Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2023-07-02 03:57:12  •  972 klik

PROSES PELAYUAN TEH HIJAU MENGGUNAKAN MESIN ROTARY PANNER BAHAN BAKAR PELET DI PT. CANDI LOKA KEBUN TEH JAMUS NGAWI
disusun oleh YOSUA PANHALEN SIMBOLON

Subyek: TEH
Kata Kunci: TEH

[ Anotasi Abstrak ]

PT. Candi Loka yang beralamat di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi merupakan salah satu industri yang bergerak dibidang pengolahan teh hijau. Perusahaan ini melakukan kegiatan produksi mulai dari pra- panen sampai pasca panen yang meliputi pembibitan, pemeliharaan, pemetikan, pengangkutan, pengolahan, sortasi, sampai uji mutu teh hijau. Teh hijau yang diolah kemudian dikirimkan ke perusahaan lain sebagai bahan baku pembuatan teh dalam kemasan. Teh (Camelia sinensis) merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang memiliki nilai cukup tinggi bagi kegiatan perekonomian di Indonesia. Teh yang diproses menjadi 3 jenis yaitu teh hitam, teh hijau, dan teh oolong. Pengolahan teh hijau ini tidak mengalami fermentasi sehingga warna hijau dari teh tetap ada atau dapat dipertahankan. PT. Candi Loka mempunyai tahapan pengolahan teh hijau yaitu: pelayuan, penggulungan, pengeringan serta sortasi. Proses pengolahan teh hijau ini sangat mempengaruhi hasil akhirnya. Proses awal pembuatan teh hijau adala proses proses pelayuan. Pelayuan merupakan proses pengurangan kandungan air yang terkandung didalam teh hijau tersebut sehingga pada saat proses selanjutnya kandungan air didalam teh berkurang dan memudahkan saat melakukan proses selanjutnya. Pelayuan bertujuan untuk menonaktifkan enzim polifenol oksidase sehingga tidak terjadi proses oksimat. Saat layu, daun menjadi lentur dan mudah ditekuk. Pelayuan dilakukan dengan memasukkan beberapa lembar daun teh ke dalam mesin pengering Rotary Panner secara terus menerus selama 2-4 menit dalam kondisi panas (80-100°C). Saat mengolah teh hijau, penilaian derajat layu daun dinyatakan dalam persentase layu, yaitu perbandingan pucuk layu dengan daun basah dinyatakan dalam persentase. Persentase layu yang ideal saat mengolah teh hijau adalah 60-70%. Tingkat pengeringan yang baik ditandai dengan daun layu yang berwarna hijau muda, lemah dan lunak, serta mengeluarkan bau yang khas. Pada laporan PKL ini akan membahas menganai proses pelayauan daun teh hijau.

Kontributor: Dian Farida Asfan, S.T., M.T
Tanggal tercipta: 2023-06-16
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200331100114
No Koleksi: 200331100114


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27581-200331100114-Yosua Panhalen_200331100114_Laporan PKL (1).pdf - 2516 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar