Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2023-07-05 13:36:46 • 646 klik
PROSES PRODUKSI DAN PENGENDALIAN MUTU PRODUK JAMU RAPET WANGI MADURA PT FIRDAUS KURNIA INDAH BANGKALAN
disusun oleh SYAWALIYAH DESI TRIWAHYUNI SARI HABSI
| Subyek: | JAMU RAPET WANGI MADURA |
| Kata Kunci: | JAMU RAPET WANGI MADURA |
[ Anotasi Abstrak ]
Pengobatan medis saat ini menjadi pilihan utama di Indonesia, namun masyarakat tidak meninggalkan pengobatan tradisional. Budaya membuat dan mengonsumsi jamu masih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Menurut survei sosial ekonomi nasional tahun 2007 yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia, sekitar 28,9 persen penduduk Indonesia memilih pengobatan tradisional. Angka tersebut meningkat dari tujuh tahun sebelumnya yang hanya 15,2 persen. Tiga tahun kemudian, tahun 2010, berdasarkan Laporan Riset Kesehatan Dasar Nasional, diketahui bahwa 59,29% penduduk Indonesia menggunakan obat herbal dan 93,76% merasakan efek positif obat herbal terhadap tubuh. Selain itu, hasil survei Kementerian Kesehatan pada tahun yang sama, 2010, menunjukkan bahwa 49,53% penduduk Indonesia diatas usia 15 tahun menggunakan obat herbaldengan 4,36% dari jumlah tersebut meminum jamu setiap hari, selebihnya hanya sesekali (Silalahi, 2020). Obat tradisional Indonesia biasa disebut jamu memiliki bentuk yang berbeda di setiap daerah yang ada di Indonesia. Jamu dari Jawa dan Madura Ini adalah salah satu obat herbal paling terkenal. Alasan popularitasnya adalah karena pandangan peramu dengan pengguna jamu berdasarkan perumus dan pengguna jamu melihatnya untuk semua jenis penyakit dan telah digunakan selama beberapa generasi genetik khususnya di jamu madura, kemasyhurannya terfokus untuk merawatan wanita dan kerperkasaan pria. Tradisi mengonsumsi jamu merupakan upaya untuk menjaga dan merawat kesehatan jasmani dan rohani berdasarkan kearifan lokal masyarakat Madura. Ramuan jamu Madura sangat terkenal di seluruh nusantara. Menurut Kepala BPOM, ramuan asli Madura merupakan hasil kreativitas intelektual masyarakat Madura, yang berupa cara pembuatan jamu sesuai dengan formulasi dan komposisi darai bahan tumbuhan, mengandung khasiat khusus untuk praktik kedokteran yang diwariskan secara turun-temurun berdasarkan pengalaman (Satriyati, 2017). Suatu industri jamu diperlukan adanya upaya untuk menjaga kualitas produk jamu yang diproduksi. Mulai dari bahan baku, proses, sampai produk akhir. Begitu pula dengan industri yang mengolah jamu Madura. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kualitas produk jamu adalah dengan pengendalian mutu. Menurut Husni (2018), pengendalian mutu merupakan sistem yang digunakan untuk menjaga produk yang diproduksi tetap dalam tingkat mutu yang diinginkan. Adanya pengendalian mutu ini digunakan untuk melakukan perbaikan pada produk. Dengan demikian, dilakukannya uji coba sebelum produk akhir sebagai tahap pengendalian mutu bertujuan untuk mengurangi kerusakan pada produk hasil produksi. Masalah kualitas produk memerlukan pertimbangan yang luar biasa, karena barang yang berkualitas merupakan salah satu cara untuk memenangkan persaingan dalam bisnis. Kemampuan suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan dikenal dengan kualitas. Setiap organisasi atau perusahaan harus menilai dan terus mengembangkan siklus penciptaannya untuk memberikan barang berkualitas ideal. Kualitas adalah hal yang paling menarik dalam pembuatan suatu produk karena dapat mempengaruhi organisasi sehingga mampu menurunkan persaingan di berbagai usaha. Saat membuat suatu produk, efisiensi proses pembuatan dipertimbangkan untuk memastikan bahwa kesalahan sesedikit mungkin memengaruhi produk akhir. Salah satu cara untuk membantu pelaku usaha dalam menjaga produk yang dihasilkannya dan seluruh proses produksinya adalah melalui pengendalian kualitas. Tingkat pengolahan, kadar air, dan rasa hanyalah sebagian kecil dari karakteristik proses produksi jamu yang dapat mempengaruhi kualitasnya. Berdasarkan kualitas bahan baku jamu tradisional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa kadar air merupakan faktor kritis atau CTQ (Critical to Quality) untuk mencegah tumbuhnya jamur, kadar air maksimum serbuk simplisia/jamu tidak boleh lebih dari 10% (Nindhira, 2017). PT Firdaus Kurnia Indah merupakan industri jamu yang memproduksi berbagai jenis jamu Madura. Salah satu produk yang dihasilkan adalah Jamu Madura Ratu Rapet Wangi. Oleh karena itu, pelaksanaan praktik kerja lapang dilaksanakan untuk mengetahui proses produksi pengolahan dan pengendalian mutu yang dilakukan oleh PT Firdaus Kurnia Indah adalah bentuk upaya dalam melestarikan dan meningkatkan mutu produk yang dihasilkan, sehingga kepuasan konsumen mampu terpenuhi.
| Kontributor | : Dr. Supriyanto, S.TP., M.P. |
| Tanggal tercipta | : 2023-06-15 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-200331100002 |
| No Koleksi | : 200331100002 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-27632-200331100002-Syawaliyah Desi Triwahyuni Sari Habsi_200331100002_Laporan PKL.pdf - 1598 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...
Kembali ke Daftar 