Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-07-04 07:53:26  •  482 klik

ESTIMASI KEDALAMAN PERAIRAN PULAU PULAU AYU, PAPUA BARAT DENGAN METODE EMPIRIS MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A DI PUSAT HIDRO-OSEANOGRAFI TNI ANGKATAN LAUT (PUSHIDROSAL) JAKARTA UTARA
disusun oleh ARMITHA NASYWA AZ ZAHRA

Subyek: PULAU AYU
Kata Kunci: PULAU AYU

[ Anotasi Abstrak ]

Peta laut Indonesia adalah peta khusus yang dibuat untuk memberikan informasi tentang apapun yang ada di perairan dan bertujuan untuk keselamatan navigasi pelayaran. Informasi yang dapat dilihat dari peta laut dapat berupa kedalaman laut, jenis dasar laut, karakteristik pantai, tanda bahaya, dan sarana bantu untuk navigasi pelayaran. Keberadaan peta laut sangat diperlukan bagi para pelaut yang melakukan pelayaran agar terhindar dari hal-hal buruk dalam pelayaran (Yosidian et al., 2017). Batimetri merupakan ukuran tinggi dan rendahnya dasar laut. Infomasi mengenai batimetri dapat disajikan dalam bentuk peta batimetri yang dapat digunakan sebagai penentuan alur pelayaran, perencanaan pembangunan di sekitar pantai, penggelaran kabel di dasar laut, penentuan area labuh jangkar dan sebagainya. Informasi kedalaman laut dapat diperoleh dengan metode akustik dan penginderaan jauh. Metode akustik merupakan proses mendeteksi objek di dasar laut dengan memanfaatkan proses rambatan suara, karakteristik suara, faktor lingkungan dan kondisi target. Sedangkan metode penginderaan jauh merupakan pengambilan data kedalaman laut dengan menggunakan bantuan satelit (Anzari et al., 2017). Penginderaan jauh atau inderaja merupakan ilmu yang digunakan untuk memperoleh informasi mengenai objek, area maupun fenomena melalui proses analisa data yang telah diperoleh dari alat tanpa kontak langsung dengan objek, area maupun fenomena yang akan dikaji. Teknologi penginderaan jauh memiliki kelebihan dapat memberikan data spesifik yang tidak dimiliki oleh sumber data lainnya. Data spesifik yang dimaksud adalah spesifikasi data antara daratan dengan lautan sehingga dapat diidentifikasi dalam waktu yang relatif singkat. Pengumpulan data dengan menggunakan bantuan citra satelit dapat dilakukan dengan lebih cepat, hemat biaya dan pengumpulan data pada medan yang sulit tetap dapat dilakukan (Nugraha et al., 2017). Salah satu cara perolehan data batimetri dengan teknologi penginderaan jauh adalah dengan metode SDB (Satellite Derrived Bathymetry). Analisa data batimetri dengan metode SDB dapat menganalisa suatu wilayah perairan tanpa harus pergi ke lapang karena sumber datanya didapatkan dari website yang menyediakan data citra satelit dan dapat diolah di komputer. Metode hanya dapat dilakukan untuk menganalisa wilayah perairan yang dangkal karena metode ini mengandalkan kualitas dari citra satelit dan juga kondisi dari perairan yang diteliti (Ihlas et al., 2018). Satellite Derived Bathymetry (SDB) memiliki peran penting dalam hal monitoring dan pengukuran garis pantai pada cakupan area yang cukup luas. SDB juga dapat mengakselerasi pembaruan peta laut pada wilayah yang tidak dapat dijangkau oleh kapal survei. Dengan adanya teknologi SDB, data batimetri yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai referensi perundingan perbatasan atau delimitasi maritim. Data SDB juga dapat dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan operasi survey dikarenakan data tersebut berkemungkinan dapat menggambarkan kondisi lapang sebelum datang secara langsung sehingga perencanaannya lebih presisi (Pushidrosal, 2019). Pulau Pulau Ayu merupakan kumpulan dari beberapa pulau yang terletak di sebelah utara Pulau Waigeo, Papua. Beberapa pulau yang terdapat pada Pulau Pulau Ayu ini antara lain Pulau Ayu, Pulau Moesbekwan, Pulau Rutum, Pulau Raja Ampat, Pulau Reni, dan Pulau Kanobe. Pulau ini memiliki keunikan apabila dilihat melalui citra satelit karena Pulau-Pulau Ayu dikelilingi oleh perairan dangkal yang diwakilkan dengan warna biru muda. Selain itu, perairan pada Pulau-Pulau Ayu ini dihiasi oleh adanya karang tepi yang terdapat di dasar perairannya (Sagai et al., 2017). Pusat Hidro-Oseanografi TNI-AL bertugas untuk menyelenggarakan operasi survei pemetaan Hidro-Oseanografi militer maupun nasional yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran serta menyiapkan data (Pushidrosal, 2018). Berdasarkan tugas pokok dan fungsi tersebut, Pusat Hidro-Oseanografi TNI-AL berperan penting dalam penyediaan data yang dibutuhkan dalam penentuan kedalaman perairan dangkal pada suatu wilayah.

Kontributor: Ary Giri Dwi Kartika, S.Kel., M.Si
Tanggal tercipta: 2023-06-17
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100007
No Koleksi: 200341100007


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27601-200341100007-ARMITHA NASYWA AZ ZAHRA#200341100007#ILMU KELAUTAN.pdf - 13779 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar