Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2023-07-04 15:24:17  •  396 klik

EKSTRAKSI MASERASI NUDIBRANCH (Hypselodoris maridadilus) di MERO Foundation, Tulamben Bali
disusun oleh Tsaniya Putri Radinatus Sholihah

Subyek: MASERASI NUDIBRANCH
Kata Kunci: MASERASI NUDIBRANCH

[ Anotasi Abstrak ]

Metabolit sekunder yang diproduksi oleh berbagai invertebrata laut seperti nudibranch memiliki kemampuan dalam mengatasi permasalahan dan dapat dimanfaatkan oleh manusia. Nudibranch menggunakan metabolit sekunder sebagai metode pertahanan diri dari predator. Nudibranch mampu hidup di berbagai habitat perairan, mulai dari zona intertidal hingga perairan dalam. Nudibranch juga dapat ditemukan di bebatuan karang, pasir, bahkan mampu hidup di ekosistem mangrove dan lamun. Metabolit sekunder pada nudibranch berpotensi sebagai bahan antibakteri, antifungi, antioksidan, hingga antikanker (Doringin et al., 2020). Metabolit sekunder yang terdapat dalam nudibranch dapat dimanfaatkan dengan melakukan isolasi aktivitas biologis. Isolasi senyawa metabolit sekunder pada bahan alam umumnya menggunakan teknik ekstraksi dengan memisahkan senyawa organik dengan pelarut yang sesuai. Proses ekstraksi suatu senyawa dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu metode dingin seperti maserasi serta metode panas seperti pemanasan dan perebusan. Penggunaan metode ekstraksi yang berbeda dapat menghasilkan rendemen ekstrak yang berbeda pula (Tambu et al., 2016). Ekstraksi pada penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan melakukan perendaman sampel pada larutan aseton. Proses ekstraksi senyawa nudibranch dilakukan dengan mencampurkan filtrat kasar nudibranch menggunakan larutan polar, seperti diklorometana. Tujuan menggunakan metode ekstraksi maserasi adalah untuk menarik semua metabolit sekunder, serta menghindari rusaknya senyawa yang tidak tahan terhadap pemanasan. Pemilihan aseton sebagai pelarut untuk memudahkan proses maserasi, karena sifatnya yang mudah menguap dan mudah dipisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen yang diperoleh dari ekstraksi nudibranch (Hypselodoris maridadilus) menggunakan metode maserasi (Susanty dan Bachmid, 2016).

Kontributor: Insafitri., S.T, M.Sc, Ph. D.,
Tanggal tercipta: 2023-05-17
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-200341100008
No Koleksi: 200341100008


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-27617-200341100008-TSANIYA PUTRI RADINATUS SHOLIHAH_200341100008_PKL.pdf - 1790 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar