Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-07-04 07:49:38  •  295 klik

ANALISA PERHITUNGAN VOLUME PENGERUKAN PADA PELABUHAN PLTU NAGAN RAYA, ACEH
disusun oleh RIZKY AFFANDI

Subyek: PELABUHAN
Kata Kunci: PELABUHAN

[ Anotasi Abstrak ]

Echosounder banyak digunakan untuk mengukur batimetri di perairan dangkal dan perairan dalam. Terdapat beberapa jenis echosounder antara lain adalah single-beam dan multi-beam. Sinyal akustik dari echosounder single- beam menggunakan pengeras suara gema tunggal sementara multi-beam menggunakan pancaran dalam bentuk area. Intensitas dan bentuk sinyal pantul akan diterima oleh receiver melalui perhitungan waktu jarak tempuh dan memberikan informasi tentang gambaran dasar laut (Amiri et al., 2011). Echosounder single-beam memiliki keunggulan yaitu murah dan juga tersedia lebih banyak pada seluruh kapal survei. Echosounder single-beam memberikan informasi dasar laut secara garis trek sesuai degan lintasan survei, semakin dekat garis survei maka semakin detil dan bagus data yang diperoleh (Satyanarayana et al., 2007). Peta batimetri memberikan informasi tentang elevasi keadaan dasar laut. Batimetri adalah ukuran, gambaran dan struktur panjang dasar laut yang sering digunakan untuk menentukan jalur pelayaran untuk kapal. Teknologi pemetaan batimetri yang sering digunakan adalah dengan memanfaatkan akustik gelombang suara (Febrianto et al., 2015). Pengambilan data batimetri adalah menggunakan survei hidrografi. Tujuan dari survei hidrografi adalah mengukur kedalaman badan air dari permukaan air untuk menghasilkan struktur gambaran permukaan tanah melalui pengukuran akustik dan sonar. Survei Batimetri dapat menghasilkan peta navigasi, informasi dasar laut untuk konstruksi laut, eksplorasi dan pengeboran minyak lepas pantai, dan deteksi pipa bawah laut (Nugroho et al., 2022). Pendangkalan pada kolom perairan laut terbentuk melalui proses pelayaran ke arah laut lepas yang tidak diimbangi dengan penanganan terhadap faktor oseanografinya. Proses sedimentasi terjadi karena faktor oseanografi seperti kecepatan dan arah arus, gelombang dan juga pasang surut (Satriadi, 2012). Pengerukan merupakan penggalian volume sedimen dibawah permukaan air. Tujuan dari pengerukan sedimen pada Pelabuhan adalah memperdalam dasar laut dan pemeliharaan alur pelayaran. Pendangkalan pada kolom Pelabuhan juga dipengaruhi aktivitas manusia seperti pembangunan. Kolom Pelabuhan yang mengalami pendangakalan memerlukan pengerukan sedimentasi untuk jalannya sebuah alur pelayaran. (Josep, 2019). Pelabuhan PLTU 1&2 Nagan Raya terletak di Jalan Meulaboh Tapaktuan, Suak Puntong, Nagan Raya Regency, Aceh. Lokasi tersebut adalah lokasi penelitian batimetri yang kemudian akan dianalisis untuk ditentukan apakah lokasi tersebut memenuhi syarat untuk menjadi pelabuhan angkutan batu bara PLTU Nagan Raya 1&2. Terpilihnya lokasi tersebut untuk dianalisa dilatar belakangi akan dibangunnya PLTU baru yaitu PLTU Nagan Raya 3&4. Pembangunan PLTU yang baru membutuhkan kolom perairan yang dalam untuk bersandarnya kapal tongkang batu bara yang lebih besar. Pendangkalan pada kolom Pelabuhan PLTU Nagan Raya diprediksi karena perubahan kawasan pesisir akibat pembangunan PLTU yang baru dan juga proses pendangkalan erosi bibir pantai karena aktivitas pelayaran dan arus laut yang membawa sedimentasi.

Kontributor: Achmad Fachruddinsyah Ph, D
Tanggal tercipta: 2023-05-31
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100080
No Koleksi: 200341100080


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27600-200341100080-rizky.pdf - 18341 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar