Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-05 09:36:45 • 852 klik
PENGGUNAAN TANAMAN NAUNGAN LAMTORO TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KAKAO (Theobroma Cacao L.) DI DUSUN KENDENGLEMBU, BANYUWANGI, JAWA TIMUR
disusun oleh M RIFQI ABDILLAH RAHMAN
| Subyek: | LAMTORO |
| Kata Kunci: | LAMTORO |
[ Anotasi Abstrak ]
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman tahunan yang tingginya dapat mencapai ±10 meter. Kakao merupakan salah satu bahan baku utama yang sangat berperan baik bagi masyarakat, khususnya sebagai pemberi kerja. Selain fakta bahwa kakao juga berperan dalam pengembangan industri pertanian, kakao merupakan tanaman tahunan yang bijinya digunakan sebagai bahan baku, tanaman kakao yang bukan asli Indonesia tetapi dikembangkan di Indonesia. Sebagian besar perkebunan kakao Indonesia dikelola melalui perkebunan rakyat dan perkebunan nusantara. Perkembangan kakao di Indonesia sangat pesat sejak awal tahun 1990-an. Iklim dan kondisi tanah yang cocok untuk budidaya kakao di Indonesia dapat mendorong perkembangan perkebunan kakao di Indonesia. Berdasarkan data Statistics Finland (2020), total produksi kakao Indonesia tahun 2020 sebesar 713,40 ton dan nilai ekspor sebesar 75,8 juta ton. Perkembangan tanaman kakao membutuhkan naungan selama pertumbuhan. Tanpa persiapan tanah dan naungan yang tepat, tanaman kakao tidak dapat tumbuh menghasilkan maksimal. Biasanya tanaman ini digunakan sebagai tanaman peneduh perdu(Moghania macrophyla) sebagai tumbuhan dan tumbuhan peneduh sementara Gamal (Gliricidia sp) atau Lamtoro (Leucaena sp) untuk peneduh permanen. kayu Biasanya, naungan tidak memberikan nilai tambah ekonomiPetani agar mendorong petani untuk memilih tanaman naungan yang memiliki nilai ekonomi, seperti Perkebunan pisang, karet dan kelapa sawit. Tanaman naungan adalah tanaman lain yang biasanya ditanam untuk melindungi tanaman dari sinar matahari langsung. Umumnya, tanaman peneduh ditanam di perkebunan untuk mengatur paparan sinar matahari. Tanaman naungan sendiri memiliki beberapa fungsi penting seperti peneduh, penahan angin, penahan erosi, penyubur tanah dan dapat meningkatkan hasil. Selain itu, tanaman naungan perkebunan kakao memiliki pengaruh penting terhadap kondisi iklim mikro dan optimalisasi pemanfaatan lingkungan. (Sutedja, 2018). Tanaman Lamtoro (Leucaena sp.) merupakan naungan yang banyak digunakan oleh para petani karena lamtoro merupakan tanaman ideal untuk melindungi tanaman kakao, Pohon lamtoro merupakan naungan sangat produktif, memiliki nilai tambah di bidang ekonomi serta peluang pasar, struktur tajuk mudah diatur, sumber bahan organik yang mudah diperoleh, dapat mentransmisikan cahaya yang tersebar, dan memiliki akar yang dalam. Lamtoro juga meningkatkan nitrogen didalam tanah, dan tidak menjadi inang hama atau penyakit utama. Penggunaan pohon lamtoro sebagai pohon pelindung tanaman kakao, dapat meningkatkan kualitas tanaman kakao serta meningkatkan hasil yang diperoleh. Kegiatan budidaya tanaman kakao meliputi mulai dari pembibitan, pemangkasan, pengendalian hama, penaungan, pemupukan, panen, dan pasca panen. Salah satu kegiatan budidaya tanaman kakao yang dilaksanakan di Kebun Kendeng lembu Glenmore Banyuwangi yaitu pemeliharaan khususnya penaungan pada tanaman kakao, penaungan merupakan salah satu upaya untuk dapat menciptakan atau merekayasa lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kakao, penggunaan penaungan dapat menurunkan suhu udara maupun meningkatkan kelembaban. Penaungan merupakan faktor utama sebagai penghalang sinar matahari yang berfungsi untuk menurunkan intensitas matahari, tujuan dari pembuatan naungan sendiri berfungsi sebagai faktor pendukung dalam syarat tumbuh tanaman kakao untuk dapat mengetahui pada ketinggian berapa penaungan di letakkan di atas permukaan tanah dan efektivitas dari paranet tersebut dapat menunjukkan hasil yang baik. (Rati Agustiningsih, et.al., 2022).
| Kontributor | : Dr. Agr. Eko Setiawan, SP. M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2023-05-09 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200311100114 |
| No Koleksi | : 200311100114 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27626-200311100114-M RIFQI ABDILLAH RAHMAN_200311100114_LAPORAN PKL.pdf - 7105 KB
Dokumen sejenis...
Dokumen yang bertautan...- PENGARUH KOMPOSISI RACIKAN, LAMA PENYANGRAIAN, DAN SUHU PENYANGRAIAN TERHADAP PENERIMAAN KONSUMEN PADA KOPI HERBAL NON KAFEIN BIJI LAMTORO DAN BIJI JAGUNG MADURA
- PENGGUNAAN TANAMAN NAUNGAN LAMTORO TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KAKAO (Theobroma Cacao L.) DI DUSUN KENDENGLEMBU, BANYUWANGI, JAWA TIMUR
Kembali ke Daftar 