BADUT (Premnas Biaculeatus) PADA HATCHERY BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT, SEKOTONG BARAT, NUSA TENGGARA BARAT.
disusun oleh MOH.AINUR ROFIQ

Subyek: IKAN BADUT
Kata Kunci: IKAN BADUT

[ Anotasi Abstrak ]

Keanekaragaman hayati adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan bentuk kehidupan yang kaya dan beragam di dunia. Sebagai negara kepulauan dan negara maritim terbesar Indonesia memiliki beberapa tingkat keanekaragaman hayati Laut tertinggi di Dunia. Indonesia mempunyai berbagai jenis İkan yang menarik dan tidak menarik, ikan yang memiliki bentuk dan jenis yang bagus biasanya dijadikan sebagai ikan hias, sebagai salah satu pemanfaatan budidaya ikan hias di Indonesia (Oktavianti et al., 2021) İkan badut merupakan salah satu ikan hias yang banyak diminati, karena memiliki warna yang menarik, unik, corak yang cantik, dan mudah dibudidayakan. Premnas biaculeatus merupakan ikan badut yang sangat umum dikenal. İkan badut mempunyai corak warna dasar dengan kombinasi merah putih, merah hitam, dan hitam kuning. Corak warna dan variasi kombinasi kombinasi warna dijadikan sebagai ciri dalam identifikasi jenis ikan badut. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia baru menguasai 6,95% perdagangan ikan hias dunia hingga tahun 2011 setelah Republik Ceko, Thailand, Jepang, dan Singapura (Darmawan, 2014). Maka dari itu budidaya ikan badut dapat meningkatkan perekonomian para pembudidaya, karena beberapa ikan hias yang langka ditemukan memiliki nilai jual yang tinggi. Saat ini budidaya ikan hias yang berkembang hanya ikan hias air tawar. Namun, untuk budidaya ikan hias air laut masih belum berkembang. Ketersediaan prodüksi ikan hias air laut di Indonesia selama ini sebagian beşar hanya dari hasil tangkapan di alam. Selama ini, budidaya ikan badut hanya dilakukan di sekitar pesisir pantai dengan sumber air laut yang cukup melimpah, pergantian air sampai 300% per hari karena sistem pengelolaan air laut yang mengalir tanpa treatment. Air laut yang maşuk langsung dikeluarkan ke laut kembali, sehingga budidaya ikan badut tidak memungkinkan untuk dilakukan jauh dari pesisir pantai. Namun, dengan perkembangan teknik budidaya hal tersebut tidak menjadikan masalah. Pada zaman modern ini budidaya ikan hias air laut tidak hanya dapat dilakukan di pesisir pantai atau berlokasi dekat dengan laut. Namun, budidaya berbasis In Land Aquaculture sudah dapat dilakukan dimana budidaya ikan air laut juga dapat dilakukan di tempat yang jauh dari pesisir pantai dengan penerapan sistem resirkulasi pada budidaya ikan air laut khususnya ikan badut (Handika et al., 2010). Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok merupakan salah satu instansi yang melakukan kegiatan pemijahan ikan hias air laut di Pulau Lombok. BPBL memiliki standar operasional prosedur dalam manajemen kualitas air untuk media budidaya. Oleh karena itu, perlu dilakukannya Praktik Kerja Lapangan di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok, untuk mengetahui teknik pemijahan ikan hias air laut yaitu ikan badut (Premnas biaculeatus) yang unggul.

Kontributor: Wahyu Andy Nugraha, ST., M.Sc. Ph.D
Tanggal tercipta: 2023-05-31
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100074
No Koleksi: 200341100074


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27577-200341100074-Laporan_PKL_Moh.Ainur_Rofiq_20034110007.pdf - 1835 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar