Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2023-07-02 03:45:28  •  231 klik

PENGARUH PANJANG ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK TANAMAN MANGGA (Mangifera indica L.) VARIETAS ARUM MERAH DI IP2TP CUKURGONDANG
disusun oleh NANDA AMALIA PUTRI

Subyek: MANGGA
Kata Kunci: MANGGA

[ Anotasi Abstrak ]

Buah mangga merupakan salah satu buah yang diakui oleh dunia karena mangga memiliki warna menarik, rasa enak, aroma eksotik, kaya nutrisi, sebagai sumber karoten yang tinggi, mengandung asam askorbat dan senyawa fenolik. IP2TP Cukurgondang menghasilkan sebanyak 16 varietas unggul yang telah terdaftar di Kementerian Pertanian. Beberapa varietas yang telah terdaftar tersebut, salah satunya adalah Arum Merah. Mangga varietas Arum Merah memiliki peluang pasar cukup besar, pedagang/eksportir buah berharap ada kawasan pengembangan mangga Arum Merah yang dapat mensuplai pasokan buah untuk memenuhi pasar modern atau ekspor. Varietas unggul ini telah beradaptasi baik di dataran rendah kering di kabupaten Situbondo dan kabupaten Pasuruan. Dengan terdaftarnya mangga Arum Merah sebagai varietas unggul, maka akan segera dilakukan pengembangan yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor yang menghendaki buah dengan ukuran sedang-besar, kulit buah berwarna merah/menarik dan bercita rasa manis. Dalam mengembangkan produksi mangga ada dua cara yaitu dengan cara generatif dan vegetatif, di IP2TP Cukurgondang melakukan perbanyakan dengan cara keduanya. Perbanyakan secara generatif merupakan perbanyakan menggunakan biji. Perbanyakan generatif digunakan untuk menghasilkan batang bawah yang kemudian disambung dengan batang atas varietas mangga yang lebih unggul. Sedangkan perbanyakan vegetatif pada mangga dilakukan secara grafting (penyambungan pucuk). Sambung pucuk merupakan teknik perbanyakan vegetatif yang dilakukan sedini mungkin pada kondisi batang bawah yang masih kecil (Maulana et al., 2020). Tanaman hasil perbanyakan secara vegetatif akan menghasilkan benih unggul dan akan berbuah sesuai dengan induknya. Keuntungan dari teknik sambung pucuk diantaranya memperoleh tanaman unggul baik dari segi kualitas yakni segi perakaran dan juga segi produksinya hal itu dikarenakan gabungan kedua tanaman yang telah terkombinasi tersebut berasal dari tanaman terpilih keunggulannya selain itu setelah dilakukan penyambungan maka akan mendapatkan tanaman yang berbunga dan berbuah dalam waktu singkat atau biasa disebut tanaman berumur genjah serta dihasilkan tanaman yang sifat buahnya sama dengan induknya dan melakukan proporsi tanaman yang dapat diatur agar tanaman memberikan hasil yang lebih baik (Nova, 2020). Cara perbanyakan secara penyambungan lebih disukai dan akan memberikan angka keberhasilan yang lebih tinggi, yaitu di atas 90% jika dibandingkan dengan penempelan. Oleh sebab itu, dengan penempatan mahasiswa PKL di IP2TP Cukurgondang ini diharapkan dapat menambah keterampilan mahasiswa mengenai teknik grafting pada tanaman mangga varietas Arum Merah dan pengaruh penggunaan batang bawah mangga varietas Madu dalam keberhasilan teknik grafting tersebut.

Kontributor: Ir. Sinar Suryawati, M.Si
Tanggal tercipta: 2023-06-27
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200311100015
No Koleksi: 200311100015


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27578-200311100015-Nanda Amalia Putri_200311100015_Laporan Praktik Kerja Lapang.pdf - 9293 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar