Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-07-03 08:46:31  •  269 klik

ANALISA KUANTITAS GARAM PADA PEGARAMAN SUMENEP I DAN PEGARAMAN SUMENEP II DALAM 5 TAHUN TERAKHIR
disusun oleh Fara’idhya Intan Yulitasari

Subyek: GARAM
Kata Kunci: GARAM

[ Anotasi Abstrak ]

Madura merupakan salah satu pulau dengan produktivitas garam terbesar di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan stok garam nasional yang paling besar dihasilkan dari masyarakat Madura (Zainuri et al., 2016). Kabupaten Sumenep adalah salah satu kabupaten penghasil garam terbesar di Jawa Timur yang berada di Pulau Madura. Kontribusi produksi garam di Kabupaten Sumenep mencapai 11% produksi garam di Jawa Timur. Kecamatan Kalianget merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sumenep dengan produksi garam terbesar. Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2020 dalam (Elwany et al., 2022), Produksi garam di Kecamatan Kalianget mencapai 30% dari total produksi garam di Kabupaten Sumenep. Industri garam berfungsi sebagai penggerak ekonomi yang signifikan dengan menyediakan sumber pekerjaan utama bagi masyarakat pesisir dan berfungsi sebagai sarana pengentasan kemiskinan (Astutik et al., 2019) Produktivitas tertinggi pada usaha garam berasal dari Pulau Madura, akan tetapi produksi garam masih mengalami kendala. Usaha pegaraman di Pulau Madura menggunakan metode solar evaporation. Metode ini bergantung pada iklim, Dengan tidak adanya sinar matahari, kristalisasi air laut terhambat dan produksi terhambat (Ihsannudin et al., 2018). Produksi garam yang dihasilkan tidak sebanding dengan jumlah konsumsi garam, menyebabkan impor garam masih dilakukan. Penyebab rendahnya kuantitas dan kualitas garam yaitu bergantung pada iklim, Harga jual yang rendah, teknologi yang kurang memadai, sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta masih terkendalinya distribusi garam oleh para pedagang merupakan tantangan yang perlu diperhatikan. (Elwany et al., 2022) Teknologi produksi garam di Kabupaten Sumenep menggunakan metode tradisional, portugis dan geomembran. Perbedaan teknik ini menghasilkan kualitas serta kuantitas garam yang berbeda. Indikator utama yang dibutuhkan untuk menentukan kualitas garam yaitu mengetahui kadar NaCl. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), kualitas garam konsumsi diukur berdasarkan kandungan NaCl minimal sebesar 94,7%, yang termasuk dalam kisaran kualitas baik.(Zainuri et al., 2016). Kuantitas garam garam dapat menjadikan penentu kesejahteraan ekonomi masyrakat yaitu dengan adanya peningkatan pendapatan petambak garam (Perairan et al., 2022) Tujuan dari kegiatan praktik kerja lapang (PKL) pada PT. Garam yaitu mengetahui kualitas serta kuantitas yang dihasilkan pada tambak Pegaraman Sumenep I dan Pegaraman Sumenep II dalam 5 Tahun Terakhir. Perbandingan data periodik juga dibutuhkan untuk mengetahui produktivitas terbaik. Perbandingan kualitas garam dengan Strandart Nasional Indonesia diperlukan untuk mengetahui kadar mineral yang terkandung pada garam tersebut.

Kontributor: Nike Ika Nuzula, S.Si., M.T
Tanggal tercipta: 2023-05-31
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100005
No Koleksi: 200341100005


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27587-200341100005-Faraidhya Intan Yulitasari#200341100005#Laporan PKL.pdf - 2253 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar